Kemenkes Perluas Vaksin HPV ke Anak Laki-laki, Cegah Kanker Sejak Dini

- Editor

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Sehatcantik.id – Program imunisasi Human Papillomavirus (HPV) kini tidak lagi hanya menyasar anak perempuan. Kementerian Kesehatan mulai memperluas pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki sebagai bagian dari strategi mencegah kanker sejak usia dini.

Pada 2026, perluasan program tersebut mulai diterapkan di DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali. Anak laki-laki usia 10–11 tahun atau siswa kelas 5 sekolah dasar menjadi sasaran program di tiga wilayah tersebut.

Sementara imunisasi HPV bagi anak perempuan telah dilaksanakan secara nasional sejak 2023.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemenkes memberikan imunisasi HPV secara gratis. Strategi ini ditempuh untuk memperkuat perlindungan masyarakat dari penyakit yang berkaitan dengan infeksi HPV, termasuk kanker serviks dan sejumlah jenis kanker lainnya.

Vaksin Lebih Efektif Diberikan Sejak Dini

Direktur Imunisasi Kemenkes, dr. Indri Yogyaswari, MARS, mengatakan pemberian vaksin pada usia anak memberikan perlindungan lebih optimal.

Baca Juga :  Kasus Richard Lee, Saksi Ungkap Produksi dan Khasiat White Tomato

Menurutnya, imunisasi pada kelompok usia 9 hingga 14 tahun dapat memberikan perlindungan hingga sekitar 88 persen meski hanya diberikan dalam satu dosis.

Sebaliknya, efektivitas perlindungan disebut lebih rendah apabila vaksin baru diberikan setelah seseorang berusia lebih dari 20 tahun.

“Semakin awal kita berikan, perlindungannya akan semakin tinggi, semakin besar,” kata Indri.

Data Kemenkes mencatat cakupan imunisasi HPV pada anak perempuan kelas 5 SD pada 2026 mencapai 83,5 persen.

Adapun cakupan imunisasi anak laki-laki kelas 5 SD di tiga provinsi yang menjadi wilayah perluasan mencapai 88 persen.

Pemerintah juga memperkuat pencegahan melalui skrining kanker serviks bagi perempuan dewasa mulai usia 30 tahun. Layanan tersebut diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis untuk mendorong deteksi dini.

Strategi imunisasi dan skrining menjadi dua jalur utama: mencegah infeksi sejak awal sekaligus menemukan risiko penyakit sebelum berkembang lebih jauh.

Baca Juga :  Lonjakan Mobilitas Lebaran Picu Risiko Campak, Imunisasi Anak Jadi Kunci

Namun, perluasan program masih menghadapi tantangan berupa hoaks dan disinformasi mengenai vaksin.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan informasi yang tidak benar dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.

Kemenkes pun mengajak media, jurnalis, dan pembuat konten untuk memperkuat edukasi berbasis bukti serta meluruskan informasi keliru mengenai vaksin HPV.

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, Prof. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, menegaskan vaksin HPV telah melalui tahapan pengujian sebelum digunakan dalam program imunisasi.

Reaksi pascaimunisasi dapat berupa nyeri, kemerahan, atau bengkak di area suntikan. Sebagian orang juga dapat mengalami pusing, lemas, demam, mual, atau muntah yang umumnya bersifat ringan.

Melalui perluasan sasaran imunisasi, penguatan skrining, dan edukasi masyarakat, pemerintah berharap pencegahan penyakit akibat HPV dapat dilakukan lebih awal—sebelum infeksi berkembang menjadi ancaman yang lebih serius. (Sbw)

Berita Terkait

Taruna Ikrar Temui Suyudi, BPOM dan Polri Bidik Modus Baru Kejahatan Obat
BPOM Soroti Lonjakan Pengobatan Mandiri: 78 Persen Warga Andalkan Diri Sendiri dan AI
BPOM Selidiki Video Viral Teh Botol Sosro Diduga Berisi Sabun Saat Demo 28 Oktober
Menkes Tanggapi Polemik Beeru Stevia, BPOM Masih Telusuri Kandungan Produk
Richard Lee Ungkap Kejanggalan Barang Bukti Kasus Doktif, Pastikan White Tomatonya Palsu
Senam Somatik, Gerakan Pelan untuk Menjaga Tubuh Perempuan Menopause
Viral! Doktif Bongkar Dugaan Kandungan Beeru Stevia Tak Sesuai Klaim
Kulit Buah Pepaya Ternyata Punya Potensi Manfaat untuk Kesehatan, Ini Penjelasan Kemenkes

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:25 WIB

Taruna Ikrar Temui Suyudi, BPOM dan Polri Bidik Modus Baru Kejahatan Obat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

BPOM Soroti Lonjakan Pengobatan Mandiri: 78 Persen Warga Andalkan Diri Sendiri dan AI

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:56 WIB

BPOM Selidiki Video Viral Teh Botol Sosro Diduga Berisi Sabun Saat Demo 28 Oktober

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Menkes Tanggapi Polemik Beeru Stevia, BPOM Masih Telusuri Kandungan Produk

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Richard Lee Ungkap Kejanggalan Barang Bukti Kasus Doktif, Pastikan White Tomatonya Palsu

Berita Terbaru