Ahli Kemenkes Nilai Kasus Label Skincare Richard Lee Semestinya Tak Dibawa ke Pidana

- Editor

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saksi ahli dari Kementerian Kesehatan memberikan keterangan dalam sidang perkara yang menjerat dokter kecantikan Richard Lee di Pengadilan Negeri Tangerang.(Foto: Sbw)

Saksi ahli dari Kementerian Kesehatan memberikan keterangan dalam sidang perkara yang menjerat dokter kecantikan Richard Lee di Pengadilan Negeri Tangerang.(Foto: Sbw)

Jakarta, Sehatcantik.id – Jalur pidana dinilai bukan pilihan yang tepat untuk menangani persoalan label produk skincare yang menyeret dokter kecantikan Richard Lee.

Pandangan itu disampaikan Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Kesehatan, Sundoyo, saat memberikan keterangan sebagai saksi ahli dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (22/10/2026).

Menurut Sundoyo, persoalan penandaan dan label produk telah memiliki mekanisme pengawasan serta sanksi administratif yang diatur dalam berbagai ketentuan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, perkara tersebut tidak semestinya langsung didorong ke proses pidana.

“Maka, ketika ini dikaitkan dengan persoalan ini akan dibawa ke ranah pidana, mestinya enggak. Mestinya enggak, enggak ke sana,” ujar Sundoyo.

Baca Juga :  Cara Mengecilkan Bibir Tebal, Lihat Tipsnya

Pidana Bukan Jalan Pertama

Sundoyo menekankan prinsip ultimum remedium, yakni hukum pidana digunakan sebagai upaya terakhir apabila mekanisme lain tidak mampu menyelesaikan persoalan.

Dalam kasus ini, ia menilai mekanisme administratif telah berjalan karena produk yang dipersoalkan telah dicabut izinnya dan ditarik dari peredaran.

Dengan demikian, menurutnya, tidak ada alasan untuk langsung menerapkan pendekatan pidana.

“Kecuali karena pidana itu adalah ultimum remedium, kalau sanksi administrasinya itu tidak efektif. Ini kan sanksi administrasinya efektif. Wong itu dicabut dan ditarik, kan selesai persoalan ada di situ,” katanya.

Baca Juga :  Kemenkes Pastikan Kematian dr. Zulfikar Bukan Akibat Bullying

Perkara Richard Lee bermula dari laporan dr. Samira Farahnaz alias Dokter Detektif atau Doktif.

Doktif melaporkan Richard Lee terkait dugaan pelanggaran ketentuan kesehatan dan perlindungan konsumen, termasuk persoalan izin edar serta dugaan klaim berlebihan atau overclaim pada produk.

Di sisi lain, Richard Lee melaporkan balik Doktif atas dugaan pencemaran nama baik.

Sebelumnya, majelis hakim telah mengabulkan penangguhan penahanan Richard Lee pada 15 Oktober 2026.

Keterangan ahli dari Kemenkes kini menempatkan perkara tersebut pada perdebatan yang lebih mendasar: apakah pelanggaran administratif yang telah dikenai sanksi masih perlu dilanjutkan ke meja pidana. (Sbw)

Berita Terkait

Taruna Ikrar Temui Suyudi, BPOM dan Polri Bidik Modus Baru Kejahatan Obat
BPOM Soroti Lonjakan Pengobatan Mandiri: 78 Persen Warga Andalkan Diri Sendiri dan AI
BPOM Selidiki Video Viral Teh Botol Sosro Diduga Berisi Sabun Saat Demo 28 Oktober
Menkes Tanggapi Polemik Beeru Stevia, BPOM Masih Telusuri Kandungan Produk
Richard Lee Ungkap Kejanggalan Barang Bukti Kasus Doktif, Pastikan White Tomatonya Palsu
Kemenkes Perluas Vaksin HPV ke Anak Laki-laki, Cegah Kanker Sejak Dini
Senam Somatik, Gerakan Pelan untuk Menjaga Tubuh Perempuan Menopause
Viral! Doktif Bongkar Dugaan Kandungan Beeru Stevia Tak Sesuai Klaim

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:25 WIB

Taruna Ikrar Temui Suyudi, BPOM dan Polri Bidik Modus Baru Kejahatan Obat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

BPOM Soroti Lonjakan Pengobatan Mandiri: 78 Persen Warga Andalkan Diri Sendiri dan AI

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:56 WIB

BPOM Selidiki Video Viral Teh Botol Sosro Diduga Berisi Sabun Saat Demo 28 Oktober

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Menkes Tanggapi Polemik Beeru Stevia, BPOM Masih Telusuri Kandungan Produk

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Richard Lee Ungkap Kejanggalan Barang Bukti Kasus Doktif, Pastikan White Tomatonya Palsu

Berita Terbaru