Saksi Absen, Richard Lee Lemas, Sidang Ditunda

- Editor

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terdakwa dr. Richard Lee memohon penundaan sidang di PN Tangerang akibat kondisi fisiknya drop, Rabu (26/8/2026). (Foto: Sehatcantik/Sbw)

Terdakwa dr. Richard Lee memohon penundaan sidang di PN Tangerang akibat kondisi fisiknya drop, Rabu (26/8/2026). (Foto: Sehatcantik/Sbw)

Tangerang, Sehatcantik.id – Pemeriksaan perkara dugaan pelanggaran Undang-Undang Kesehatan dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen dengan terdakwa dr. Richard Lee di Pengadilan Negeri Tangerang tak berjalan sesuai agenda pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Majelis hakim menetapkan persidangan ditunda lantaran kondisi fisik terdakwa yang menurun serta kegagalan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi-saksi fakta.

Penurunan Fisik di Tengah Masa Penahanan

Penundaan bermula dari masa tunggu persidangan yang molor hingga hampir 10 jam di pengadilan. Richard Lee, yang telah berada di gedung pengadilan sejak pukul 10.00 WIB, baru menjalani persidangan setelah giliran sidangnya dipanggil menjelang malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melihat agenda pemeriksaan baru dimulai pada malam hari, Richard menyampaikan permohonan langsung di hadapan majelis hakim untuk menghentikan jalannya persidangan.

“Yang Mulia, saya sudah ada di sini dari jam 10 pagi. Jujur Yang Mulia, kondisi fisik saya sekarang tidak terlalu fit. Saya tidak sanggup untuk meneruskan sidang ini karena saya sudah tidak konsentrasi, saya sudah kelaparan,” ujar Richard.

Baca Juga :  Cara Mengatasi Kulit Terbakar Matahari

Ia menambahkan bahwa proses persidangan yang kerap bergulir hingga larut malam berimbas buruk pada kesehatan fisiknya. “Setiap kali saya sidang, pulang malam, Yang Mulia. Biasanya saya selalu sakit,” tuturnya.

Tim kuasa hukum menegaskan permohonan tersebut murni didasari pertimbangan medis mendesak. Selama mendekam di ruang tahanan Lapas Pemuda Tangerang, berat badan Richard dilaporkan menyusut hingga 5 kilogram dan sempat mengalami penurunan saturasi oksigen.

Pihak penasihat hukum sekaligus menepis tuduhan bahwa permohonan penundaan sidang merupakan strategi untuk mengulur waktu.

Ketidaksiapan Penuntut Umum dan Celah Kesaksian

Di luar kendala fisik terdakwa, majelis hakim menyoroti ketidakhadiran saksi-saksi kunci fakta yang dijadwalkan oleh penuntut umum. Kosongnya kursi saksi menghambat agenda pembuktian yang krusial untuk menguji dakwaan terkait ulasan overclaim bahan aktif produk skincare.

Baca Juga :  Kubu Richard Lee Bongkar Perbedaan Keterangan Saksi di Persidangan

Tim pembela menilai ketidaksiapan JPU merugikan hak terdakwa untuk memperoleh kepastian hukum secara cepat.

Hal ini menambah daftar persoalan prosedural yang sebelumnya disoroti penasihat hukum, seperti ketidaksesuaian antara Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan keterangan saksi di bawah sumpah.

Pada persidangan pertengahan Agustus lalu, perbedaan keterangan tersebut sempat memicu polemik mengenai status toko daring pelapor. Isu ini mencakup pula tuduhan permintaan uang damai Rp200 miliar yang telah dibantah saksi pelapor, Samira Farahnaz alias Dokter Detektif.

Majelis hakim menetapkan sidang ditunda dan dijadwalkan kembali pada Senin, 31 Agustus 2026. Penuntut umum diperintahkan menghadirkan saksi-saksi fakta yang relevan guna menuntaskan tahap pembuktian. (Sbw)

Berita Terkait

BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Rp25 Miliar di Tangerang
Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf
Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional
Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi
Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?
Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar
Doktif Terdesak di Sidang dr. Richard Lee: Isu Pemerasan 20 Miliar hingga Skincare 1.000 Perak
Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:47 WIB

BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Rp25 Miliar di Tangerang

Rabu, 30 September 2026 - 01:32 WIB

Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf

Senin, 28 September 2026 - 17:54 WIB

Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional

Minggu, 27 September 2026 - 13:46 WIB

Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi

Sabtu, 26 September 2026 - 21:39 WIB

Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?

Berita Terbaru

Sekitar 363 ribu anak terindikasi mengalami gejala depresi berdasarkan skrining kesehatan Kemenkes. (Foto: Pexels)

Anak

Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:46 WIB

Produk pangan olahan kemasan wajib mengantongi sertifikat halal demi syarat izin edar BPOM. (Foto: pexels)

Berita

Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:39 WIB