Lima Peserta SPPI Meninggal, Pemerintah Bentuk Tim Khusus Evaluasi Pelatihan

- Editor

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lima Peserta SPPI Meninggal, Pemerintah Bentuk Tim Khusus Evaluasi Pelatihan

Jakarta — Kematian lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tengah mengikuti pelatihan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi perhatian pemerintah.

Kementerian Pertahanan bersama Kementerian Kesehatan membentuk tim investigasi gabungan untuk mencari penyebab pasti kejadian tersebut. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi bahan evaluasi terhadap sistem pendidikan dan pelatihan yang selama ini berjalan.

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan mengatakan tim tersebut telah mulai bekerja dengan mengumpulkan berbagai informasi, termasuk data kesehatan peserta sebelum mengikuti pelatihan.

Lima Peserta SPPI Meninggal, Pemerintah Bentuk Tim Khusus Evaluasi Pelatihan Jakarta — Kematian lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tengah mengikuti pelatihan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi perhatian pemerintah. Kementerian Pertahanan bersama Kementerian Kesehatan membentuk tim investigasi gabungan untuk mencari penyebab pasti kejadian tersebut. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi bahan evaluasi terhadap sistem pendidikan dan pelatihan yang selama ini berjalan. Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan mengatakan tim tersebut telah mulai bekerja dengan mengumpulkan berbagai informasi, termasuk data kesehatan peserta sebelum mengikuti pelatihan. "Terkait dengan meninggalnya lima (peserta pelatihan SPPI) ini, kami juga sudah melaksanakan atau kami sudah membentuk tim investigasi. Ini adalah gabungan antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan. Kami sudah bentuk dan kami nanti akan menindaklanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan kenapa kok bisa hal ini terjadi," kata Donny di Kompleks Parlemen, Jakarta. Selain menelusuri penyebab kematian peserta, tim juga mendalami kasus gangguan paru-paru yang dialami sejumlah peserta di Satuan Pendidikan Halim. Pemerintah melakukan langkah pencegahan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit di lingkungan pelatihan. "Termasuk juga yang kejadian di Halim terkait dengan paru-paru, ini juga karena ada penularan di sana, ini juga kami lakukan tindakan pencegahan bersama dengan Kementerian Kesehatan," ujarnya. Salah satu fokus investigasi adalah mengevaluasi proses pemeriksaan kesehatan peserta sebelum mengikuti pendidikan. Pemerintah akan menelusuri hasil pemeriksaan medis yang dilakukan di daerah asal masing-masing peserta. "Kami telusuri bagaimana dulu medical check-up-nya di daerah seperti apa, apakah ada data-data tambahan. Nah, itu dulu yang kami evaluasi menggunakan tim yang sudah kami bentuk bersama tim Kementerian Kesehatan," kata Donny. Donny menegaskan pemerintah masih memprioritaskan penyelesaian investigasi internal sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Hingga saat ini, belum ada keputusan untuk membawa kasus tersebut ke proses hukum. "Kami belum mengarah ke sana (proses hukum) karena kami masih investigasi internal dulu," ujarnya. Menurut Donny, hasil investigasi akan menjadi pijakan penting untuk memperbaiki pelaksanaan pendidikan SPPI ke depan, terutama terkait aspek keselamatan dan kesehatan peserta. "Intinya, kami ingin secepatnya selesai karena hasil investigasi ini juga penting untuk kami gunakan bagaimana kami melaksanakan pendidikan yang ada saat ini," kata Donny. Sebelumnya, Kementerian Pertahanan juga telah mengevaluasi format pelatihan yang sebelumnya dikenal sebagai latihan dasar kemiliteran (latsarmil). Pemerintah menyatakan format tersebut tidak lagi digunakan dalam bentuk sebelumnya. "Yang dapat kami sampaikan, format kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai Latsarmil telah dievaluasi dan tidak lagi digunakan dalam bentuk sebelumnya," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. Perubahan itu dilakukan dengan mempertimbangkan latar belakang peserta yang merupakan warga sipil. Materi teknis dan taktis kemiliteran, termasuk latihan menembak, dihapus dari kurikulum, sementara aktivitas fisik disesuaikan. Pelatihan selanjutnya diarahkan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, kerja sama, serta kemampuan manajerial yang dibutuhkan untuk mengelola koperasi. Pemerintah berharap evaluasi menyeluruh tersebut dapat memastikan program penguatan kapasitas calon pengelola koperasi tetap berjalan, namun dengan standar keselamatan yang lebih baik. (Foto: Antara)

Jakarta, Sejatcantik.id — Kematian lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tengah mengikuti pelatihan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi perhatian pemerintah.

Kementerian Pertahanan bersama Kementerian Kesehatan membentuk tim investigasi gabungan untuk mencari penyebab pasti kejadian tersebut. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi bahan evaluasi terhadap sistem pendidikan dan pelatihan yang selama ini berjalan.

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan mengatakan tim tersebut telah mulai bekerja dengan mengumpulkan berbagai informasi, termasuk data kesehatan peserta sebelum mengikuti pelatihan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terkait dengan meninggalnya lima (peserta pelatihan SPPI) ini, kami juga sudah melaksanakan atau kami sudah membentuk tim investigasi. Ini adalah gabungan antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan. Kami sudah bentuk dan kami nanti akan menindaklanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan kenapa kok bisa hal ini terjadi,” kata Donny di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Selain menelusuri penyebab kematian peserta, tim juga mendalami kasus gangguan paru-paru yang dialami sejumlah peserta di Satuan Pendidikan Halim. Pemerintah melakukan langkah pencegahan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit di lingkungan pelatihan.

