Menkes Budi Terima Penghargaan ‘The Goalkeepers’ dari Gates Foundation

- Editor

Selasa, 23 September 2025 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkes Budi dinobatkan berkat kepemimpinannya dalam mentransformasi sistem kesehatan Indonesia pascapandemi COVID-19. (Foto: Dok. Kemenkes)

Menkes Budi dinobatkan berkat kepemimpinannya dalam mentransformasi sistem kesehatan Indonesia pascapandemi COVID-19. (Foto: Dok. Kemenkes)

New York, Sehatcantik.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menerima penghargaan bergengsi The Goalkeepers dari Bill & Melinda Gates Foundation pada ajang Goalkeepers 2025 di New York, Senin (22/9/2025).

Penghargaan ini diberikan kepada tokoh dunia yang dinilai berhasil mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Menkes Budi dinobatkan berkat kepemimpinannya dalam mentransformasi sistem kesehatan Indonesia pascapandemi COVID-19.

The Goalkeepers merupakan tokoh-tokoh dunia yang dengan penuh komitmen menjaga dan memperjuangkan tercapainya target SDGs. Dalam pidato kuncinya, Menkes Budi mengenang perjalanan hidupnya sejak lahir pada 1964.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada tahun kelahiran saya, satu dari tujuh bayi Indonesia tidak berhasil bertahan hidup hingga ulang tahun pertamanya. Berkat vaksinasi anak seperti vaksin cacar, saya beruntung bisa selamat, tumbuh dewasa, menempuh pendidikan fisika, membangun karier 30 tahun di bidang perbankan, dan akhirnya dipercaya menjadi Menteri Kesehatan Republik Indonesia,” ujar Budi.

Budi juga menyinggung penunjukan dirinya sebagai Menkes pada 2020. Saat itu, ia menjadi Menteri Kesehatan pertama yang tidak berlatar belakang medis. Presiden menugaskannya dua hal: pertama, menggulirkan vaksinasi COVID-19 secepat mungkin; kedua, melaksanakan reformasi terbesar dalam sejarah sistem kesehatan Indonesia.

Baca Juga :  Dermaroller Wajah Sembarangan Berisiko Picu Penyakit Baru

Dalam waktu kurang dari dua tahun, Indonesia berhasil mendistribusikan sekitar 450 juta dosis vaksin COVID-19 ke 280 juta penduduk di lebih dari 7.000 pulau berpenghuni.

“Tanggung jawab saya bukan hanya menakhodai bangsa melewati krisis, tetapi membangun sistem kesehatan nasional yang cukup kuat untuk melindungi setiap anak, setiap keluarga, setiap warga negara, jauh setelah krisis usai,” tegas Budi.

Pascapandemi, Indonesia segera menambahkan vaksin HPV, PCV, dan Rotavirus ke program imunisasi nasional untuk menekan angka kematian ibu dan anak.

“Setiap tahun, ribuan ibu dan anak di Indonesia meninggal akibat kanker serviks, pneumonia, dan diare. Karena itu kami perlu bertindak cepat,” ujar Budi.

Selain imunisasi, revitalisasi layanan primer juga menjadi prioritas. Kemenkes membenahi 10.000 Puskesmas, 80.000 Pustu, dan 300.000 Poskesdes melalui dukungan pendanaan pembangunan.

Baca Juga :  Kasus Campak dari Indonesia Disorot Australia, Kemenkes Buka Suara

Budi menambahkan, pada Februari 2025, Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program kesehatan terbesar yang pernah ada, yakni skrining kesehatan gratis tahunan untuk seluruh masyarakat Indonesia.

“Hingga kini, lebih dari 30 juta orang telah disaring. Dengan kecepatan 500.000 skrining per hari, kami menargetkan lebih dari 50 juta orang terlayani pada akhir tahun,” ungkapnya.

Menurut Menkes, kerja sama internasional menjadi kunci keberhasilan. Akses yang adil terhadap layanan primer dan vaksin tidak dapat diwujudkan dalam semalam. Dukungan organisasi internasional seperti Gavi, Global Fund, dan Gates Foundation sangat membantu Indonesia.

“Sistem kesehatan, baik nasional maupun global, tidak dapat dijaga hanya oleh satu tangan, melainkan oleh paduan banyak tangan yang terulur bersama. Bukan untuk saling menaklukkan, melainkan untuk menaklukkan penyakit; bukan untuk mengklaim kejayaan, melainkan untuk menjaga kehidupan,” tutup Budi. (Sbw)

Berita Terkait

Pemeriksaan Richard Lee Ditunda Senin, Doktif Tetap Siap Kawal Kasus
Kasus Campak dari Indonesia Disorot Australia, Kemenkes Buka Suara
Richard Lee Diperiksa, Doktif Bongkar Produk yang Diklaim Bermasalah
Datang ke Kantor Polisi Pakai Kursi Roda, Doktif Tegaskan Bukan Sindiran
Dermaroller Wajah Sembarangan Berisiko Picu Penyakit Baru

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 16:13 WIB

Pemeriksaan Richard Lee Ditunda Senin, Doktif Tetap Siap Kawal Kasus

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:17 WIB

Kasus Campak dari Indonesia Disorot Australia, Kemenkes Buka Suara

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:02 WIB

Richard Lee Diperiksa, Doktif Bongkar Produk yang Diklaim Bermasalah

Jumat, 23 Januari 2026 - 22:55 WIB

Datang ke Kantor Polisi Pakai Kursi Roda, Doktif Tegaskan Bukan Sindiran

Selasa, 23 September 2025 - 18:19 WIB

Menkes Budi Terima Penghargaan ‘The Goalkeepers’ dari Gates Foundation

Berita Terbaru

BPOM kembali menegaskan sikap tegasnya dengan menarik produk kosmetik bermasalah dari peredaran tanpa kompromi. (Foto: BPOM RI)

Berita

Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf

Senin, 11 Mei 2026 - 17:23 WIB

BPOM mencabut izin 11 kosmetik berbahaya yang mengandung merkuri, hidrokinon, dan zat lain yang mengancam kesehatan di balik janji kulit cantik instan. (Foto: BPOM)

Berita

Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:23 WIB

Pihak dr. Richard Lee menyiapkan langkah hukum untuk melaporkan Dokter Detektif atas tuduhan soal status mualaf yang dinilai sebagai pencemaran nama baik dan fitnah. (Foto: Danu Baharuddin/Sehatcantik.id)

Berita

Tuding Mualaf Settingan, Richard Lee Siap Seret Doktif

Rabu, 29 Apr 2026 - 16:39 WIB