Nganjuk, Sehatcantik.id – Di Nganjuk, Jawa Timur, sebanyak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi dioperasikan oleh Presiden Prabowo Subianto, Sabtu 16 Mei 2026.
Angka itu bukan kecil. Ini tahap awal dari desain besar: puluhan ribu koperasi desa yang disiapkan menjadi tulang punggung ekonomi rakyat berbasis desa dan kelurahan.
Di atas kertas, KDKMP bukan sekadar koperasi. Ia dirancang sebagai simpul baru ekonomi desa. Tempat bertemunya negara, BUMN, dan warga dalam satu ekosistem. Di dalamnya ada distribusi LPG, pupuk, pangan, apotek, layanan keuangan digital, sampai klinik kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Modelnya sederhana, tapi ambisius: memotong rantai panjang distribusi yang selama ini membuat harga di desa lebih mahal dan akses layanan lebih lambat. Di beberapa titik, konsep itu sudah mulai terlihat. Klinik dan Apotek Desa mulai masuk ke dalam struktur KDKMP. Bukan lagi program terpisah, tapi satu kesatuan layanan koperasi.
Di sisi kesehatan, Kementerian Kesehatan ikut masuk. Klinik dan Apotek Desa disiapkan sebagai bagian integral koperasi. Artinya, layanan kesehatan dasar tidak berdiri sendiri, tapi menempel pada jaringan ekonomi desa yang sudah ada.
Obat pun disiapkan dalam skala besar. Paracetamol 11.537.180 tablet, Asam Mefenamat 4.716.981 kaplet, Cefadroxil 1.200.000 kapsul. Tiga jenis obat dasar: penurun demam, antiinflamasi, dan antibiotik. Sederhana, tapi krusial untuk layanan kesehatan tingkat pertama di desa.
Di balik itu, ada kerja lintas sektor. Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan, industri farmasi, dan koperasi desa. Semua masuk dalam satu skema besar: memperluas akses layanan sampai ke wilayah yang selama ini jauh dari sistem kesehatan formal.
Dasarnya adalah Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Isinya tegas: percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai pilar swasembada pangan dan kesehatan.

Di lapangan, layanan kesehatan mulai berjalan dengan pola operasional yang lebih panjang dari fasilitas layanan dasar pada umumnya. “Kami akan beroperasi minimal 12 jam di Klinik Kesehatan KDKMP,” kata seorang tenaga medis kepada Sehatcantik.id.
Di sini, koperasi tidak lagi hanya soal simpan pinjam atau jual beli. Ia diposisikan sebagai infrastruktur sosial. Ekonomi jalan, kesehatan ikut masuk. Target akhirnya besar: mengecilkan ketimpangan antarwilayah. Desa tidak lagi menjadi titik akhir layanan, tetapi titik awal pelayanan negara.
Dan dari Nganjuk, pelayanan kesehatan itu baru mulai bergerak. (Sbw)













