BPOM Siap Cegah Peredaran Ikan Asin yang Diduga Disemprot Pestisida

- Editor

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPOM bergerak cepat cegah peredaran ikan asin beracun akibat pestisida demi lindungi kesehatan masyarakat. (Foto: Tangkapan Layar)

BPOM bergerak cepat cegah peredaran ikan asin beracun akibat pestisida demi lindungi kesehatan masyarakat. (Foto: Tangkapan Layar)

Jakarta, Sehatcantik.id — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan akan berkoordinasi dengan kementerian terkait guna mencegah peredaran ikan asin yang diduga disemprot pestisida agar tidak sampai dikonsumsi masyarakat.

Langkah cepat ini diambil menyusul beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang pria secara terang-terangan menyemprotkan cairan pestisida ke tumpukan ikan asin yang sedang dijemur di bawah terik matahari.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, aksi itu membuktikan masih ada pelaku usaha dan nelayan yang belum memahami bahaya besar menggunakan pestisida sebagai disinfektan instan untuk mengusir lalat.

“Karena kita tahu kandungannya itu kan banyak kimia-kimia yang berbahaya dan itu tidak hilang. Pada saat disemprot memang lalatnya terbang, tetapi setelah itu nanti ikan dimakan oleh rakyat kita, konsumen ini berbahaya,” kata Taruna Ikrar di Jakarta, Selasa.

Sebagai tindak lanjut, Taruna Ikrar telah menginstruksikan seluruh balai POM di daerah untuk turun tangan mengedukasi masyarakat serta nelayan agar tidak lagi mengulangi praktik berbahaya tersebut. BPOM juga tidak akan tinggal diam terhadap produk yang telanjur beredar.

Baca Juga :  BPOM Hingga Fasilitas Ekspor Kini Bisa Diakses UMKM Lewat Satu Akun SAPA UMKM

“Yang kedua, kami berharap supaya itu jangan diedarkan karena itu berbahaya. Kami punya hak untuk menyita barang-barang UMKM ini, pelakunya,” tegasnya.

Ia menambahkan, insiden ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pelaksanaan program Training of Trainers (ToT) demi menjaga keamanan pangan secara menyeluruh. Hal ini juga menjadi prasyarat mutlak untuk memastikan generasi muda Indonesia dapat tumbuh sehat menuju visi Generasi Emas 2045.

“Karena satu prinsipnya Badan POM, bukan pangan kalau tidak aman. Jadi pangan, makanan harus aman,” pungkasnya. (Sbw)

Berita Terkait

Taruna Ikrar Temui Suyudi, BPOM dan Polri Bidik Modus Baru Kejahatan Obat
BPOM Soroti Lonjakan Pengobatan Mandiri: 78 Persen Warga Andalkan Diri Sendiri dan AI
BPOM Selidiki Video Viral Teh Botol Sosro Diduga Berisi Sabun Saat Demo 28 Oktober
Menkes Tanggapi Polemik Beeru Stevia, BPOM Masih Telusuri Kandungan Produk
Richard Lee Ungkap Kejanggalan Barang Bukti Kasus Doktif, Pastikan White Tomatonya Palsu
Kemenkes Perluas Vaksin HPV ke Anak Laki-laki, Cegah Kanker Sejak Dini
Senam Somatik, Gerakan Pelan untuk Menjaga Tubuh Perempuan Menopause
Viral! Doktif Bongkar Dugaan Kandungan Beeru Stevia Tak Sesuai Klaim

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:25 WIB

Taruna Ikrar Temui Suyudi, BPOM dan Polri Bidik Modus Baru Kejahatan Obat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

BPOM Soroti Lonjakan Pengobatan Mandiri: 78 Persen Warga Andalkan Diri Sendiri dan AI

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:56 WIB

BPOM Selidiki Video Viral Teh Botol Sosro Diduga Berisi Sabun Saat Demo 28 Oktober

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Menkes Tanggapi Polemik Beeru Stevia, BPOM Masih Telusuri Kandungan Produk

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Richard Lee Ungkap Kejanggalan Barang Bukti Kasus Doktif, Pastikan White Tomatonya Palsu

Berita Terbaru