Jakarta, Sehatcantik.id – Di tengah derasnya arus produk dan informasi yang masuk ke kehidupan sehari-hari, batas antara yang aman dan berisiko kian tipis. Dari kosmetik hingga makanan, pilihan yang tampak sederhana bisa berdampak besar bagi kesehatan.
Dalam konteks itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Taruna Ikrar membuka kegiatan pembekalan finalis Puteri Indonesia dalam rangka pengukuhan Duta Obat dan Makanan Aman di Gedung Bhinneka Tunggal Ika, Jakarta, Senin (13/4).
Kegiatan ini dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia Putri Kus Wisnu Wardani, Ketua Pemilihan Puteri Indonesia Kusuma Ida Anjani, Ketua Dharma Wanita Persatuan BPOM Elfi Taruna Ikrar, Puteri Indonesia Lingkungan 2025 Melliza Xaviera, serta 45 finalis dari seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Taruna Ikrar menegaskan bahwa keamanan, kemandirian, dan kedaulatan obat serta makanan merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat dan mitra internasional.
“Mewujudkan keamanan, kemandirian, serta kedaulatan obat dan makanan di Indonesia adalah tugas kita bersama,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa konsumen yang mandiri dan berdaya menjadi pilar penting dalam pengawasan, terutama di tengah maraknya produk ilegal, kosmetik berbahaya, serta informasi menyesatkan di era digital.
“Edukasi adalah kunci penting membentuk konsumen cerdas untuk pembangunan dan ketahanan bangsa,” lanjutnya.
Ketua Dharma Wanita Persatuan BPOM, Elfi Taruna Ikrar, menyebut perempuan memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam memilih produk bagi keluarga.
“Kehadiran para finalis Puteri Indonesia di sini tidak hanya sebagai representasi perempuan muda Indonesia yang cerdas dan inspiratif, tetapi juga sebagai calon Duta Obat dan Makanan Aman,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa nilai 3B—Brain, Beauty, dan Behavior—menjadi landasan peran Puteri Indonesia sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah finalis dikukuhkan sebagai Duta Obat dan Makanan Aman, di antaranya Rahmidawati Aldi (Aceh), Luis Sovice Mindayo Mahuze (Papua Selatan), Nilam Onasis Sahputri (Kalimantan Utara), Nanda Aprianti Arief (Sulawesi Selatan), dan Kieran Puti Paloma Dyonitha (Nusa Tenggara Barat).
Kepala BPOM berpesan agar para duta dapat memperluas jangkauan edukasi masyarakat di daerah masing-masing. Ia menyebut pembekalan yang diberikan menjadi bekal penting dalam menyampaikan informasi yang benar kepada publik.
“Pembekalan yang diterima pada hari ini di BPOM makin membuka pengetahuan dan wawasan terkait keamanan obat dan makanan sebagai bekal mengedukasi publik dengan informasi yang benar, jelas, dan tidak menyesatkan,” pungkasnya.
Taruna juga menekankan pentingnya memahami Peraturan BPOM Nomor 16 Tahun 2025 serta menerapkan prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa), serta memanfaatkan media sosial secara bijak untuk edukasi publik.
Ketua Panitia Pemilihan Puteri Indonesia, Kusuma Ida Anjani, mengapresiasi kerja sama berkelanjutan dengan BPOM dan berharap para finalis dapat memberi pengaruh positif.
“Semoga [kami] dapat terus belajar banyak hal, menginspirasi perempuan Indonesia, serta membentuk preferensi masyarakat untuk memilih produk obat dan makanan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BPOM mendorong perempuan Indonesia menjadi pilar kesehatan keluarga yang cerdas, tangguh, dan berdaya, serta mampu melindungi generasi. (Danu Baharuddin/Novan/Sbw)













