Jakarta, Sehatcantik.id – Dengue belum beranjak dari daftar ancaman kesehatan di Indonesia. Ribuan nyawa masih menjadi taruhan setiap tahun akibat penyakit yang dibawa nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Data 2024 mencatat lebih dari 257 ribu kasus dengue terjadi di Indonesia dengan jumlah kematian melampaui 1.400 orang. Angka itu menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat strategi pencegahan hingga target nol kematian akibat dengue pada 2030.
Kementerian Kesehatan RI menggandeng World Mosquito Program (WMP) untuk memperluas upaya pengendalian dengue, salah satunya melalui teknologi Wolbachia. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pengendalian nyamuk, tetapi juga mencakup penguatan deteksi dini, pemantauan kasus, edukasi publik, hingga peningkatan penanganan pasien.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, dr. Andi Saguni, mengatakan beban dengue di Indonesia masih termasuk yang tertinggi di dunia. Menurutnya, inovasi berbasis sains diperlukan agar upaya pencegahan berjalan lebih efektif.
“Indonesia masih menghadapi salah satu beban dengue tertinggi di dunia. Untuk mencapai target nol kematian akibat dengue pada tahun 2030, diperlukan percepatan upaya pencegahan yang efektif serta pemanfaatan inovasi yang telah terbukti manfaatnya,” kata dr. Andi.
Teknologi Wolbachia bekerja dengan memanfaatkan bakteri alami yang dapat mengurangi kemampuan nyamuk Aedes aegypti dalam menularkan virus dengue.
Dalam penelitian uji klinis di Yogyakarta yang diterbitkan The New England Journal of Medicine, penerapan Wolbachia dikaitkan dengan penurunan kasus dengue hingga 77 persen serta penurunan angka rawat inap sebesar 86 persen.
Namun pemerintah menegaskan, pemberantasan dengue tidak bisa bergantung pada satu pendekatan saja. Pengendalian nyamuk harus berjalan bersama dengan pemantauan penyakit, kesiapan fasilitas kesehatan, perubahan perilaku masyarakat, dan menjaga lingkungan.
Direktur sekaligus CEO World Mosquito Program, Professor Scott O’Neill, menyebut Indonesia menjadi salah satu negara yang menunjukkan potensi besar pemanfaatan Wolbachia dalam melindungi masyarakat dari dengue.
“Indonesia menanggung salah satu beban dengue terbesar di dunia, sekaligus menjadi negara yang berada di garis depan dalam menunjukkan potensi teknologi Wolbachia World Mosquito Program dalam melindungi masyarakat,” ujar Scott.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah panjang menuju pengendalian dengue yang lebih kuat. Sebab di balik target nol kematian 2030, ada pekerjaan besar: memutus rantai penyakit sebelum kembali merenggut korban. (Sbw)













