Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf

- Editor

Senin, 11 Mei 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPOM kembali menegaskan sikap tegasnya dengan menarik produk kosmetik bermasalah dari peredaran tanpa kompromi. (Foto: BPOM RI)

BPOM kembali menegaskan sikap tegasnya dengan menarik produk kosmetik bermasalah dari peredaran tanpa kompromi. (Foto: BPOM RI)

Jakarta, Sehatcantik.id – Sampo itu benda paling biasa di rumah. Ditaruh di sudut kamar mandi. Dipencet setengah sadar saat pagi masih mengantuk. Karena itu orang jarang curiga. Apalagi kalau mereknya sudah lama akrab di rak toko obat. Nama Selsun termasuk di antaranya.

​Maka ketika BPOM mengumumkan adanya temuan cemaran 1,4-dioksana pada dua varian Selsun—7 Flowers dan 7 Herbal—hal ini cukup mengejutkan. Sebab, produk itu bukan barang asing. Produsennya pun bukan perusahaan abal-abal.

​PT Rohto Laboratories Indonesia pun buru-buru memberi penjelasan. Lewat akun Instagram resmi @selsun_id, Sabtu (9/5/2026), perusahaan meminta maaf secara resmi kepada konsumen, mitra bisnis, dan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”PT Rohto Laboratories Indonesia menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh konsumen, mitra bisnis, dan masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan terkait temuan kandungan cemaran 1,4-Dioxane pada produk shampoo Selsun 7 Flowers dan Selsun 7 Herbal.”

Baca Juga :  Berkat Langkah Strategis, Taruna Ikrar Pastikan Stok Obat Aman di Sela Kecamuk Perang

​Perusahaan menjelaskan, sebelumnya seluruh produk telah diuji laboratorium independen dan dinyatakan memenuhi syarat. Namun pada dua varian itu ditemukan hasil berbeda. Akhirnya produk ditarik. Bukan sebagian. Seluruh batch.

​”Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dan kepatuhan terhadap regulasi, PT Rohto Laboratories Indonesia telah melakukan penarikan seluruh batch produk Selsun 7 Flowers dan Selsun 7 Herbal dari pasaran,” tulis perusahaan. Sampai sekarang, proses penarikannya disebut sudah lebih dari 96 persen. Sisanya akan dimusnahkan.

​Bahasa “dimusnahkan” memang terdengar keras. Tapi begitulah prosedur industri kesehatan. Ketika ada risiko, produk tidak boleh setengah aman. Perusahaan juga mengubah formulanya. Menguji ulang. Menyiapkan versi baru yang diklaim sudah memenuhi standar BPOM.

PT Rohto Laboratories Indonesia menyampaikan permintaan maaf dan bergerak cepat menarik Selsun dari pasar sebagai bentuk tanggung jawab. (Foto: BPOM RI)

​”Perusahaan telah melakukan reformulasi terhadap produk Selsun 7 Flowers dan Selsun 7 Herbal serta mendapatkan formula baru yang telah teruji memenuhi syarat di BPOM,” lanjut pernyataan tersebut.

​Produk baru itu direncanakan kembali beredar pada semester II tahun 2026.

Baca Juga :  Doktif Bakal Hadir, Sidang Nikita Mirzani Tambah Seru?

​Sebelumnya BPOM merilis daftar 11 produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dalam pengawasan triwulan I 2026. Isinya beragam, dari krim wajah, toner, hingga sampo. Temuannya mencakup merkuri, hidrokinon, asam retinoat, deksametason, pewarna merah K10, hingga cemaran 1,4-dioksana.

​Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan tidak ada toleransi bagi produk berbahaya di pasaran.

“Produk kosmetik yang beredar wajib memenuhi standar keamanan, kemanfaatan, dan mutu. Tidak ada toleransi bagi penggunaan bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

​Dari daftar itu, sejumlah produk langsung dicabut izin edarnya dan dihentikan peredarannya. Termasuk dua varian sampo Selsun 7 Herbal dan Selsun 7 Flowers yang ditemukan mengandung cemaran 1,4-dioksana di atas batas.

​BPOM juga menertibkan fasilitas produksi hingga distribusi. Pelanggaran ini dapat berujung pidana hingga 12 tahun penjara atau denda Rp5 miliar sesuai UU Kesehatan. (Sbw)

Berita Terkait

Doktif Hadir di Sidang Richard Lee: “Saya Juru Kunci Pintu Neraka”
Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat
Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes
Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining
Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot
Ditjenpas: Tak Ada Intimidasi, Nikita Justru Duta Layanan Rutan
Indonesia Kejar Nol Kematian Dengue, Teknologi Wolbachia Jadi Salah Satu Senjata
Sidang Ditunda, Pengalihan Tahanan Ditolak, Richard Lee Gagal Bertemu Anak

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Doktif Hadir di Sidang Richard Lee: “Saya Juru Kunci Pintu Neraka”

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot

Berita Terbaru