Dokter Muda FKUI Wafat di Cianjur, Kemenkes Selidiki Suspek Campak

- Editor

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter muda Andito Wibisono (26) meninggal di Cianjur, diduga akibat campak dengan komplikasi pneumonia. (Foto: FKUI)

Dokter muda Andito Wibisono (26) meninggal di Cianjur, diduga akibat campak dengan komplikasi pneumonia. (Foto: FKUI)

Jakarta, Sehatcantik.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dan Provinsi Jawa Barat akan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE), menyusul temuan kasus suspek campak di wilayah Cipanas, Kabupaten Cianjur.

Langkah ini dilakukan untuk menelusuri sumber penularan, mengidentifikasi kontak erat, serta menilai risiko penyebaran di masyarakat.

Seorang dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Andito Mohammad Wibisono (26), yang tengah menjalani program internship di RSUD Cimacan, meninggal dunia pada Kamis (26/3) setelah mengalami gejala berat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengonfirmasi kasus tersebut.

“Kementerian Kesehatan mengonfirmasi adanya satu kasus suspek campak pada seorang dokter laki-laki berinisial AMW (26 tahun) yang berdomisili di Cipanas, Kabupaten Cianjur,” ujarnya.

Aji menjelaskan, almarhum mengalami gejala klinis berupa demam, ruam merah, serta sesak napas berat.

“Berdasarkan hasil investigasi sementara, pasien mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya,” kata Aji

Penanganan medis telah dilakukan sesuai standar di RSUD Cimacan pada 26 Maret 2026. Namun demikian, pasien tidak tertolong.

“Pihak RSUD Cimacan telah melakukan penanganan medis sesuai standar pada 26 Maret 2026. Namun demikian pasien kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah pihak RS mengupayakan penanganan maksimal,” ujarnya.

Baca Juga :  Komika Ernest Prakasa Dicatut Penerima BSU, Kemenkes Membantah

Aji menambahkan, sebagai respons cepat, Kemenkes bersama pemerintah daerah akan melakukan investigasi lapangan.

“Tim kesehatan akan melakukan penelusuran kontak erat, mencari sumber penularan, melakukan penilaian risiko dan memberikan vitamin A untuk mencegah penularan lebih luas di wilayah setempat,” katanya.

Kemenkes juga mengingatkan bahwa campak tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga berisiko pada orang dewasa.

“Kasus ini mengingatkan kita bahwa penyakit campak bukan hanya dapat menyerang anak-anak. Orang dewasa yang belum pernah divaksinasi atau belum pernah terinfeksi campak tetap memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi serius dan berakibat fatal,” jelas Aji.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan melengkapi imunisasi.

“Kemenkes mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit campak. Segera lengkapi status imunisasi karena vaksinasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah gejala berat dan kematian akibat penyakit campak,” ujarnya.

“Untuk pencegahannya, masyarakat juga diimbau tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti rajin mencuci tangan pakai air dan sabun, konsumsi makanan bergizi serta menggunakan masker jika sedang sakit campak,” tambah Aji.

Campak adalah infeksi virus menular dengan gejala demam dan ruam, berisiko komplikasi serius hingga kematian. (Foto: Freepik)

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kedokteran UI, Ari Fahrial Syam, mengenang almarhum sebagai sosok berprestasi dan berdedikasi tinggi.

“Dokter Andito adalah salah satu mahasiswa bimbingan saya. Ia menulis tentang COVID-19, dan abstraknya diterima di kongres internasional serta dipublikasikan di jurnal internasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Study berries plays a role in child obesity

Ia juga menilai Andito sebagai pribadi yang menonjol. “Beliau memang anak yang cerdas, humble, dan punya kemampuan mengorganisir teman-temannya,” kata Ari.

Menurut Ari, almarhum sempat direncanakan untuk dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap saat kondisinya kritis. “Sebenarnya sudah disiapkan ruang di ICU RSUI, tapi beliau wafat sebelum bisa dipindahkan,” ujarnya.

Ucapan duka juga disampaikan melalui akun resmi @medicine_ui.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah wafat dr. Andito Mohammad Wibisono pada Kamis, 26 Maret 2026. dr. Andito adalah angkatan FKUI 2019. Almarhum juga pernah menjadi asisten dekan pada periode Prof. Ari Fahrial Syam. Keluarga besar FKUI sangat kehilangan atas wafatnya dr. Andito. Teriring doa, kami sampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian almarhum semasa hidup. dr. Andito adalah pribadi yang baik dan menyenangkan. Semoga Allah SWT menerima setiap amal ibadah, dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kesabaran. Amin.” tulis akun tersebut.

Kepergian Andito meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan dunia medis, sekaligus menjadi pengingat bahwa campak masih menjadi ancaman serius jika tidak diantisipasi dengan imunisasi dan kewaspadaan yang memadai. (Sbw)

Berita Terkait

Doktif Hadir di Sidang Richard Lee: “Saya Juru Kunci Pintu Neraka”
Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat
Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes
Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining
Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot
Ditjenpas: Tak Ada Intimidasi, Nikita Justru Duta Layanan Rutan
Indonesia Kejar Nol Kematian Dengue, Teknologi Wolbachia Jadi Salah Satu Senjata
Sidang Ditunda, Pengalihan Tahanan Ditolak, Richard Lee Gagal Bertemu Anak

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Doktif Hadir di Sidang Richard Lee: “Saya Juru Kunci Pintu Neraka”

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot

Berita Terbaru