Kemenkes Bakal Kirim 600 Dokter-Perawat ke Daerah Bencana Sumatra

- Editor

Rabu, 17 Desember 2025 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 600 dokter umum, dokter spesialis, dan perawat akan diberangkatkan ke wilayah bencana Sumatra. (Foto: Kompas)

Sebanyak 600 dokter umum, dokter spesialis, dan perawat akan diberangkatkan ke wilayah bencana Sumatra. (Foto: Kompas)

Jakarta, Sehatcantik.id – Ketika banjir dan longsor memutus jalan, listrik, dan komunikasi di sejumlah wilayah Sumatra, satu jalur tetap dipaksa terbuka: jalur penyelamatan nyawa. Dari pusat pemerintahan, negara mengirimkan ratusan tenaga medis ke titik-titik paling genting, memastikan layanan kesehatan tidak ikut hanyut bersama bencana.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sebanyak 600 dokter umum, dokter spesialis, dan perawat akan diberangkatkan ke rumah sakit serta puskesmas di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Para tenaga medis tersebut akan dikirim secara bergilir atau rolling setiap dua pekan.

Hal itu disampaikan Budi saat melaporkan kesiapan Kementerian Kesehatan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). Dari total 600 tenaga medis, sebanyak 450 orang disebut telah siap diberangkatkan pada pekan ini.

“Kita batch pertama akan memberangkatkan 600 orang. Sebanyak 450 di antaranya sudah siap diberangkatkan minggu ini,” ujar Budi.

Budi menjelaskan, Kementerian Kesehatan telah melakukan pendataan kebutuhan dokter umum, dokter spesialis, dan perawat di seluruh lokasi terdampak bencana. Untuk teknis keberangkatan, Kemenkes akan berkoordinasi dengan TNI, termasuk opsi pengangkutan menggunakan pesawat militer.

“Kalau diangkutnya pakai Hercules juga bisa, biar mereka merasakan Hercules,” kata Budi.

Ia menuturkan, para dokter dan perawat tersebut berasal dari berbagai kampus dan rumah sakit di seluruh Indonesia. Rekrutmen dibuka melalui organisasi profesi dan fakultas kedokteran, di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Universitas Muhammadiyah, hingga Nahdlatul Ulama.

“Kita buka secara luas. Kita punya database relawan,” ujarnya.

Menurut Budi, misi kemanusiaan ini dianalogikan seperti operasi militer bagi prajurit TNI. Para tenaga medis akan mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi negara atas keterlibatan mereka dalam operasi kemanusiaan.

Baca Juga :  Kejahatan Digital Rusak Dunia Kesehatan dan Kecantikan

“Jadi nanti dikasih penghargaan, seperti sudah ikut operasi kemanusiaan,” ucapnya.

Selain pengerahan tenaga medis, Menkes memastikan seluruh rumah sakit yang terdampak bencana di wilayah Sumatra saat ini telah kembali beroperasi. Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang operasi menjadi prioritas awal sebelum pelayanan rumah sakit kembali berjalan penuh.

Sementara itu, data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat bertambah menjadi 1.030 orang.

“Untuk korban jiwa meninggal dunia ini bertambah 14 jiwa, dari 1.016 pada hari Minggu kemarin, saat ini menjadi 1.030 jiwa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam jumpa pers, Senin (15/12). (Sbw)

Berita Terkait

Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf
Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya
BPOM Wajibkan Minimarket Punya Pengawas Obat, Tak Harus Apoteker
Meski Anggaran Kalah dengan Pengadaan Kaos Kaki, Taruna Ikrar Tancap Gas Sidak MBG
Tuding Mualaf Settingan, Richard Lee Siap Seret Doktif
Kemenkes Siapkan RS PON, RSCM hingga RSJ Disiapkan untuk Korban Tabrakan Kereta di Bekasi
BPOM Gandeng Finalis Puteri Indonesia Perkuat Keamanan Obat dan Makanan
BPOM Sikat Peredaran Gas Tertawa di Marketplace, Baby Whip Jadi Kedok

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 17:23 WIB

Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:23 WIB

Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:21 WIB

BPOM Wajibkan Minimarket Punya Pengawas Obat, Tak Harus Apoteker

Kamis, 30 April 2026 - 10:59 WIB

Meski Anggaran Kalah dengan Pengadaan Kaos Kaki, Taruna Ikrar Tancap Gas Sidak MBG

Rabu, 29 April 2026 - 16:39 WIB

Tuding Mualaf Settingan, Richard Lee Siap Seret Doktif

Berita Terbaru

BPOM kembali menegaskan sikap tegasnya dengan menarik produk kosmetik bermasalah dari peredaran tanpa kompromi. (Foto: BPOM RI)

Berita

Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf

Senin, 11 Mei 2026 - 17:23 WIB

BPOM mencabut izin 11 kosmetik berbahaya yang mengandung merkuri, hidrokinon, dan zat lain yang mengancam kesehatan di balik janji kulit cantik instan. (Foto: BPOM)

Berita

Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:23 WIB

Pihak dr. Richard Lee menyiapkan langkah hukum untuk melaporkan Dokter Detektif atas tuduhan soal status mualaf yang dinilai sebagai pencemaran nama baik dan fitnah. (Foto: Danu Baharuddin/Sehatcantik.id)

Berita

Tuding Mualaf Settingan, Richard Lee Siap Seret Doktif

Rabu, 29 Apr 2026 - 16:39 WIB