Kesehatan Mental Remaja Jadi Alarm, Kemenkes Temukan Gejala Depresi Mulai Muncul Sejak SMP

- Editor

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Skrining CKG Kemenkes menemukan gejala depresi mulai muncul pada remaja sejak usia SMP dan meningkat pada kelompok SMA.(Foto: Freepik)

Skrining CKG Kemenkes menemukan gejala depresi mulai muncul pada remaja sejak usia SMP dan meningkat pada kelompok SMA.(Foto: Freepik)

Jakarta, Sehatcantik.id — Cek Kesehatan Gratis (CKG) tidak hanya menemukan persoalan fisik masyarakat. Program skrining Kementerian Kesehatan juga membuka gambaran baru tentang kondisi kesehatan mental remaja Indonesia, dengan gejala depresi mulai terdeteksi sejak usia sekolah menengah pertama.

Hingga 5 Juli 2026, CKG telah diikuti sekitar 59,6 juta peserta. Dari hasil pemeriksaan tersebut, Kemenkes menemukan bahwa jenis gangguan kesehatan yang muncul memiliki pola berbeda sesuai tahapan usia.

Pada anak sekolah dasar, masalah kesehatan masih banyak berkaitan dengan karies gigi, tekanan darah, gangguan status gizi, serta masalah pendengaran dan penglihatan. Namun ketika memasuki masa remaja awal, persoalan mulai bergeser.

Kelompok usia SMP mulai menunjukkan temuan terkait kesehatan jiwa. Selain masalah gigi yang masih menjadi salah satu gangguan terbanyak, muncul pula gejala depresi yang perlu mendapat perhatian. Pada fase ini juga ditemukan risiko TBC, hipertensi, dan gangguan gizi.

Kondisi tersebut semakin terlihat pada kelompok SMA. Kemenkes mencatat gangguan mental dan depresi menjadi salah satu tantangan kesehatan yang meningkat, bersamaan dengan persoalan obesitas, hipertensi, karies gigi, serta risiko penyakit lainnya.

“Penyakit atau faktor risiko yang ditemukan berbeda-beda sesuai kelompok usia. Karena itu, skrining menjadi penting untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang sejak dini,” ujar Kemenkes dalam pemaparan hasil CKG.

Menurut Kemenkes, masa remaja merupakan periode krusial karena terjadi perubahan besar, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Jika gangguan kesehatan mental tidak dikenali sejak awal, kondisi tersebut dapat berdampak pada proses belajar, hubungan sosial, hingga kualitas hidup anak di masa depan.

Baca Juga :  Pemeriksaan Richard Lee Ditunda Senin, Doktif Tetap Siap Kawal Kasus

Melalui CKG, pemerintah mendorong deteksi lebih awal agar masyarakat tidak datang ke fasilitas kesehatan ketika masalah sudah berkembang. Hasil pemeriksaan diharapkan menjadi pintu masuk untuk memberikan edukasi, pendampingan, dan penanganan sesuai kebutuhan setiap kelompok usia.

Kesehatan anak, kata Kemenkes, tidak lagi cukup diukur dari bebas penyakit fisik. Kondisi mental juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang sehat dan produktif. (Sbw)

Berita Terkait

BPOM Sita 2,1 Juta Kosmetik Ilegal Senilai Rp35,8 Miliar
Pemeriksaan Richard Lee Ditunda Senin, Doktif Tetap Siap Kawal Kasus
Kasus Campak dari Indonesia Disorot Australia, Kemenkes Buka Suara
Richard Lee Diperiksa, Doktif Bongkar Produk yang Diklaim Bermasalah
Datang ke Kantor Polisi Pakai Kursi Roda, Doktif Tegaskan Bukan Sindiran
Menkes Budi Terima Penghargaan ‘The Goalkeepers’ dari Gates Foundation
Dermaroller Wajah Sembarangan Berisiko Picu Penyakit Baru

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:10 WIB

BPOM Sita 2,1 Juta Kosmetik Ilegal Senilai Rp35,8 Miliar

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:29 WIB

Kesehatan Mental Remaja Jadi Alarm, Kemenkes Temukan Gejala Depresi Mulai Muncul Sejak SMP

Kamis, 2 April 2026 - 16:13 WIB

Pemeriksaan Richard Lee Ditunda Senin, Doktif Tetap Siap Kawal Kasus

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:17 WIB

Kasus Campak dari Indonesia Disorot Australia, Kemenkes Buka Suara

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:02 WIB

Richard Lee Diperiksa, Doktif Bongkar Produk yang Diklaim Bermasalah

Berita Terbaru