Jakarta, Sehatcantik.id — Suara dr. Richard Lee memecah ruang sidang Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu, 5 November 2026. Di hadapan majelis hakim, ia membantah dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menjeratnya atas tuduhan memproduksi dan mengedarkan sediaan farmasi tanpa standar.
Jaksa mempersoalkan dua tanggal: 12 dan 23 Oktober 2024. Pada tanggal tersebut, Richard dituding melakukan praktik yang dipersoalkan di wilayah hukum Tangerang. Namun, sang dokter estetika membantah tuduhan itu dengan menunjukkan dokumen perjalanan.
“Pada 12 Oktober 2024, saya bersama istri serta beberapa sahabat dekat dan pasangan mereka berada di Singapura untuk menonton konser Andy Lau,” ujar Richard di ruang sidang PN Tangerang.
Untuk memperkuat sangkalannya, ia menyerahkan paspor serta sejumlah tiket pesawat miliknya, sang istri, hingga asisten pribadinya kepada majelis hakim.
Sementara itu, pada 23 Oktober 2024, Richard mengaku berada di Jakarta untuk membuat konten bersama sejumlah pesohor. Ia menegaskan tidak berada di Tangerang pada kedua tanggal yang dipersoalkan jaksa.
“Karena itu, saya tegaskan, tidak pernah memproduksi ataupun mengedarkan produk ilegal apa pun pada kedua tanggal tersebut,” ucapnya.
Menguak Kejanggalan dan Motif Persaingan Bisnis
Persidangan hari itu juga menyingkap kejanggalan lain dalam berkas perkara. Bersama tim kuasa hukumnya, Faizal Hafied, Richard menyoroti sejumlah hal yang merujuk pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) hingga fakta persidangan, termasuk laporan yang diajukan dokter Samira Farahnaz alias Dokter Detektif (Doktif).
Di bawah sumpah, pelapor disebut menyatakan tidak mengalami kerugian materiil atau nihil kerugian.
Saat ditanya mengenai motif laporan yang menyeretnya ke meja hijau, Richard memberikan jawaban singkat.
“Persaingan bisnis,” jawabnya singkat.
Panggung pembelaan ini menjadi babak krusial menjelang pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum yang dijadwalkan pekan depan.
Menghadapi babak penentuan tersebut, Richard juga mengungkap sisi spiritualnya. Di tengah perkara yang menyita perhatian publik, ia memilih mengutip doa Nabi Yunus ketika berada di dalam perut paus. Doa itu menjadi ungkapan kepasrahan sekaligus harapan agar mendapat jalan keluar dari persoalan yang dihadapinya. (Sbw)














