Rp509 Miliar untuk MBG, Anggaran Pengawasan BPOM Tertekan

- Editor

Kamis, 17 September 2026 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPOM Taruna Ikrar memaparkan anggaran dan pengawasan keamanan pangan MBG dalam RDP bersama Komisi IX DPR RI. (Foto: Sehatcanatik.id/Sbw)

Kepala BPOM Taruna Ikrar memaparkan anggaran dan pengawasan keamanan pangan MBG dalam RDP bersama Komisi IX DPR RI. (Foto: Sehatcanatik.id/Sbw)

Jakarta, Sehatcantik.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut menggeser peta anggaran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dari total pagu BPOM sebesar Rp1,93 triliun untuk 2027, Rp509 miliar dialokasikan untuk mendukung pengawasan keamanan pangan dalam program MBG.

Angka itu menjadi sorotan Komisi IX DPR RI. Sebab, di saat BPOM mendapat tambahan pekerjaan mengawasi pangan MBG, anggaran untuk menjalankan tugas pokok pengawasan obat dan makanan justru disebut mengalami penurunan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan kondisi tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) di Gedung Nusantara I, Kamis (17/9/2026).

Menurut Taruna, dari total pagu Rp1,93 triliun, sekitar 67,79 persen digunakan untuk belanja operasional. Sisanya, 32,21 persen, dialokasikan untuk belanja nonoperasional, termasuk program prioritas nasional MBG serta pelaksanaan tugas pengawasan obat dan makanan.

Taruna mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, anggaran untuk tugas pokok dan fungsi BPOM turun sekitar Rp700 miliar.

“Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terjadi penurunan anggaran tahun 2027 untuk tugas pokok fungsi BPOM kurang lebih Rp700 miliar,” kata Taruna.

Rp509 Miliar untuk Mengawasi Makanan Gratis

Dalam program MBG, BPOM tidak hanya mengawasi makanan setelah beredar.

Pengawasan dilakukan sejak pencegahan, penelusuran ketika terjadi masalah, hingga surveilans melalui pengambilan sampel dan pengujian.

Baca Juga :  BPOM Bongkar Ancaman Pangan Tak Aman, Kerugian Ekonomi Capai Rp229 Triliun per Tahun

BPOM juga akan mendampingi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), memberikan edukasi keamanan pangan, menerapkan pengawasan berbasis risiko, serta memperkuat kapasitas unit pelaksana teknis di daerah.

Jika terjadi insiden, BPOM menyiapkan investigasi, penelusuran rantai pasok, tindakan koreksi, hingga pengawasan setelah temuan.

Masalahnya kemudian sederhana: apakah uang untuk mengawasi MBG akan menggerus kemampuan BPOM mengawasi obat dan makanan yang beredar di masyarakat?

Pertanyaan itu muncul dari sejumlah anggota Komisi IX.

Muhammad Haris mempertanyakan jaminan BPOM bahwa alokasi Rp509 miliar untuk MBG tidak mengurangi pengawasan obat dan makanan, termasuk penindakan rutin.

Netty Prasetiyani juga menyoroti kemampuan BPOM mempertahankan kinerja pengawasan dengan struktur anggaran yang tersedia. Menurut dia, risiko peredaran obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan tetap ada sehingga pengawasan harus memiliki skala prioritas.

Charles Honoris mempertanyakan hal serupa. Ia menilai kebutuhan anggaran pengawasan perlu diperkuat karena dengan anggaran yang lebih besar sekalipun masih ditemukan produk obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan beredar di masyarakat.

Charles bahkan mempertanyakan posisi BPOM dalam ekosistem MBG.

Jika BPOM tidak menjadi bagian dari ekosistem tersebut, menurut Charles, anggaran Rp509 miliar untuk pengawasan MBG dapat dialihkan kembali untuk memperkuat tugas utama BPOM.

Baca Juga :  Pemeriksaan Richard Lee Ditunda Senin, Doktif Tetap Siap Kawal Kasus

BPOM Minta Tambahan Rp2,4 Triliun

BPOM tidak berhenti pada keluhan soal anggaran.

Lembaga itu mengusulkan tambahan anggaran Rp2,4 triliun untuk memperkuat pengawasan obat dan makanan, perlindungan masyarakat, sekaligus mendukung daya saing industri nasional.

Taruna menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi BPOM untuk meninggalkan tugasnya.

“Ada anggaran atau tidak ada anggaran, kita wajib hukumnya melaksanakan tugas dan fungsinya BPOM,” ujar Taruna.

Ia menyebut salah satu jalan keluar adalah penambahan anggaran. Namun jika tambahan anggaran tidak tersedia, BPOM dapat mengusulkan realokasi Rp509 miliar yang saat ini dialokasikan untuk pengawasan MBG.

Sementara itu, BGN mendapat alokasi anggaran Rp240,2 triliun untuk 2027. Sebanyak 96,85 persen anggaran tersebut dialokasikan untuk pemenuhan gizi nasional.

Pada akhir rapat, Komisi IX DPR RI menyetujui pagu BPOM 2027 sebesar Rp1,93 triliun.

Komisi IX juga menyetujui dan meminta BPOM mengusulkan tambahan anggaran Rp2,4 triliun untuk memperkuat fungsi pengawasan obat dan makanan.

Dengan demikian, persoalan anggaran BPOM 2027 bukan cuma soal berapa besar uang yang tersedia. Ada pekerjaan baru yang ikut masuk: memastikan makanan gratis untuk jutaan penerima tetap aman, tanpa membuat pengawasan obat dan makanan kehilangan tenaga. (Sbw)

Berita Terkait

Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf
Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional
Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi
Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?
Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar
Doktif Terdesak di Sidang dr. Richard Lee: Isu Pemerasan 20 Miliar hingga Skincare 1.000 Perak
Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan
Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 01:32 WIB

Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf

Senin, 28 September 2026 - 17:54 WIB

Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional

Minggu, 27 September 2026 - 13:46 WIB

Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi

Sabtu, 26 September 2026 - 21:39 WIB

Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?

Kamis, 24 September 2026 - 19:37 WIB

Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar

Berita Terbaru

Sekitar 363 ribu anak terindikasi mengalami gejala depresi berdasarkan skrining kesehatan Kemenkes. (Foto: Pexels)

Anak

Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:46 WIB

Produk pangan olahan kemasan wajib mengantongi sertifikat halal demi syarat izin edar BPOM. (Foto: pexels)

Berita

Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:39 WIB

Saksi Janet Aprilia Stanzah memberikan keterangan dalam sidang perkara Richard Lee di Pengadilan Negeri Tangerang.(Foto: Sehatcantik.id/Sbw)

Berita

Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar

Kamis, 24 Sep 2026 - 19:37 WIB