Jakarta, Sehatcantik.id – Sebuah lembaga ibarat akar pohon. Ia jarang terlihat, tetapi menentukan kokoh atau rapuhnya batang yang berdiri di atasnya. Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang mengevaluasi perjalanan 20 bulan pemerintahan, Presiden Prabowo Subianto menilai akar itu tumbuh semakin kuat di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih, Presiden memberikan apresiasi atas transformasi yang dilakukan BPOM di bawah kepemimpinan Prof. Taruna Ikrar. Bukan hanya karena layanan publik bergerak lebih cepat, tetapi juga karena lembaga tersebut berhasil mengangkat standar regulasi kesehatan Indonesia hingga mendapat pengakuan internasional melalui status WHO Listed Authority (WLA).
Presiden secara khusus menyoroti keberhasilan BPOM mentransformasi 16 layanan strategis, mulai dari registrasi obat, produk biologis, kosmetik, pangan olahan, obat tradisional, suplemen kesehatan, sertifikasi sarana produksi dan distribusi, persetujuan uji praklinik dan uji klinik, hingga penerbitan sertifikat ekspor obat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perubahan tersebut menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun pelaku usaha, tanpa mengurangi standar keamanan, mutu, khasiat, dan manfaat produk yang menjadi mandat utama BPOM.
Salah satu capaian yang mendapat perhatian khusus Presiden adalah keberhasilan BPOM meraih status WHO Listed Authority (WLA) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pengakuan itu menandakan sistem regulasi BPOM telah memenuhi standar internasional dalam pengawasan obat, vaksin, dan produk biologis.
Status tersebut bukan sekadar penghargaan. WLA membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas, memperkuat kepercayaan dunia terhadap produk farmasi Indonesia, mempercepat akses terhadap inovasi kesehatan, sekaligus meningkatkan daya saing industri kesehatan nasional di pasar global.
Menanggapi apresiasi Presiden, Kepala BPOM Prof. Taruna Ikrar menegaskan seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh insan BPOM di berbagai daerah.
“Apresiasi Bapak Presiden merupakan kehormatan sekaligus amanah bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja. Capaian ini bukan hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari dedikasi seluruh insan BPOM, mulai dari kantor pusat hingga Unit Pelaksana Teknis di berbagai daerah yang setiap hari berada di garda terdepan melindungi masyarakat. Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar BPOM atas kerja keras, integritas, dan semangat pengabdian yang luar biasa,” ujar Taruna.
Ia menegaskan, status WHO Listed Authority bukan garis akhir perjalanan BPOM, melainkan pijakan untuk terus memperkuat kualitas regulasi, mempercepat pelayanan publik, memperkokoh pengawasan obat dan makanan, serta meningkatkan daya saing industri kesehatan nasional.
Dengan semangat kolaborasi seluruh jajaran BPOM, Taruna optimistis lembaganya akan terus mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sistem kesehatan nasional yang tangguh, memperluas kepercayaan dunia terhadap produk kesehatan Indonesia, serta mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu regulator kesehatan yang diperhitungkan di tingkat global. (Sbw)













