Jakarta, Sehatcantik.id – Bagi Gen Z, belanja produk kecantikan tak lagi berhenti pada mencoba satu-dua merek. Kanal digital membuat pilihan mereka semakin lebar, dari skincare hingga berbagai kategori kosmetik.
Worldpanel mencatat 56 persen Gen Z membeli produk beauty secara online. Tingginya aktivitas digital ini sejalan dengan penetrasi internet Gen Z dan milenial yang mencapai 98 persen.
Senior Account Manager Worldpanel, Fatima Ratu Zahra, mengatakan perubahan itu ikut mendorong peningkatan belanja kosmetik di kalangan Gen Z.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Gen Z merupakan generasi yang meningkatkan pembelanjaan produk kosmetik paling tinggi dibandingkan dengan generasi lainnya,” ujar Ratu dalam media gathering Perkumpulan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) di Jakarta Selatan, Selasa (1/9).
Yang berubah bukan cuma frekuensi belanja. Gen Z juga mulai berani mengeluarkan uang lebih banyak untuk produk dengan posisi premium.
“Tidak hanya mereka membeli produknya semakin banyak, tapi juga willing untuk membeli produk dengan harga yang lebih tinggi dengan mendapatkan produk yang lebih premium,” katanya.
Merek Berganti, Kategori Bertambah
Pola belanja Gen Z juga berbeda dengan generasi milenial.
Menurut Ratu, Gen Z cenderung menjajal lebih banyak merek sekaligus kategori produk. Milenial lebih banyak mengeksplorasi pilihan merek.
Perbedaan kebutuhan kulit ikut memengaruhi perilaku tersebut. Gen Z lebih banyak berhadapan dengan persoalan jerawat, sedangkan milenial lebih dekat dengan masalah komedo dan kulit kusam.
“Gen Z lebih ke masalah jerawat, sedangkan milenial lebih ke masalah komedo dan juga kulit kusam,” kata Ratu.
Gen Z dan milenial sendiri menjadi kelompok penting bagi pasar kecantikan karena jumlah populasinya besar. Keduanya sama-sama eksploratif, tetapi cara mencari dan memilih produk tidak selalu sama.
Industri Harus Mengikuti
Ketua Umum Perkosmi Sancoyo Antarikso mengatakan perubahan perilaku konsumen berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi dan tren.
“Dari konsumen itu juga selalu berubah sesuai dengan perkembangan tren, teknologi, dan sebagainya,” ujar Sancoyo.
Bagi konsumen muda, teknologi memperbanyak pintu masuk ke pasar kecantikan. Produk dan merek bisa ditemukan melalui berbagai kanal tanpa harus datang langsung ke toko.
Akibatnya, pilihan konsumen semakin luas. Mereka bukan hanya berpindah dari satu merek ke merek lain, tetapi juga lebih mudah mencoba kategori baru.
Perubahan inilah yang membuat industri kosmetik harus terus membaca perilaku konsumen, terutama Gen Z yang semakin aktif mengeksplorasi produk sekaligus mulai terbuka pada kosmetik dengan harga lebih premium. (Sbw)













