Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional

- Editor

Senin, 28 September 2026 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus influenza nasional meningkat, dengan balita usia 0–4 tahun menyumbang sekitar 42 persen kasus. (Foto: Sehatcantik.id)

Kasus influenza nasional meningkat, dengan balita usia 0–4 tahun menyumbang sekitar 42 persen kasus. (Foto: Sehatcantik.id)

Jakarta, Sehatcantik.id – Kasus influenza di Indonesia menunjukkan peningkatan pada pertengahan September 2026. Dalam keterangan yang diterima Sehatcantik.id, Kementerian Kesehatan mencatat positivity rate spesimen influenza nasional pada minggu ke-38 mencapai 56 persen.

Angka tersebut meningkat dari 46 persen pada minggu ke-36 dan 35 persen pada awal September.

Kelompok balita usia 0–4 tahun menjadi yang paling banyak terpapar, dengan porsi sekitar 42 persen dari total kasus nasional. Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), kasus Influenza-Like Illness (ILI) paling banyak ditemukan di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi adanya peningkatan kasus influenza. Namun, ia mengimbau masyarakat tidak panik karena aktivitas influenza masih berada dalam rentang yang lazim secara musiman.

“Ada kenaikan kasus influenza, khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara. Namun berdasarkan data surveilans, situasinya masih dalam rentang sedang,” kata Budi Gunadi Sadikin.

Baca Juga :  BPOM–AmCham Bahas Kepastian Regulasi dan Dorong Investasi Kesehatan

Kementerian Kesehatan mengategorikan aktivitas influenza nasional pada tingkat sedang dan terkendali. Pemantauan melalui jaringan rumah sakit sentinel juga belum menunjukkan peningkatan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate maupun lonjakan pasien dengan kondisi berat di unit perawatan intensif atau ICU.

H1N1 Mendominasi

Peningkatan kasus kali ini didominasi virus Influenza A subtipe H1N1. Kondisi tersebut berbeda dengan perhatian pada akhir 2025 yang banyak tertuju pada H3N2 subclade K, yang sempat disebut sebagai “super flu”.

Pada minggu ke-36 2026, dari 86 spesimen yang terkonfirmasi positif, sebanyak 76 sampel atau 88,3 persen merupakan H1N1. H3N2 ditemukan pada delapan kasus, sedangkan Influenza B terdeteksi pada dua kasus.

Sepanjang 2026 hingga minggu ke-38, H3N2 subclade K tercatat pada 22 kasus. Angka tersebut menurun dibandingkan 166 kasus pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan aktivitas influenza di Indonesia juga sejalan dengan perkembangan di kawasan Asia Tenggara dan Western Pacific Region (WPRO). Positivity rate influenza regional meningkat dari 13 persen menjadi 16 persen.

Baca Juga :  Teknik CPR untuk Pertolongan Pertama

Singapura dan Thailand turut melaporkan dominasi Influenza A H1N1. Sementara Malaysia mencatat sirkulasi campuran H1N1, H3N2, dan Influenza B.

Pemantauan Tetap Berjalan

Untuk memantau perkembangan epidemiologi, Kemenkes mengandalkan jaringan sentinel yang mencakup 39 puskesmas, 35 rumah sakit, serta 14 Balai Karantina Kesehatan. Jaringan tersebut memantau kasus ILI dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).

Data dari jaringan tersebut menjadi dasar pemantauan perubahan aktivitas influenza, termasuk kemungkinan peningkatan kasus berat dan tekanan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan.

Di tingkat masyarakat, Kemenkes mengimbau kelompok rentan, termasuk balita, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta atau komorbid, untuk menjaga kondisi tubuh dan mengurangi risiko infeksi.

Pencegahan dapat dilakukan dengan mencuci tangan secara rutin, menerapkan etika batuk, menggunakan masker ketika mengalami gejala, serta memanfaatkan vaksinasi influenza musiman untuk membantu menekan risiko komplikasi. (Sbw)

Berita Terkait

Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi
Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?
Doktif Terdesak di Sidang dr. Richard Lee: Isu Pemerasan 20 Miliar hingga Skincare 1.000 Perak
Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan
Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?
Skin Booster “Kulit Mayat”, Taruna Ikrar: “Terlarang dan Bukan Kosmetik”
Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien
Kasus Richard Lee, Saksi Ungkap Produksi dan Khasiat White Tomato

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 17:54 WIB

Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional

Minggu, 27 September 2026 - 13:46 WIB

Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi

Sabtu, 26 September 2026 - 21:39 WIB

Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?

Kamis, 24 September 2026 - 19:32 WIB

Doktif Terdesak di Sidang dr. Richard Lee: Isu Pemerasan 20 Miliar hingga Skincare 1.000 Perak

Rabu, 23 September 2026 - 10:34 WIB

Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan

Berita Terbaru

Sekitar 363 ribu anak terindikasi mengalami gejala depresi berdasarkan skrining kesehatan Kemenkes. (Foto: Pexels)

Anak

Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:46 WIB

Produk pangan olahan kemasan wajib mengantongi sertifikat halal demi syarat izin edar BPOM. (Foto: pexels)

Berita

Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:39 WIB