Asap Karhutla Picu 333 Ribu Kasus ISPA, 75 Ribu Lebih Balita Terdampak

- Editor

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabut asap pekat menyelimuti jalan, mengubah aktivitas warga menjadi perjuangan di tengah ancaman kualitas udara yang memburuk. (Sbw)

Kabut asap pekat menyelimuti jalan, mengubah aktivitas warga menjadi perjuangan di tengah ancaman kualitas udara yang memburuk. (Sbw)

Jakarta, Sehatcantik.id – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kian terasa pada kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan mencatat 333.470 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak karhutla hingga 21 Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, 75.172 kasus dialami anak berusia nol hingga lima tahun atau balita. Sementara 258.298 kasus lainnya tercatat pada kelompok usia di atas lima tahun.

Kasus ISPA tersebut tersebar di 68 kabupaten dan kota di tujuh provinsi yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lonjakan penderita gangguan pernapasan terjadi seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap di sejumlah wilayah.

Udara Berbahaya

Kondisi kualitas udara di beberapa daerah bahkan sempat masuk kategori berbahaya.

Berdasarkan pemantauan Kemenkes pada 22 Oktober 2026, sejumlah wilayah tercatat berada dalam kategori hitam dengan konsentrasi partikel PM2.5 di atas angka 300.

Baca Juga :  Cara Mengetahui Gula Darah Rendah

Partikel halus PM2.5 menjadi salah satu ancaman utama dalam kabut asap karena dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Paparan asap tidak hanya berpotensi menyebabkan batuk dan gangguan pernapasan. Kondisi tersebut juga dapat memicu iritasi mata serta memperburuk penyakit paru-paru yang telah diderita sebelumnya.

Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling membutuhkan perlindungan karena lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Ribuan Fasilitas Kesehatan Disiagakan

Untuk menghadapi dampak kesehatan akibat karhutla, Kemenkes menyiagakan 1.691 puskesmas di wilayah terdampak.

Sebanyak 360 rumah sakit rujukan juga disiapkan untuk menangani pasien yang membutuhkan layanan lebih lanjut.

Selain itu, terdapat 87 laboratorium kesehatan masyarakat yang mendukung penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga :  Cara Pakai Body Serum yang Tepat untuk Hasil Maksimal

Pemerintah daerah juga menyediakan 491 rumah oksigen bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Kemenkes turut menyiapkan dukungan tenaga medis, termasuk dokter umum dan dokter spesialis seperti spesialis paru, mata, THT, serta dermatologi dan venereologi.

Masyarakat diminta memantau kondisi kualitas udara secara berkala, terutama ketika kabut asap masih menyelimuti wilayah tempat tinggal.

Warga juga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, memperbanyak minum air putih, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas atau batuk yang semakin berat.

Angka 333.470 kasus ISPA menunjukkan dampak karhutla tidak hanya berhenti pada hutan yang terbakar. Ketika asap menyebar, ancamannya ikut masuk ke rumah-rumah dan saluran pernapasan masyarakat—dengan balita menjadi salah satu kelompok yang paling rentan. (Sbw)

Berita Terkait

Taruna Ikrar Temui Suyudi, BPOM dan Polri Bidik Modus Baru Kejahatan Obat
BPOM Soroti Lonjakan Pengobatan Mandiri: 78 Persen Warga Andalkan Diri Sendiri dan AI
BPOM Selidiki Video Viral Teh Botol Sosro Diduga Berisi Sabun Saat Demo 28 Oktober
Menkes Tanggapi Polemik Beeru Stevia, BPOM Masih Telusuri Kandungan Produk
Richard Lee Ungkap Kejanggalan Barang Bukti Kasus Doktif, Pastikan White Tomatonya Palsu
Kemenkes Perluas Vaksin HPV ke Anak Laki-laki, Cegah Kanker Sejak Dini
Senam Somatik, Gerakan Pelan untuk Menjaga Tubuh Perempuan Menopause
Viral! Doktif Bongkar Dugaan Kandungan Beeru Stevia Tak Sesuai Klaim

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:25 WIB

Taruna Ikrar Temui Suyudi, BPOM dan Polri Bidik Modus Baru Kejahatan Obat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

BPOM Soroti Lonjakan Pengobatan Mandiri: 78 Persen Warga Andalkan Diri Sendiri dan AI

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:56 WIB

BPOM Selidiki Video Viral Teh Botol Sosro Diduga Berisi Sabun Saat Demo 28 Oktober

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Menkes Tanggapi Polemik Beeru Stevia, BPOM Masih Telusuri Kandungan Produk

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Richard Lee Ungkap Kejanggalan Barang Bukti Kasus Doktif, Pastikan White Tomatonya Palsu

Berita Terbaru