BGN Akan Terapkan Sertifikasi Dapur untuk MBG

- Editor

Rabu, 28 Mei 2025 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Sehatcantik.id – Sertifikasi pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur-dapur mulai diterapkan pada pertengahan tahun ini oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Hal itu dilakukan untuk memperbaiki kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kita ingin pastikan bahwa makanan yang diberikan bukan hanya gratis, tetapi juga aman dan bermutu tinggi,” ujar Kepala BGN, Dadan Hindayana di Jakarta.

Dadan menjelaskan setiap SPPG akan dievaluasi dan diklasifikasikan ke dalam kategori unggul, baik sekali, atau baik. Sertifikasi ini akan mengacu pada standar higienis, sanitasi, serta sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), yang bekerja sama dengan Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Hingga Maret 2025, tercatat 726 SPPG telah beroperasi di 38 provinsi dengan menjangkau sekitar 2,5 juta penerima manfaat. Pemerintah menargetkan 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir 2025 melalui pengoperasian 32.000 SPPG.

“Verifikasi terhadap 14.000 calon mitra SPPG saat ini tengah berlangsung. Sementara itu, melalui pendanaan APBN, pemerintah berencana membangun tambahan 1.542 SPPG,” ujar dia.
Dadan menyebutkan hingga saat ini terdapat 1.579 SPPG aktif yang melayani sekitar 4,2 juta penerima manfaat.

Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN, Nyoto Suwignyo menyatakan pemerintah menargetkan pembangunan 30 ribu SPPG hingga akhir tahun, dengan rincian 15 ribu SPPG pada September, 20 ribu pada Oktober, dan puncaknya 30 ribu pada Desember.

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati menilai Program MBG selama dikelola dengan baik dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca Juga :  Taruna Ikrar Sesalkan BPOM Tak Dilibatkan Progam MBG

“Saya rasa MBG ini bisa berdampak cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi jika nanti dikelola dengan lebih baik lagi, lebih baik lagi, dan lebih baik lagi,” kata Kurniasih.

Untuk memaksimalkan potensi pertumbuhan ekonomi, Kurniasih menyoroti pentingnya melibatkan UMKM dalam berbagai aspek pelaksanaan Program MBG, mulai dari penyediaan bahan pokok hingga pelaksanaan dapur umum SPPG.

Menurutnya, rantai pasok MBG sangat potensial untuk membuka peluang usaha bagi masyarakat.

“UMKM bisa dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapannya, apakah sebagai penyuplai bahan-bahan pokok atau sebagai bagian dari pelaksana SPPG,” ujarnya.

Penulis : Danu Baharuddin, Satriana Budi Wimar

Berita Terkait

BPOM Gratiskan Registrasi Produk Pangan untuk UMKM
Anggaran Pengawasan MBG Rp675 M Disebut Belum Cair, BPOM Tetap Kawal Program
Refocusing Penerima Manfaat dan Pembenahan Dapur Jadi Arah Baru MBG 2026
Pemerintah Evaluasi Besar-besaran Program MBG, Anggaran Berpotensi Lebih Hemat
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung Sepulang Ibadah Haji
Meski Anggaran Kalah dengan Pengadaan Kaos Kaki, Taruna Ikrar Tancap Gas Sidak MBG
BPOM Gandeng Finalis Puteri Indonesia Perkuat Keamanan Obat dan Makanan
BPOM–AmCham Bahas Kepastian Regulasi dan Dorong Investasi Kesehatan

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:51 WIB

BPOM Gratiskan Registrasi Produk Pangan untuk UMKM

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:31 WIB

Anggaran Pengawasan MBG Rp675 M Disebut Belum Cair, BPOM Tetap Kawal Program

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:21 WIB

Refocusing Penerima Manfaat dan Pembenahan Dapur Jadi Arah Baru MBG 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:24 WIB

Pemerintah Evaluasi Besar-besaran Program MBG, Anggaran Berpotensi Lebih Hemat

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:59 WIB

Dadan Hindayana Ditahan Kejagung Sepulang Ibadah Haji

Berita Terbaru

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar dalam peluncuran Bulan Keamanan Pangan 2026 untuk memperkuat keamanan pangan dan mendukung UMKM. (Foto: BPOM)

Berita

BPOM Gratiskan Registrasi Produk Pangan untuk UMKM

Jumat, 19 Jun 2026 - 13:51 WIB