Jakarta, Sehatcantik.id – Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengarahkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 untuk memperbaiki ketepatan sasaran penerima manfaat dan meningkatkan kualitas dapur penyedia makanan.
Fokus program tidak lagi hanya pada perluasan jumlah penerima, tetapi memastikan makanan yang diberikan memiliki kualitas gizi yang baik serta layanan berjalan lebih efektif.
Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan keberhasilan MBG harus diukur dari kualitas pelaksanaan, bukan hanya jumlah penerima.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tahun 2026 ini kami tidak mengejar kuantitas. Kami akan memperbaiki kualitas. Bisa jadi kami tidak mengejar angka 82 juta penerima, tetapi bagaimana dapur-dapur ini sehat dan mampu memberikan makanan yang benar-benar bergizi,” ujar Nanik.
Menurutnya, pemerintah juga melakukan efisiensi anggaran agar program tetap berjalan optimal. Anggaran MBG yang sebelumnya sekitar Rp335 triliun kini disesuaikan menjadi sekitar Rp268 triliun.
“Kami concern hal pertama adalah untuk efisiensi, sehingga meski kini sudah tinggal Rp268 triliun, kami berharap masih bisa menurunkan lagi, tetapi tidak menurunkan kualitas,” katanya.
Untuk mendukung perbaikan program, BGN menyiapkan tiga langkah utama. Pertama, melakukan penataan ulang penerima manfaat agar lebih tepat sasaran. Kedua, menghentikan sementara pembangunan dapur baru. Ketiga, memperkuat kualitas dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi.
Perbaikan dapur mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan standar operasional, serta memastikan proses penyediaan makanan memenuhi ketentuan gizi dan keamanan pangan.
Pemerintah memastikan MBG tetap diprioritaskan bagi kelompok yang membutuhkan, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah yang masih menghadapi persoalan stunting dan kerawanan pangan.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pelaksanaan MBG harus dikawal dengan pengawasan yang kuat agar tujuan program benar-benar tercapai dan manfaatnya dirasakan masyarakat. (Sbw)













