Bocah Meninggal Dunia Penuh Cacing, KDM Bekukan Dana Desa

- Editor

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang balita bernama Raya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meminggal dunia dengan tubuh penuh cacing. (Foto: Video Capture Rumah Teduh)

Seorang balita bernama Raya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meminggal dunia dengan tubuh penuh cacing. (Foto: Video Capture Rumah Teduh)

Sukabumi, Sehatcantik.id – Kisah pilu datang dari Sukabumi, Jawa Barat. Seorang balita berusia empat tahun bernama Raya asal Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, meninggal dunia dengan kondisi tubuh penuh cacing.

Peristiwa ini viral setelah video berdurasi sembilan menit yang diunggah akun Rumah Teduh, ditonton lebih dari 9 juta kali di media sosial.

Dalam video itu, Raya sempat diminta untuk pindah layanan medis namun relawan menolak saran pemindahan karena kondisi Raya kritis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Video itu juga memperlihatkan betapa mengerikannya kondisi Raya saat dirawat. Dari hidung bocah berusia empat tahun itu, dokter menarik cacing gelang sepanjang 15 sentimeter dalam keadaan masih hidup. Cacing juga keluar dari mulut, kemaluan, hingga anusnya.

“Sudah lebih dari 1 Kg cacing dikeluarkan dari badannya, tapi tidak juga habis-habis,” demikian kutipan dalam video tersebut.

Diinformasikan, Raya pertama kali masuk ke IGD RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi pada 13 Juli 2025 sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, kondisinya sudah tidak sadarkan diri sejak sehari sebelumnya. Dari hasil pemeriksaan awal, pasien menunjukkan syok atau kekurangan cairan berat.

Baca Juga :  Subclade K Hantam New York, AS Hadapi Musim Flu Terburuk

Raya kemudian dirawat intensif di ruang PICU. Dari pemeriksaan lanjutan, ia dipastikan terserang askariasis, infeksi akibat cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Raya tak sanggup bertahan. Ia akhirnga meninggal dunia.

Kementerian Kesehatan pun buka suara terkait kasus ini. Menurut Kemenkes, kecacingan masih menjadi masalah kesehatan publik yang serius di Indonesia, terutama di wilayah tropis dengan sanitasi yang belum memadai.

Dalam keterangan resmi yang dirilis pada Rabu (20/8/2025), Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyebut infeksi cacing gelang (Ascaris Lumbricoides) adalah jenis paling umum yang menyerang anak usia prasekolah.

“Ukuran cacing gelang relatif besar, bisa mencapai 35 cm, sehingga mudah terlihat dengan mata telanjang,” kata Aji.

Baca Juga :  Menkes-IDI Minta Tenang, HMPV Bukan Corona, Tidak Mematikan

Dikatakan Kemenkes, cacingan tidak sekadar mengganggu pencernaan, tetapi juga berdampak langsung pada kecerdasan, tumbuh kembang fisik, serta ketahanan tubuh anak. Bahkan dalam kondisi tertentu, telur cacing yang menetas di usus dapat masuk ke aliran darah dan paru-paru, memicu gejala pneumonia hingga sesak napas.

Dana Desa Dibekukan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pun mengambil silap dengan membekukan pencairan dana desa untuk Kabupaten Sukabumi sampai tahun depan, sebagai imbas meninggalnya Raya.

”Saya tunda yang tahun ini. Jadi tahun ini nggak saya kasih,” ujar Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu, dilansir Antara.

Menurut Dedi, kasus bocah Raya menjadi sinyal peringatan keras untuk Pemkab Sukabumi. Pasalnya, banyak masalah yang justru harus ditangani mandiri oleh masyarakat tanpa melibatkan Pemprov Jabar. (Sbw)

Berita Terkait

Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf
Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya
BPOM Wajibkan Minimarket Punya Pengawas Obat, Tak Harus Apoteker
Meski Anggaran Kalah dengan Pengadaan Kaos Kaki, Taruna Ikrar Tancap Gas Sidak MBG
Tuding Mualaf Settingan, Richard Lee Siap Seret Doktif
Kemenkes Siapkan RS PON, RSCM hingga RSJ Disiapkan untuk Korban Tabrakan Kereta di Bekasi
BPOM Gandeng Finalis Puteri Indonesia Perkuat Keamanan Obat dan Makanan
BPOM Sikat Peredaran Gas Tertawa di Marketplace, Baby Whip Jadi Kedok

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 17:23 WIB

Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:23 WIB

Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:21 WIB

BPOM Wajibkan Minimarket Punya Pengawas Obat, Tak Harus Apoteker

Kamis, 30 April 2026 - 10:59 WIB

Meski Anggaran Kalah dengan Pengadaan Kaos Kaki, Taruna Ikrar Tancap Gas Sidak MBG

Rabu, 29 April 2026 - 16:39 WIB

Tuding Mualaf Settingan, Richard Lee Siap Seret Doktif

Berita Terbaru

BPOM kembali menegaskan sikap tegasnya dengan menarik produk kosmetik bermasalah dari peredaran tanpa kompromi. (Foto: BPOM RI)

Berita

Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf

Senin, 11 Mei 2026 - 17:23 WIB

BPOM mencabut izin 11 kosmetik berbahaya yang mengandung merkuri, hidrokinon, dan zat lain yang mengancam kesehatan di balik janji kulit cantik instan. (Foto: BPOM)

Berita

Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:23 WIB

Pihak dr. Richard Lee menyiapkan langkah hukum untuk melaporkan Dokter Detektif atas tuduhan soal status mualaf yang dinilai sebagai pencemaran nama baik dan fitnah. (Foto: Danu Baharuddin/Sehatcantik.id)

Berita

Tuding Mualaf Settingan, Richard Lee Siap Seret Doktif

Rabu, 29 Apr 2026 - 16:39 WIB