Pemeriksaan Richard Lee Ditunda Senin, Doktif Tetap Siap Kawal Kasus

- Editor

Kamis, 2 April 2026 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Doktif tetap siap mengawal proses hukum terkait dugaan pencemaran nama baik, meski pemeriksaan Richard Lee yang dijadwalkan Kamis 2 April 2026, ditunda. (Foto: Sehatcantik.id)

Doktif tetap siap mengawal proses hukum terkait dugaan pencemaran nama baik, meski pemeriksaan Richard Lee yang dijadwalkan Kamis 2 April 2026, ditunda. (Foto: Sehatcantik.id)

Jakarta, Sehatcantik.id – Pemeriksaan terhadap dokter Richard Lee (DRL) yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 2 April 2026, resmi ditunda Senin, 6 April 2026. Pemeriksaan ini berkaitan dengan kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap dokter Samira Farahnaz, yang lebih dikenal dengan sebutan Dokter Detektif (Doktif), dan sebelumnya direncanakan digelar di Polres Metro Jakarta Selatan.

“Pemeriksaannya ditunda Senin,” kata Doktif kepada Sehatcantik.id, tanpa menyebutkan alasannya. Penundaan ini memunculkan spekulasi di kalangan publik, mengingat kasus tersebut telah menjadi perhatian media sejak beberapa pekan terakhir.

Kasus ini bermula dari perseteruan antara Doktif dan Richard Lee, yang diduga memunculkan pernyataan publik yang menyinggung dan mencemarkan nama baik Doktif. Laporan tersebut kemudian masuk ke ranah hukum, dan perkara ini kini telah naik ke tahap penyidikan.

Sebelumnya, Doktif menyatakan kesiapannya untuk mengawal langsung proses pemeriksaan. Ia menekankan bahwa penyidik Polres Jakarta Selatan akan memeriksa DRL sebagai tersangka di Krimsus Polda Metro Jaya, untuk menindaklanjuti dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh DRL.

“Hari Kamis insya Allah nanti tanggal 2 akan ada pemeriksaan dari Polres Jakarta Selatan, tentang dugaan pencemaran nama baik dan fitnah yang dilakukan oleh tersangka DRL kepada Doktif,” ujar Doktif di Ditresrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026).

Doktif mengaku sangat menantikan proses pemeriksaan itu, tidak hanya sebagai langkah hukum, tetapi juga untuk memastikan kebenaran sejumlah klaim yang sempat beredar di publik. Ia bahkan menyindir dengan tegas, ingin melihat secara langsung apakah rambut Richard Lee telah tumbuh menggunakan produk miliknya.

Baca Juga :  BPOM Perkuat Benteng Integritas, Pimpinan Diingatkan Tutup Celah Korupsi

“(Semoga) tersangka DRL tidak menggunakan kupluk, tidak menggunakan wig, jadi kita bisa lihat apakah rambut dia sudah tumbuh di dalam sel, menggunakan serum penumbuh rambutnya atau tetap botak seperti aslinya,” tegasnya.

Pemeriksaan yang semula dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB ini juga menegaskan bahwa DRL rencananya akan dibawa dari tahanan Polda Metro Jaya dalam kondisi mengenakan baju tahanan berwarna oranye dan diborgol.

“Ikut dong (saat pemeriksaan DRL nanti), sekaligus Doktif mau tanya, rambutnya sudah tumbuh belum di dalam,” pungkasnya, menutup pernyataannya dengan nada penuh antisipasi terhadap jalannya proses hukum yang kini ditunda. (Sbw)

Danu Baharuddin dan Novan berkontribusi dalam artikel ini.

Berita Terkait

BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Rp25 Miliar di Tangerang
Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf
Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional
Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi
Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?
Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar
Doktif Terdesak di Sidang dr. Richard Lee: Isu Pemerasan 20 Miliar hingga Skincare 1.000 Perak
Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:47 WIB

BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Rp25 Miliar di Tangerang

Rabu, 30 September 2026 - 01:32 WIB

Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf

Senin, 28 September 2026 - 17:54 WIB

Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional

Minggu, 27 September 2026 - 13:46 WIB

Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi

Sabtu, 26 September 2026 - 21:39 WIB

Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?

Berita Terbaru

Sekitar 363 ribu anak terindikasi mengalami gejala depresi berdasarkan skrining kesehatan Kemenkes. (Foto: Pexels)

Anak

Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:46 WIB

Produk pangan olahan kemasan wajib mengantongi sertifikat halal demi syarat izin edar BPOM. (Foto: pexels)

Berita

Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:39 WIB