Gen Z Makin Berani Belanja Kosmetik Premium

- Editor

Selasa, 1 September 2026 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gen Z semakin aktif berbelanja produk kosmetik secara online dan mulai melirik produk premium. (Foto: Freepik)

Gen Z semakin aktif berbelanja produk kosmetik secara online dan mulai melirik produk premium. (Foto: Freepik)

Jakarta, Sehatcantik.id – Bagi Gen Z, belanja produk kecantikan tak lagi berhenti pada mencoba satu-dua merek. Kanal digital membuat pilihan mereka semakin lebar, dari skincare hingga berbagai kategori kosmetik.

Worldpanel mencatat 56 persen Gen Z membeli produk beauty secara online. Tingginya aktivitas digital ini sejalan dengan penetrasi internet Gen Z dan milenial yang mencapai 98 persen.

Senior Account Manager Worldpanel, Fatima Ratu Zahra, mengatakan perubahan itu ikut mendorong peningkatan belanja kosmetik di kalangan Gen Z.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gen Z merupakan generasi yang meningkatkan pembelanjaan produk kosmetik paling tinggi dibandingkan dengan generasi lainnya,” ujar Ratu dalam media gathering Perkumpulan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) di Jakarta Selatan, Selasa (1/9).

Yang berubah bukan cuma frekuensi belanja. Gen Z juga mulai berani mengeluarkan uang lebih banyak untuk produk dengan posisi premium.

Baca Juga :  Nikita Mirzani Kembali Gugat Reza Gladys Rp100 Miliar

“Tidak hanya mereka membeli produknya semakin banyak, tapi juga willing untuk membeli produk dengan harga yang lebih tinggi dengan mendapatkan produk yang lebih premium,” katanya.

Merek Berganti, Kategori Bertambah

Pola belanja Gen Z juga berbeda dengan generasi milenial.

Menurut Ratu, Gen Z cenderung menjajal lebih banyak merek sekaligus kategori produk. Milenial lebih banyak mengeksplorasi pilihan merek.

Perbedaan kebutuhan kulit ikut memengaruhi perilaku tersebut. Gen Z lebih banyak berhadapan dengan persoalan jerawat, sedangkan milenial lebih dekat dengan masalah komedo dan kulit kusam.

“Gen Z lebih ke masalah jerawat, sedangkan milenial lebih ke masalah komedo dan juga kulit kusam,” kata Ratu.

Gen Z dan milenial sendiri menjadi kelompok penting bagi pasar kecantikan karena jumlah populasinya besar. Keduanya sama-sama eksploratif, tetapi cara mencari dan memilih produk tidak selalu sama.

Baca Juga :  Investigasi Kemenkes: Tindakan Medis dr Icha Dinilai Sesuai Standar, Kasus Intimidasi Masuk Ranah Hukum

Industri Harus Mengikuti

Ketua Umum Perkosmi Sancoyo Antarikso mengatakan perubahan perilaku konsumen berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi dan tren.

“Dari konsumen itu juga selalu berubah sesuai dengan perkembangan tren, teknologi, dan sebagainya,” ujar Sancoyo.

Bagi konsumen muda, teknologi memperbanyak pintu masuk ke pasar kecantikan. Produk dan merek bisa ditemukan melalui berbagai kanal tanpa harus datang langsung ke toko.

Akibatnya, pilihan konsumen semakin luas. Mereka bukan hanya berpindah dari satu merek ke merek lain, tetapi juga lebih mudah mencoba kategori baru.

Perubahan inilah yang membuat industri kosmetik harus terus membaca perilaku konsumen, terutama Gen Z yang semakin aktif mengeksplorasi produk sekaligus mulai terbuka pada kosmetik dengan harga lebih premium. (Sbw)

Berita Terkait

Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf
Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional
Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi
Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?
Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar
Doktif Terdesak di Sidang dr. Richard Lee: Isu Pemerasan 20 Miliar hingga Skincare 1.000 Perak
Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan
Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 01:32 WIB

Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf

Senin, 28 September 2026 - 17:54 WIB

Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional

Minggu, 27 September 2026 - 13:46 WIB

Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi

Sabtu, 26 September 2026 - 21:39 WIB

Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?

Kamis, 24 September 2026 - 19:37 WIB

Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar

Berita Terbaru

Sekitar 363 ribu anak terindikasi mengalami gejala depresi berdasarkan skrining kesehatan Kemenkes. (Foto: Pexels)

Anak

Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:46 WIB

Produk pangan olahan kemasan wajib mengantongi sertifikat halal demi syarat izin edar BPOM. (Foto: pexels)

Berita

Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:39 WIB

Saksi Janet Aprilia Stanzah memberikan keterangan dalam sidang perkara Richard Lee di Pengadilan Negeri Tangerang.(Foto: Sehatcantik.id/Sbw)

Berita

Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar

Kamis, 24 Sep 2026 - 19:37 WIB