BPOM dan India Perkuat Kerja Sama Pengawasan Obat dan Produk Medis

- Editor

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolaborasi regulasi Indonesia-India diharapkan memperkuat perlindungan masyarakat terhadap produk medis yang beredar. (Foto: Sekretariat Presiden)

Kolaborasi regulasi Indonesia-India diharapkan memperkuat perlindungan masyarakat terhadap produk medis yang beredar. (Foto: Sekretariat Presiden)

Jakarta, Sehatcantik.id – Hubungan Indonesia dan India di sektor kesehatan memasuki babak baru. Di tengah penguatan kemitraan strategis kedua negara, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperbarui kerja sama dengan otoritas pengawas obat India, Central Drugs Standard Control Organisation (CDSCO), untuk memperkuat sistem regulasi dan pengawasan produk medis.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kerja sama yang mengiringi kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menyebut kemitraan kedua negara diarahkan untuk menghasilkan kerja sama yang nyata dan saling menguntungkan.

“Kunjungan ini merupakan cermin komitmen kedua negara untuk terus memajukan Kemitraan Strategis Komprehensif melalui kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan,” ujar Presiden Prabowo.

Di bidang kesehatan, kerja sama BPOM dan CDSCO dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) mengenai regulasi produk medis. Dokumen tersebut merupakan kelanjutan kerja sama yang sebelumnya berlangsung pada periode 2018–2023.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BPOM Taruna Ikrar bersama Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, yang mewakili CDSCO dan Kementerian Kesehatan India.

Melalui kesepakatan ini, kedua negara akan memperkuat kolaborasi di berbagai bidang, mulai dari harmonisasi regulasi, pertukaran informasi mengenai standar internasional, hingga penguatan sistem keamanan obat.

Baca Juga :  Indonesia Gandeng Tiongkok Kembangkan Vaksin Dengue Berbasis mRNA

Kerja sama juga mencakup berbagi informasi terkait farmakovigilans, pemantauan efek samping obat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta partisipasi bersama dalam forum ilmiah internasional.

Produk yang menjadi ruang lingkup kerja sama meliputi obat, bahan baku farmasi, produk biologi, hingga kosmetik.

MoU tersebut berlaku selama lima tahun dan akan diperpanjang secara otomatis untuk periode berikutnya. BPOM berharap kolaborasi ini dapat memperkuat sistem pengawasan produk medis di Indonesia sekaligus memastikan produk yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat bagi masyarakat. (Sbw)

Berita Terkait

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar
Majelis Hakim Kabulkan Permohonan Richard Lee, Empat Orang Jadi Penjamin
BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Rp25 Miliar di Tangerang
Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf
Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional
Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi
Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?
Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar
Tag :

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:44 WIB

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Majelis Hakim Kabulkan Permohonan Richard Lee, Empat Orang Jadi Penjamin

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:47 WIB

BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Rp25 Miliar di Tangerang

Rabu, 30 September 2026 - 01:32 WIB

Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf

Senin, 28 September 2026 - 17:54 WIB

Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional

Berita Terbaru

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengecek produk kosmetik ilegal yang disita dari fasilitas produksi di Mojokerto, Jawa Timur. (Foto: BPOM RI)

Berita

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar

Senin, 19 Okt 2026 - 17:44 WIB