Jakarta, Sehatcantik.id – Hubungan Indonesia dan India di sektor kesehatan memasuki babak baru. Di tengah penguatan kemitraan strategis kedua negara, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperbarui kerja sama dengan otoritas pengawas obat India, Central Drugs Standard Control Organisation (CDSCO), untuk memperkuat sistem regulasi dan pengawasan produk medis.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kerja sama yang mengiringi kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menyebut kemitraan kedua negara diarahkan untuk menghasilkan kerja sama yang nyata dan saling menguntungkan.
“Kunjungan ini merupakan cermin komitmen kedua negara untuk terus memajukan Kemitraan Strategis Komprehensif melalui kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan,” ujar Presiden Prabowo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di bidang kesehatan, kerja sama BPOM dan CDSCO dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) mengenai regulasi produk medis. Dokumen tersebut merupakan kelanjutan kerja sama yang sebelumnya berlangsung pada periode 2018–2023.
Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BPOM Taruna Ikrar bersama Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, yang mewakili CDSCO dan Kementerian Kesehatan India.
Melalui kesepakatan ini, kedua negara akan memperkuat kolaborasi di berbagai bidang, mulai dari harmonisasi regulasi, pertukaran informasi mengenai standar internasional, hingga penguatan sistem keamanan obat.
Kerja sama juga mencakup berbagi informasi terkait farmakovigilans, pemantauan efek samping obat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta partisipasi bersama dalam forum ilmiah internasional.
Produk yang menjadi ruang lingkup kerja sama meliputi obat, bahan baku farmasi, produk biologi, hingga kosmetik.
MoU tersebut berlaku selama lima tahun dan akan diperpanjang secara otomatis untuk periode berikutnya. BPOM berharap kolaborasi ini dapat memperkuat sistem pengawasan produk medis di Indonesia sekaligus memastikan produk yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat bagi masyarakat. (Sbw)













