Jakarta, Sehatcantik.id – Produk pemanis Beeru Stevia menjadi sorotan setelah dr. Amira Farahnaz alias Doktif (Dokter Detektif) mengungkap dugaan adanya kandungan yang tidak sesuai dengan informasi pada label kemasan.
Produk yang dipasarkan sebagai alternatif pengganti gula itu selama ini menyasar konsumen yang ingin mengurangi asupan gula dan kalori. Namun, hasil pengujian laboratorium independen yang dibagikan Doktif memunculkan pertanyaanpettaja mengenai kandungan sebenarnya dalam produk tersebut.
Melalui akun Instagramnya pada 28 Oktober 2026, Doktif mengaku telah melakukan pengujian terhadap Beeru Stevia di laboratorium independen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut hasil yang dibagikannya, produk tersebut diduga mengandung energi sebesar 188,84 kilokalori per 100 gram. Sementara kadar karbohidratnya disebut mencapai 47,21 persen.
Temuan itu kemudian dipertanyakan karena Beeru Stevia mencantumkan klaim zero calorie dan dipasarkan sebagai pilihan bagi konsumen yang tengah menjalani program diet atau membatasi konsumsi gula.
Doktif juga menyoroti dugaan adanya neotame dan sukralosa dalam produk tersebut. Kedua jenis pemanis buatan itu, menurutnya, tidak tercantum dalam daftar komposisi pada kemasan.
“Di komposisinya, tidak tertulis neotame dan sukralosa,” ujar Doktif.
Ia bahkan menduga kadar kedua pemanis tersebut melampaui batas yang ditetapkan. Karena itu, Doktif meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan melakukan pemeriksaan langsung terhadap produk dan fasilitas produksinya.
Menanggapi polemik tersebut, Beeru Indonesia menyatakan tengah melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan mitra manufaktur terkait formulasi, pengadaan bahan baku, hingga proses produksi.
Untuk sementara, Beeru Indonesia menghentikan penjualan Beeru Stevia hingga proses verifikasi selesai dilakukan.
“Meski begitu, sebagai pemilik merek, Beeru tetap bertanggung jawab. Langkah yang kami ambil saat ini adalah menghentikan sementara penjualan Beeru Stevia hingga proses verifikasi selesai,” demikian pernyataan manajemen Beeru Indonesia.
Pihak perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf atas kekhawatiran konsumen dan berjanji memberikan informasi terbaru setelah proses verifikasi selesai.
Polemik ini turut menyita perhatian konsumen yang selama ini menggunakan Beeru Stevia sebagai alternatif pengganti gula.
Kini, kesesuaian antara klaim pada kemasan dan kandungan produk menjadi perhatian utama. Kepastian mengenai persoalan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut. (Sbw)












