Jakarta, Sehatcantik.id – Kasus influenza di Indonesia menunjukkan peningkatan pada pertengahan September 2026. Dalam keterangan yang diterima Sehatcantik.id, Kementerian Kesehatan mencatat positivity rate spesimen influenza nasional pada minggu ke-38 mencapai 56 persen.
Angka tersebut meningkat dari 46 persen pada minggu ke-36 dan 35 persen pada awal September.
Kelompok balita usia 0–4 tahun menjadi yang paling banyak terpapar, dengan porsi sekitar 42 persen dari total kasus nasional. Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), kasus Influenza-Like Illness (ILI) paling banyak ditemukan di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi adanya peningkatan kasus influenza. Namun, ia mengimbau masyarakat tidak panik karena aktivitas influenza masih berada dalam rentang yang lazim secara musiman.
“Ada kenaikan kasus influenza, khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara. Namun berdasarkan data surveilans, situasinya masih dalam rentang sedang,” kata Budi Gunadi Sadikin.
Kementerian Kesehatan mengategorikan aktivitas influenza nasional pada tingkat sedang dan terkendali. Pemantauan melalui jaringan rumah sakit sentinel juga belum menunjukkan peningkatan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate maupun lonjakan pasien dengan kondisi berat di unit perawatan intensif atau ICU.
H1N1 Mendominasi
Peningkatan kasus kali ini didominasi virus Influenza A subtipe H1N1. Kondisi tersebut berbeda dengan perhatian pada akhir 2025 yang banyak tertuju pada H3N2 subclade K, yang sempat disebut sebagai “super flu”.
Pada minggu ke-36 2026, dari 86 spesimen yang terkonfirmasi positif, sebanyak 76 sampel atau 88,3 persen merupakan H1N1. H3N2 ditemukan pada delapan kasus, sedangkan Influenza B terdeteksi pada dua kasus.
Sepanjang 2026 hingga minggu ke-38, H3N2 subclade K tercatat pada 22 kasus. Angka tersebut menurun dibandingkan 166 kasus pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan aktivitas influenza di Indonesia juga sejalan dengan perkembangan di kawasan Asia Tenggara dan Western Pacific Region (WPRO). Positivity rate influenza regional meningkat dari 13 persen menjadi 16 persen.
Singapura dan Thailand turut melaporkan dominasi Influenza A H1N1. Sementara Malaysia mencatat sirkulasi campuran H1N1, H3N2, dan Influenza B.
Pemantauan Tetap Berjalan
Untuk memantau perkembangan epidemiologi, Kemenkes mengandalkan jaringan sentinel yang mencakup 39 puskesmas, 35 rumah sakit, serta 14 Balai Karantina Kesehatan. Jaringan tersebut memantau kasus ILI dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).
Data dari jaringan tersebut menjadi dasar pemantauan perubahan aktivitas influenza, termasuk kemungkinan peningkatan kasus berat dan tekanan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan.
Di tingkat masyarakat, Kemenkes mengimbau kelompok rentan, termasuk balita, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta atau komorbid, untuk menjaga kondisi tubuh dan mengurangi risiko infeksi.
Pencegahan dapat dilakukan dengan mencuci tangan secara rutin, menerapkan etika batuk, menggunakan masker ketika mengalami gejala, serta memanfaatkan vaksinasi influenza musiman untuk membantu menekan risiko komplikasi. (Sbw)