Baca Juga :  Operasional Koperasi Merah Putih Diresmikan, Klinik Kesehatan Mulai Bergerak

“Termasuk juga yang kejadian di Halim terkait dengan paru-paru, ini juga karena ada penularan di sana, ini juga kami lakukan tindakan pencegahan bersama dengan Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Salah satu fokus investigasi adalah mengevaluasi proses pemeriksaan kesehatan peserta sebelum mengikuti pendidikan. Pemerintah akan menelusuri hasil pemeriksaan medis yang dilakukan di daerah asal masing-masing peserta.

“Kami telusuri bagaimana dulu medical check-up-nya di daerah seperti apa, apakah ada data-data tambahan. Nah, itu dulu yang kami evaluasi menggunakan tim yang sudah kami bentuk bersama tim Kementerian Kesehatan,” kata Donny.

  1. Donny menegaskan pemerintah masih memprioritaskan penyelesaian investigasi internal sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Hingga saat ini, belum ada keputusan untuk membawa kasus tersebut ke proses hukum.

“Kami belum mengarah ke sana (proses hukum) karena kami masih investigasi internal dulu,” ujarnya.

Menurut Donny, hasil investigasi akan menjadi pijakan penting untuk memperbaiki pelaksanaan pendidikan SPPI ke depan, terutama terkait aspek keselamatan dan kesehatan peserta.

Baca Juga :  Bahaya Penyakit Tiroid pada Wanita, Waspada!

“Intinya, kami ingin secepatnya selesai karena hasil investigasi ini juga penting untuk kami gunakan bagaimana kami melaksanakan pendidikan yang ada saat ini,” kata Donny.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan juga telah mengevaluasi format pelatihan yang sebelumnya dikenal sebagai latihan dasar kemiliteran (latsarmil). Pemerintah menyatakan format tersebut tidak lagi digunakan dalam bentuk sebelumnya.

“Yang dapat kami sampaikan, format kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai Latsarmil telah dievaluasi dan tidak lagi digunakan dalam bentuk sebelumnya,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Perubahan itu dilakukan dengan mempertimbangkan latar belakang peserta yang merupakan warga sipil. Materi teknis dan taktis kemiliteran, termasuk latihan menembak, dihapus dari kurikulum, sementara aktivitas fisik disesuaikan.

Pelatihan selanjutnya diarahkan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, kerja sama, serta kemampuan manajerial yang dibutuhkan untuk mengelola koperasi.

Pemerintah berharap evaluasi menyeluruh tersebut dapat memastikan program penguatan kapasitas calon pengelola koperasi tetap berjalan, namun dengan standar keselamatan yang lebih baik. (Sbw)

Berita Terkait

Richard Lee Tantang Ahli BPOM: Anda Ahli Apa Hakim?
Pasar Estetika Medis Indonesia Diproyeksi Tembus Rp8,75 Triliun pada 2029
Richard Lee Cecar Reseller Soal Barang Palsu, Isu ‘Barang Gaib’ Muncul di Persidangan
Diplomasi Vaksin Ala BPOM, Siasat Tembus Pasar Afrika
Jejak Gelap Di Balik Perseteruan Selebgram: Saling Kunci Tersangka hingga Tudingan BPOM Palsu
Saksi Absen, Richard Lee Lemas, Sidang Ditunda
Lisa Mariana Laporkan Dewi Menyala soal Dugaan BPOM Palsu
BPOM Pangkas Batas Ambang BPA 12 Kali Lipat, Pengawasan Industri Diperketat

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:29 WIB

Richard Lee Tantang Ahli BPOM: Anda Ahli Apa Hakim?

Selasa, 8 September 2026 - 10:34 WIB

Pasar Estetika Medis Indonesia Diproyeksi Tembus Rp8,75 Triliun pada 2029

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Richard Lee Cecar Reseller Soal Barang Palsu, Isu ‘Barang Gaib’ Muncul di Persidangan

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:52 WIB

Diplomasi Vaksin Ala BPOM, Siasat Tembus Pasar Afrika

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Saksi Absen, Richard Lee Lemas, Sidang Ditunda

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Obat Kuat hingga Pelangsing Dibongkar BPOM

Jumat, 11 Sep 2026 - 14:17 WIB

Richard Lee tampak emosional saat mencecar saksi ahli BPOM dalam sidang lanjutan perkara yang menjeratnya di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten. (Foto: Sehatcantik.id/Sbw)

Berita

Richard Lee Tantang Ahli BPOM: Anda Ahli Apa Hakim?

Kamis, 10 Sep 2026 - 23:29 WIB

BPOM RI memanfaatkan status rujukan WHO dan skema South-South Cooperation untuk memperkuat regulasi FDA Ghana sekaligus membuka pintu ekspor vaksin Indonesia ke pasar Afrika. (Foto: Dok. BPOM RI)

Berita

Diplomasi Vaksin Ala BPOM, Siasat Tembus Pasar Afrika

Senin, 31 Agu 2026 - 16:52 WIB