Kemenkes Hentikan Sementara PPDS Anestesi Unsrat, Dugaan Bullying Dokter Muda Diselidiki

- Editor

Senin, 6 Juli 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenkes hentikan sementara PPDS Anestesi Unsrat untuk mengevaluasi dugaan perundungan yang menimpa dokter muda dr Adrian. (Foto: Dok. RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado)

Kemenkes hentikan sementara PPDS Anestesi Unsrat untuk mengevaluasi dugaan perundungan yang menimpa dokter muda dr Adrian. (Foto: Dok. RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado)

Jakarta. Sehatcantik.id — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghentikan sementara kegiatan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado.

Penghentian dilakukan setelah meninggalnya dr. Adrian Rantung, peserta PPDS Anestesiologi yang diduga mengalami perundungan selama menjalani pendidikan dokter spesialis.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes dr. Azhar Jaya mengatakan keputusan penghentian sementara telah disampaikan kepada pihak rumah sakit sebagai langkah awal evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pendidikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah saya minta stop,” kata Azhar saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).

Baca Juga :  BPOM Terbitkan Izin Edar Dua Produk Terapi Kanker

Kebijakan tersebut kemudian dituangkan melalui keputusan Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado tentang penghentian sementara kegiatan pembelajaran Program Studi Anestesiologi.

Kemenkes menyatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan proses evaluasi berjalan tanpa mengganggu pengungkapan fakta terkait dugaan perundungan yang dialami korban. Pemerintah juga akan menelusuri sistem pendidikan, pola pembinaan, serta mekanisme pengawasan dalam lingkungan PPDS.

Kasus meninggalnya dr. Adrian menambah daftar sorotan terhadap persoalan kekerasan dan tekanan dalam pendidikan dokter spesialis. Sebelumnya, Kemenkes juga menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi calon dokter.

Baca Juga :  Jangan Anggp Remeh, Ini Tips Jaga Kesehatan di Musim Hujan

Evaluasi terhadap PPDS kini menjadi perhatian karena program pendidikan tersebut berada dalam posisi penting mencetak dokter spesialis, namun tetap harus berjalan dengan prinsip keselamatan, kesehatan, dan penghormatan terhadap peserta didik.

Kemenkes memastikan penghentian sementara bukan berarti menghentikan proses pendidikan secara permanen, melainkan menjadi bagian dari langkah koreksi untuk memastikan standar pendidikan dan perlindungan peserta berjalan sesuai ketentuan.

Pemerintah sebelumnya juga mendorong penguatan perlindungan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan agar tidak ada lagi praktik intimidasi maupun perundungan yang menghambat proses belajar dan pelayanan kesehatan. (Sbw)

Berita Terkait

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar
Majelis Hakim Kabulkan Permohonan Richard Lee, Empat Orang Jadi Penjamin
BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Rp25 Miliar di Tangerang
Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf
Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional
Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi
Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?
Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:44 WIB

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Majelis Hakim Kabulkan Permohonan Richard Lee, Empat Orang Jadi Penjamin

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:47 WIB

BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Rp25 Miliar di Tangerang

Rabu, 30 September 2026 - 01:32 WIB

Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf

Senin, 28 September 2026 - 17:54 WIB

Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional

Berita Terbaru

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengecek produk kosmetik ilegal yang disita dari fasilitas produksi di Mojokerto, Jawa Timur. (Foto: BPOM RI)

Berita

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar

Senin, 19 Okt 2026 - 17:44 WIB