Menkes Ingin Pasien TBC jadi Penerima MBG

- Editor

Senin, 22 Juni 2026 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dukungan gizi dinilai mampu membantu mempercepat penyembuhan pasien TBC. (Foto: Sehatcantik.id)

Dukungan gizi dinilai mampu membantu mempercepat penyembuhan pasien TBC. (Foto: Sehatcantik.id)

Jakarta, SehatCantik.id – Melawan tuberkulosis bukan sekadar memberi obat. Obat memang membunuh kuman, tetapi tubuh yang rapuh juga membutuhkan tenaga untuk bangkit. Tanpa gizi yang cukup, proses penyembuhan ibarat menyalakan pelita dengan minyak yang hampir habis.

Itulah yang ingin ditekankan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak semestinya hanya dipandang sebagai program pemenuhan kebutuhan pangan. Di tangan yang tepat, ia bisa menjadi bagian dari terapi penyelamat nyawa.

Budi mengusulkan agar penderita TBC masuk dalam kelompok penerima manfaat MBG. Menurutnya, selama enam hingga dua belas bulan menjalani pengobatan, kondisi fisik pasien cenderung melemah sehingga membutuhkan dukungan gizi.

“Kalau dia bisa mendapatkan asupan gizi yang cukup atau sedikit lebih, itu akan memperkuat dan mempercepat pemulihannya,” kata Budi Gunadi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Ia mengutip berbagai penelitian internasional serta pengalaman India dan China yang menunjukkan bahwa dukungan nutrisi mampu mempercepat pemulihan pasien TBC.

Usulan itu lahir dari kenyataan yang tidak ringan. Setiap tahun sekitar 126 ribu orang Indonesia meninggal akibat TBC. Jika dihitung, rata-rata dua nyawa padam setiap lima menit. Angka itu menjadi pengingat bahwa TBC bukan sekadar penyakit, melainkan perlombaan melawan waktu.

“Jadi kita ngomong lima menit, yang meninggal dua di Indonesia karena TBC,” ujar Budi.

Baca Juga :  Cara Cek Tekanan Darah yang Benar

Karena itu, ia telah menyampaikan gagasan tersebut kepada Badan Gizi Nasional. Menurutnya, bila MBG diarahkan kepada kelompok yang paling rentan, dampaknya terhadap kesehatan masyarakat akan jauh lebih besar.

Budi menyebut ada empat kelompok yang perlu menjadi prioritas penerima MBG, yakni ibu hamil, ibu menyusui, balita di bawah usia lima tahun, dan penderita TBC.

“Kalau empat target ini kecukupan gizinya dipenuhi, masalah kesehatan kita akan turun drastis. Buktinya sudah ada di jurnal-jurnal internasional,” katanya.

Dengan kata lain, sepiring makanan bergizi bukan hanya mengenyangkan perut. Bagi sebagian orang, ia bisa menjadi bahan bakar bagi tubuh untuk bertahan, melawan penyakit, dan melanjutkan hidup. (Sbw)

Berita Terkait

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar
Majelis Hakim Kabulkan Permohonan Richard Lee, Empat Orang Jadi Penjamin
BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Rp25 Miliar di Tangerang
Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf
Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional
Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi
Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?
Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:44 WIB

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Majelis Hakim Kabulkan Permohonan Richard Lee, Empat Orang Jadi Penjamin

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:47 WIB

BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Rp25 Miliar di Tangerang

Rabu, 30 September 2026 - 01:32 WIB

Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf

Senin, 28 September 2026 - 17:54 WIB

Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional

Berita Terbaru

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengecek produk kosmetik ilegal yang disita dari fasilitas produksi di Mojokerto, Jawa Timur. (Foto: BPOM RI)

Berita

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar

Senin, 19 Okt 2026 - 17:44 WIB