BPOM Kawal Terapi Masa Depan agar Tetap Aman

- Editor

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat ini, terdapat 17 rumah sakit yang ditetapkan dalam skema penelitian berbasis pelayanan terapi. (Foto: BPOM)

Saat ini, terdapat 17 rumah sakit yang ditetapkan dalam skema penelitian berbasis pelayanan terapi. (Foto: BPOM)

Jakarta, Sehatcantik.id – Terapi gen, terapi sel, hingga rekayasa jaringan membuka harapan baru bagi pengobatan berbagai penyakit. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan perkembangan teknologi pengobatan mutakhir itu harus tetap dikawal ketat.

Teknologi yang dikenal sebagai advanced therapy medicinal product (ATMP) harus memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat sebelum digunakan untuk pasien.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan inovasi medis tidak boleh justru menimbulkan risiko baru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan sampai inovasi yang seharusnya memberikan harapan baru justru menimbulkan risiko bagi masyarakat. Karena itu, aspek keamanan, mutu, dan khasiat harus menjadi fondasi,” kata Taruna dalam Workshop Penguatan Ekosistem ATMP di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga :  Wow, 45 Finalis Putri Indonesia Jadi Duta BPOM

ATMP mencakup terapi gen, terapi berbasis RNA dan mRNA, terapi sel, hingga rekayasa jaringan. Hingga 2025, puluhan produk ATMP telah disetujui regulator di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.

Di Indonesia, BPOM telah menyetujui satu produk terapi gen untuk pengobatan spinal muscular atrophy (SMA) pada anak.

Waspadai Klaim Berlebihan

Di tengah perkembangan terapi modern, BPOM juga menemukan persoalan. Taruna menyebut terdapat lebih dari 100 klinik yang mempromosikan stem cell, terapi gen, dan terapi biologis dengan berbagai klaim.

Sebagian bahkan diduga tidak memenuhi standar fasilitas. BPOM juga menerima laporan adanya terapi biologis yang ternyata tidak sesuai dengan klaim yang ditawarkan.

Baca Juga :  Nikita Mirzani Divonis Empat Tahun Penjara, Hal Memberatkan Tak Akui Perbuatan

“Ada klinik yang curang, melakukan terapi biologi tetapi isinya hanya suplemen,” ujar Taruna.

Untuk memperkuat pengawasan, BPOM menerbitkan Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 serta meluncurkan layanan ATMP ACCESS untuk mendampingi pengembang sejak tahap riset hingga registrasi produk.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Yanti Herman mengatakan pengembangan terapi berbasis sel tetap harus didukung bukti ilmiah dan memenuhi persyaratan keamanan.

Saat ini, terdapat 17 rumah sakit yang ditetapkan dalam skema penelitian berbasis pelayanan terapi.

BPOM juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati memilih layanan terapi modern. Harapan terhadap teknologi baru, menurut BPOM, harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap keselamatan pasien.

Berita Terkait

Taruna Ikrar Temui Suyudi, BPOM dan Polri Bidik Modus Baru Kejahatan Obat
BPOM Soroti Lonjakan Pengobatan Mandiri: 78 Persen Warga Andalkan Diri Sendiri dan AI
BPOM Selidiki Video Viral Teh Botol Sosro Diduga Berisi Sabun Saat Demo 28 Oktober
Menkes Tanggapi Polemik Beeru Stevia, BPOM Masih Telusuri Kandungan Produk
Richard Lee Ungkap Kejanggalan Barang Bukti Kasus Doktif, Pastikan White Tomatonya Palsu
Kemenkes Perluas Vaksin HPV ke Anak Laki-laki, Cegah Kanker Sejak Dini
Senam Somatik, Gerakan Pelan untuk Menjaga Tubuh Perempuan Menopause
Viral! Doktif Bongkar Dugaan Kandungan Beeru Stevia Tak Sesuai Klaim

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:25 WIB

Taruna Ikrar Temui Suyudi, BPOM dan Polri Bidik Modus Baru Kejahatan Obat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

BPOM Soroti Lonjakan Pengobatan Mandiri: 78 Persen Warga Andalkan Diri Sendiri dan AI

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:56 WIB

BPOM Selidiki Video Viral Teh Botol Sosro Diduga Berisi Sabun Saat Demo 28 Oktober

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Menkes Tanggapi Polemik Beeru Stevia, BPOM Masih Telusuri Kandungan Produk

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Richard Lee Ungkap Kejanggalan Barang Bukti Kasus Doktif, Pastikan White Tomatonya Palsu

Berita Terbaru