Jakarta, Sehatcantik.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memprakarsai Global Cosmetic Regulatory Network (IGCRN) untuk memperkuat kerja sama dan pertukaran informasi di bidang regulasi kosmetik internasional.
Forum yang digelar bersama Society of Indonesian Cosmetic Scientists (SICS) dan Cosmobeauté Indonesia di ICE BSD, Tangerang, pada 2–3 Oktober 2026 itu mempertemukan sekitar 160 peserta dari kalangan regulator, akademisi, dan industri.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, setiap negara memiliki sistem regulasi berbeda. Namun, industri kosmetik global menghadapi tantangan yang sama sehingga kolaborasi internasional menjadi semakin penting.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perbedaan ini menjadi peluang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, memperkuat kapasitas, dan membangun solusi bersama,” ujar Taruna.
BPOM juga mendorong kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha agar hasil riset dapat lebih cepat terhubung dengan kebutuhan industri.
Salah satunya melalui platform BRIDGE, yang mempertemukan peneliti dan mitra industri untuk mendorong hilirisasi inovasi. Hingga kini, 13 proposal penelitian produk kosmetik telah diajukan melalui platform tersebut.
IGCRN turut membahas perkembangan regulasi kosmetik di Indonesia, Korea Selatan, Uni Eropa, dan Swiss. Diskusi juga mencakup inovasi bahan dan teknologi kosmetik serta perkembangan regulasi kosmetik halal.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan deklarasi inisiasi IGCRN sebagai langkah awal membangun jejaring komunikasi dan kerja sama regulatori yang lebih terstruktur di tingkat internasional.
Melalui jejaring tersebut, BPOM berharap kolaborasi global dapat memperkuat ekosistem industri kosmetik nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar dunia. (Sbw)













