Berkat Langkah Strategis, Taruna Ikrar Pastikan Stok Obat Aman di Sela Kecamuk Perang

- Editor

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPOM pastikan ketahanan stok obat dan pangan Indonesia tetap aman di tengah gejolak Timur Tengah. (Foto: BPOM RI)

BPOM pastikan ketahanan stok obat dan pangan Indonesia tetap aman di tengah gejolak Timur Tengah. (Foto: BPOM RI)

Jakarta, Sehatcantik.id – Di saat Timur Tengah kembali bergejolak dan jalur energi dunia berada dalam bayang-bayang ketidakpastian, pemerintah memastikan dapur dan lemari obat Indonesia tetap terisi.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar menyatakan, stok obat dan pangan nasional dalam kondisi aman.

Menurut Taruna, langkah antisipasi telah disiapkan sejak beberapa tahun terakhir sehingga Indonesia tidak berada dalam posisi rentan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari hitungan ketersediaan di perusahaan-perusahaan farmasi besar, stok kita masih mencukupi. Insya Allah tidak akan mengalami kelangkaan obat, termasuk makanan,” ujar Taruna, Rabu, 4 Maret 2026.

Taruna menambahkan, ketahanan pangan nasional juga relatif kuat. Sejumlah komoditas utama, termasuk beras, disebut tidak lagi bergantung pada impor sehingga risiko gangguan pasokan global bisa ditekan.

Ketegangan meningkat setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Situasi memanas ketika media Iran melaporkan penutupan Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dan gas dunia. Meski demikian, BPOM menegaskan, sejauh ini ketahanan obat dan pangan Indonesia tetap dalam kendali.

Strategi BPOM Amankan Stok Obat

BPOM di bawah kepemimpinan Taruna Ikrar, sudah jauh-jauh hari menerapkan strategk agar stok obat aman dan tersedia, terutama di tengah ancaman gangguan rantai pasok global seperti konflik Timur Tengah (serangan AS-Israel ke Iran), yang bisa memengaruhi impor bahan baku obat (API) dan logistik.

Baca Juga :  Peneliti Rusia Tewas akibat Pneumonia Misterius, Kemenkes Perketat Pintu Masuk Negara

Indonesia masih bergantung impor sekitar 90-94% bahan baku obat, sehingga BPOM merasa perlu proaktif mengantisipasi risiko kelangkaan.

Langkah Strategis BPOM Jaga Stok Obat

Mempertajam pengawasan distribusi obat secara nasional

  • BPOM gelar forum khusus (seperti Forum Komunikasi UPT BPOM Februari 2026 di Bogor) untuk selaraskan pengawasan pusat-daerah. Fokus: pantau rantai pasok dari hulu ke hilir, cegah penimbunan, dan pastikan distribusi merata ke apotek, RS, dan puskesmas. Ini termasuk penggunaan sistem digital SMARTPOM untuk monitoring real-time.

Mendukung industri farmasi dalam negeri (produksi lokal)

  • BPOM beri regulatory support agar pabrik obat lokal bisa produksi lebih banyak, termasuk percepat registrasi obat generik dan obat esensial. Contoh: percepatan registrasi melalui mekanisme reliance (mengakui evaluasi otoritas internasional terpercaya seperti WHO atau FDA) supaya obat cepat beredar tanpa kurangi standar keamanan.

Diversifikasi sumber impor dan mitigasi risiko geopolitik

  • BPOM pantau ketat sumber impor bahan baku (bukan hanya dari negara konflik), dorong diversifikasi ke negara lain yang stabil. Kerja sama internasional diperkuat (misalnya dengan TGA Australia, US FDA via perjanjian resiprokal tapi BPOM tetap pegang kewenangan akhir izin edar). Ini untuk hindari blokir pasokan mendadak akibat perang.
Baca Juga :  BPOM dan Ubaya Percepat Hilirisasi Riset untuk Perkuat Industri Obat Dalam Negeri

Penguatan sistem pengawasan dan predikat WHO-Listed Authority (WLA)

  • BPOM pertahankan status WLA (standar internasional tertinggi) untuk tingkatkan kredibilitas, percepat akses obat aman, dan koordinasi lintas sektor (dengan Kemenkes, Kemendag, BUMN Farmasi) agar stok obat strategis (diabetes, kanker, antibiotik, dll.) tetap buffer.

Pemantauan intensif dan respons cepat

  • Di tengah konflik terkini, BPOM jamin stok obat aman secara keseluruhan. Sejauh ini belum ada laporan kelangkaan signifikan per Maret 2026. Dampak lebih ke potensi kenaikan harga, karena logistik/minyak dunia naik, bukan stok habis.

BPOM berkoordinasi dengan distributor untuk stabilkan pasokan, hindari panic buying, dan siap ambil tindakan jika ada masalah mutu/keamanan.

Intinya, BPOM fokus pada ketahanan kesehatan nasional melalui penguatan regulasi, produksi lokal, dan pengawasan ketat — supaya meski ada gejolak global, obat esensial tetap tersedia dan terjangkau.

Untuk Ramadan/Lebaran 2026 ini, prioritas lebih ke pangan/takjil, tapi prinsip pengawasan obat sama, yakni, proaktif dan transparan. (Sbw)

Berita Terkait

TBC Renggut 136 Ribu Nyawa Setahun, Menkes Desak Percepatan Penanganan
Bantah Edarkan Skincare Abal-Abal, Richard Lee Bongkar Alibi Konser
Taruna Ikrar Temui Suyudi, BPOM dan Polri Bidik Modus Baru Kejahatan Obat
BPOM Soroti Lonjakan Pengobatan Mandiri: 78 Persen Warga Andalkan Diri Sendiri dan AI
BPOM Selidiki Video Viral Teh Botol Sosro Diduga Berisi Sabun Saat Demo 28 Oktober
Menkes Tanggapi Polemik Beeru Stevia, BPOM Masih Telusuri Kandungan Produk
Richard Lee Ungkap Kejanggalan Barang Bukti Kasus Doktif, Pastikan White Tomatonya Palsu
Kemenkes Perluas Vaksin HPV ke Anak Laki-laki, Cegah Kanker Sejak Dini

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 08:10 WIB

TBC Renggut 136 Ribu Nyawa Setahun, Menkes Desak Percepatan Penanganan

Kamis, 5 November 2026 - 19:52 WIB

Bantah Edarkan Skincare Abal-Abal, Richard Lee Bongkar Alibi Konser

Senin, 2 November 2026 - 15:25 WIB

Taruna Ikrar Temui Suyudi, BPOM dan Polri Bidik Modus Baru Kejahatan Obat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

BPOM Soroti Lonjakan Pengobatan Mandiri: 78 Persen Warga Andalkan Diri Sendiri dan AI

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:56 WIB

BPOM Selidiki Video Viral Teh Botol Sosro Diduga Berisi Sabun Saat Demo 28 Oktober

Berita Terbaru