Refocusing Penerima Manfaat dan Pembenahan Dapur Jadi Arah Baru MBG 2026

- Editor

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption:
MBG 2026 fokus memperbaiki kualitas layanan melalui penerima manfaat yang lebih tepat sasaran dan dapur yang lebih siap. (Foto: BGN)

Caption: MBG 2026 fokus memperbaiki kualitas layanan melalui penerima manfaat yang lebih tepat sasaran dan dapur yang lebih siap. (Foto: BGN)

Jakarta, Sehatcantik.id – Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengarahkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 untuk memperbaiki ketepatan sasaran penerima manfaat dan meningkatkan kualitas dapur penyedia makanan.

Fokus program tidak lagi hanya pada perluasan jumlah penerima, tetapi memastikan makanan yang diberikan memiliki kualitas gizi yang baik serta layanan berjalan lebih efektif.

Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan keberhasilan MBG harus diukur dari kualitas pelaksanaan, bukan hanya jumlah penerima.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tahun 2026 ini kami tidak mengejar kuantitas. Kami akan memperbaiki kualitas. Bisa jadi kami tidak mengejar angka 82 juta penerima, tetapi bagaimana dapur-dapur ini sehat dan mampu memberikan makanan yang benar-benar bergizi,” ujar Nanik.

Baca Juga :  Dari Edukasi hingga Investigasi Keracunan, Peran BPOM di MBG Menguat

Menurutnya, pemerintah juga melakukan efisiensi anggaran agar program tetap berjalan optimal. Anggaran MBG yang sebelumnya sekitar Rp335 triliun kini disesuaikan menjadi sekitar Rp268 triliun.

“Kami concern hal pertama adalah untuk efisiensi, sehingga meski kini sudah tinggal Rp268 triliun, kami berharap masih bisa menurunkan lagi, tetapi tidak menurunkan kualitas,” katanya.

Untuk mendukung perbaikan program, BGN menyiapkan tiga langkah utama. Pertama, melakukan penataan ulang penerima manfaat agar lebih tepat sasaran. Kedua, menghentikan sementara pembangunan dapur baru. Ketiga, memperkuat kualitas dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi.

Baca Juga :  Reza Gladys - Nikita Mirzani Cekcok di Depan Majelis Hakim

Perbaikan dapur mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan standar operasional, serta memastikan proses penyediaan makanan memenuhi ketentuan gizi dan keamanan pangan.

Pemerintah memastikan MBG tetap diprioritaskan bagi kelompok yang membutuhkan, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah yang masih menghadapi persoalan stunting dan kerawanan pangan.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pelaksanaan MBG harus dikawal dengan pengawasan yang kuat agar tujuan program benar-benar tercapai dan manfaatnya dirasakan masyarakat. (Sbw)

Berita Terkait

BPOM Gratiskan Registrasi Produk Pangan untuk UMKM
Industri Kosmetik Tumbuh Pesat, BPOM Permudah Proses Sertifikasi
Ditemani Istri, Richard Lee Jalani Sidang Kasus Perlindungan Konsumen
Anggaran Pengawasan MBG Rp675 M Disebut Belum Cair, BPOM Tetap Kawal Program
BPOM dan PYFA Dorong Industri Farmasi Menuju Net Zero Carbon
BPOM dan Ubaya Percepat Hilirisasi Riset untuk Perkuat Industri Obat Dalam Negeri
Sidang Suap Impor Seret Nama Pejabat BPOM dan Kemendag
Pemerintah Evaluasi Besar-besaran Program MBG, Anggaran Berpotensi Lebih Hemat
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:51 WIB

BPOM Gratiskan Registrasi Produk Pangan untuk UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:03 WIB

Industri Kosmetik Tumbuh Pesat, BPOM Permudah Proses Sertifikasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:31 WIB

Ditemani Istri, Richard Lee Jalani Sidang Kasus Perlindungan Konsumen

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:31 WIB

Anggaran Pengawasan MBG Rp675 M Disebut Belum Cair, BPOM Tetap Kawal Program

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:01 WIB

BPOM dan PYFA Dorong Industri Farmasi Menuju Net Zero Carbon

Berita Terbaru

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar dalam peluncuran Bulan Keamanan Pangan 2026 untuk memperkuat keamanan pangan dan mendukung UMKM. (Foto: BPOM)

Berita

BPOM Gratiskan Registrasi Produk Pangan untuk UMKM

Jumat, 19 Jun 2026 - 13:51 WIB