Dadan Hindayana Ditahan Kejagung Sepulang Ibadah Haji

- Editor

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejagung menahan Dadan Hindayana terkait penyidikan kasus titik SPPG. (Foto: Sehatcantik.id)

Kejagung menahan Dadan Hindayana terkait penyidikan kasus titik SPPG. (Foto: Sehatcantik.id)

Jakarta, Sehatcantik.id – Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026) setelah menjalani pemeriksaan terkait dugaan kasus jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dadan ditahan beberapa jam setelah tiba di Tanah Air usai menunaikan ibadah haji bersama istrinya. Ia diketahui berangkat melalui kuota haji reguler setelah menunggu antrean selama 12 tahun.

Penyidik Kejagung membawa Dadan keluar dari gedung pemeriksaan dengan mengenakan rompi tahanan. Ia kemudian dimasukkan ke mobil tahanan dengan pengawalan petugas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penahanan ini dilakukan sehari setelah Dadan diberhentikan dari posisi Kepala BGN pada Selasa (2/6/2026). Jabatan tersebut kemudian diisi oleh Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN.

Baca Juga :  Drama Jaksa-Doktif, Nikita Sakit, dan Sidang Ditunda

Selain Dadan, dua Wakil Kepala BGN yakni Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Irjen (Purn) Sony Sonjaya juga diberhentikan.

Kejagung sebelumnya melakukan penggeledahan di kantor BGN pada Rabu dini hari. Langkah tersebut diduga berkaitan dengan penyidikan dugaan praktik jual beli titik SPPG.

“Penggeledahan dilakukan untuk mencari barang bukti yang berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani,” ujar sumber penegak hukum terkait proses penyidikan tersebut.

Kasus dugaan jual beli titik SPPG mencuat setelah sejumlah masyarakat melaporkan adanya penipuan dengan modus menawarkan akses pendirian titik layanan program gizi.

Baca Juga :  DPR Soroti Kasus Keracunan Berulang MBG, Usul Frasa 'Gratis' Dihilangkan

Sejumlah laporan muncul dari beberapa wilayah. Di Batam, polisi mengusut dugaan penjualan dua titik SPPG senilai Rp400 juta. Sementara di Jawa Barat, dugaan kerugian mencapai Rp1,9 miliar dengan puluhan warga disebut menjadi korban.

BGN menyebut praktik tersebut diduga dilakukan secara terorganisasi dengan pelaku mengklaim memiliki hubungan dengan pejabat internal. Para pelaku juga diduga menggunakan foto bersama pejabat sebagai cara meyakinkan korban.

“BGN tidak pernah membuka ruang jual beli titik SPPG. Setiap proses harus mengikuti mekanisme resmi,” kata pihak BGN dalam keterangan sebelumnya. (Sbw)

Berita Terkait

TBC Renggut 136 Ribu Nyawa Setahun, Menkes Desak Percepatan Penanganan
Bantah Edarkan Skincare Abal-Abal, Richard Lee Bongkar Alibi Konser
Taruna Ikrar Temui Suyudi, BPOM dan Polri Bidik Modus Baru Kejahatan Obat
BPOM Soroti Lonjakan Pengobatan Mandiri: 78 Persen Warga Andalkan Diri Sendiri dan AI
BPOM Selidiki Video Viral Teh Botol Sosro Diduga Berisi Sabun Saat Demo 28 Oktober
Menkes Tanggapi Polemik Beeru Stevia, BPOM Masih Telusuri Kandungan Produk
Richard Lee Ungkap Kejanggalan Barang Bukti Kasus Doktif, Pastikan White Tomatonya Palsu
Kemenkes Perluas Vaksin HPV ke Anak Laki-laki, Cegah Kanker Sejak Dini

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 08:10 WIB

TBC Renggut 136 Ribu Nyawa Setahun, Menkes Desak Percepatan Penanganan

Kamis, 5 November 2026 - 19:52 WIB

Bantah Edarkan Skincare Abal-Abal, Richard Lee Bongkar Alibi Konser

Senin, 2 November 2026 - 15:25 WIB

Taruna Ikrar Temui Suyudi, BPOM dan Polri Bidik Modus Baru Kejahatan Obat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

BPOM Soroti Lonjakan Pengobatan Mandiri: 78 Persen Warga Andalkan Diri Sendiri dan AI

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:56 WIB

BPOM Selidiki Video Viral Teh Botol Sosro Diduga Berisi Sabun Saat Demo 28 Oktober

Berita Terbaru