8,2 Juta Ikut Cek Kesehatan Gratis, Keluhan Tertinggi Sakit Gigi

- Editor

Senin, 16 Juni 2025 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ada tiga masalah utama kesehatan yang terdeteksi dari program CKG yakni, hipertensi, diabetes melitus, dan gigi. (Foto: Kemenkes)

Ada tiga masalah utama kesehatan yang terdeteksi dari program CKG yakni, hipertensi, diabetes melitus, dan gigi. (Foto: Kemenkes)

Jakarta, Sehatcantik.id – Sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025, program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebanyak 8,2 juta orang telah ambil bagian. Program ini merupakan program andalan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui deteksi dini dan edukasi pencegahan agar masyarakat tidak jatuh sakit.

Program yang dirancang untuk menjangkau 280 juta penduduk Indonesia ini akan terus berlangsung secara bertahap hingga 5 tahun ke depan, melibatkan lebih dari 10 ribu Puskesmas di seluruh wilayah tanah air.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan ada tiga masalah utama kesehatan yang terdeteksi dari program ini, yakni, hipertensi, diabetes melitus, dan gangguan kesehatan gigi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masalah kesehatan gigi ternyata sangat tinggi, termasuk saya sendiri baru sadar. Tapi yang lebih penting, tiga masalah besar lainnya hipertensi, diabetes, dan obesitas adalah faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Dan dua penyakit inilah penyebab kematian nomor satu dan dua di Indonesia,” ujar Menkes Budi dalam keterangannya yang dikutip Senin (16/6).

Sebelumnya, saat menghadiri pelantikan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) periode 2025–2030 yang digelar di Jakarta, Sabtu (14/6),

Baca Juga :  Dokter Muda FKUI Wafat di Cianjur, Kemenkes Selidiki Suspek Campak

Menkes Budi menyatakan dukungnnya untuk memperkuat layanan kesehatan gigi secara menyeluruh, mulai dari edukasi sejak dini hingga pemerataan tenaga medis ke seluruh pelosok negeri.

Data Kementerian Kesehatan per 12 Juni 2025 menunjukkan, satu dari lima peserta mengalami hipertensi, 5,9 persen menderita diabetes melitus, dan 1 dari 2 peserta mengalami masalah gigi dan mulut, mulai dari gigi berlubang, gigi goyang, hingga gusi turun.

Selain itu, obesitas sentral juga menjadi perhatian, dengan prevalensi 50 persen pada perempuan dan 25 persen pada laki-laki, berdasarkan pengukuran lingkar pinggang (>90 cm untuk laki-laki dan >80 cm untuk perempuan).

“Penyakit tidak menular ini tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga mulai muncul di kelompok usia muda. Bahkan, 1 dari 3 orang usia di atas 40 tahun mengalami hipertensi, dan 1 dari 10 mengidap diabetes,” ujar Budi Gunadi.

Lebih jauh, Menkes mengingatkan masyarakat untuk tidak menunggu sakit baru memeriksakan diri.

“Kalau kita tahu lebih awal, kita bisa perbaiki. Entah dengan mengubah gaya hidup atau dengan pengobatan. Sehat itu investasi. Dan ini pesan langsung dari Presiden: jaga kesehatan agar rakyat Indonesia bisa bekerja, produktif, dan membawa negara kita menjadi negara maju di tahun 2045,” kata Budi Gunadi.

Baca Juga :  Komika Ernest Prakasa Dicatut Penerima BSU, Kemenkes Membantah

Kemenkes juga mengimbau masyarakat menjalani pola hidup sehat, mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, asin, serta berlemak, aktif bergerak minimal 30 menit per hari, rutin cek tekanan dan gula darah, serta menjaga kesehatan gigi dengan prinsip 4M (menggosok gigi, membatasi gula, memeriksa gigi secara rutin, dan mengonsumsi buah serta sayur).

Program CKG telah dilaksanakan pada 9.552 puskesmas di 38 provinsi. Partisipasi tertinggi berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, yang menyumbang sekitar 60 persen dari total peserta. Sementara itu, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan tercatat dengan partisipasi terendah.

Program CKG dirancang untuk menjangkau 280 juta penduduk Indonesia ini akan terus berlangsung secara bertahap hingga 5 tahun ke depan, melibatkan lebih dari 10 ribu Puskesmas di seluruh wilayah tanah air. (sbw)

Berita Terkait

Operasional Koperasi Merah Putih Diresmikan, Klinik Kesehatan Mulai Bergerak
Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf
Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya
BPOM Wajibkan Minimarket Punya Pengawas Obat, Tak Harus Apoteker
Meski Anggaran Kalah dengan Pengadaan Kaos Kaki, Taruna Ikrar Tancap Gas Sidak MBG
Tuding Mualaf Settingan, Richard Lee Siap Seret Doktif
Kemenkes Siapkan RS PON, RSCM hingga RSJ Disiapkan untuk Korban Tabrakan Kereta di Bekasi
BPOM Gandeng Finalis Puteri Indonesia Perkuat Keamanan Obat dan Makanan

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 10:49 WIB

Operasional Koperasi Merah Putih Diresmikan, Klinik Kesehatan Mulai Bergerak

Senin, 11 Mei 2026 - 17:23 WIB

Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:23 WIB

Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:21 WIB

BPOM Wajibkan Minimarket Punya Pengawas Obat, Tak Harus Apoteker

Kamis, 30 April 2026 - 10:59 WIB

Meski Anggaran Kalah dengan Pengadaan Kaos Kaki, Taruna Ikrar Tancap Gas Sidak MBG

Berita Terbaru

BPOM kembali menegaskan sikap tegasnya dengan menarik produk kosmetik bermasalah dari peredaran tanpa kompromi. (Foto: BPOM RI)

Berita

Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf

Senin, 11 Mei 2026 - 17:23 WIB

BPOM mencabut izin 11 kosmetik berbahaya yang mengandung merkuri, hidrokinon, dan zat lain yang mengancam kesehatan di balik janji kulit cantik instan. (Foto: BPOM)

Berita

Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:23 WIB