Jaksa Tolak Pleidoi Nikita Mirzani, Tetap Tuntut 11 Tahun

- Editor

Senin, 20 Oktober 2025 - 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaksa Penuntut Umum menolak seluruh nota pembelaan atau pleidoi Nikita Mirzani dan tetap menuntut 11 tahun penjara dan dendan Rp2 Miliar. (Foto: Sbw)

Jaksa Penuntut Umum menolak seluruh nota pembelaan atau pleidoi Nikita Mirzani dan tetap menuntut 11 tahun penjara dan dendan Rp2 Miliar. (Foto: Sbw)

Jakarta, Sehatcantik.id – Jaksa Penuntut Umum menolak materi nota pembelaan atau pleidoi dari Nikita Mirzani dan tim kuasa hukumnya. Hal itu disampaikan jaksa saat membacakan repliknya dalam sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan korban Reza Gladys, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 20 Oktober 2025.

“Terima kasih yang mulia, kami penuntut umum memutuskan menolak semua nota pembelaan atau pleidoi dari terdakwa Nikita Mirzani atau tim kuasa hukumnya semuanya,” kata Jaksa di dalam ruang sidang.

Sebelumnya, lewat pleidoinya, Nikita membantah melakukan pemerasan dan ancaman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, jaksa menyebut Reza Gladys merasa terancam oleh Nikita Mirzani dan asistennya, Ismail Marzuki serta rekan Niki, Oky Pratama.

“Bahwa kalimat pengancaman ini dikatakan saksi Oky kepada saksi Reza Gladys adalah bahwa saksi Reza Gladys harus bertemu dengan terdakwa Nikita Mirzani, biar semuanya aman dan saksi bisa bebas berjualan lagi,” kata jaksa.

Selain itu, Jaksa juga menjelaskan bahwa dalam percakapan tersebut, dr Oky juga memberikan pernyataan kalau reputasi bisnis Reza akan hancur dan rusak seandainya tidak menuruti Nikita.

“Sehingga saksi Reza Gladys mengalami tekanan mental yang luar biasa,” tambahnya.

Baca Juga :  Beda Cleanser dengan Facial Wash, Harus Tahu Sebelum Pakai

JPU menyatakan Nikita Mirzani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sesuai dengan dakwaan, yaitu melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait pemerasan serta pasal mengenai TPPU.

Jaksa juga menyoroti argumen utama Nikita Mirzani yang menyatakan tindakannya bertujuan mengedukasi masyarakat. JPU menolak argumentasi itu karena Nikita tidak memiliki kapasitas untuk melakukan hal tersebut.

JPU juga mengungkit kembali wawancara Nikita di salah satu stasiun TV di mana ia diduga, mengakui keributan di media sosial sengaja diciptakan untuk keuntungan finansial.

Penolakan JPU terhadap pleidoi artis itu membuat Nikita Mirzani tetap dituntut hukuman 11 tahun penjara dan denda Rp2 miliar dengan subsider enam bulan penjara.

Tuntutan 11 tahun penjara diajukan karena Nikita diyakini JPU telah mendistribusikan informasi dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan pemerasan dengan ancaman untuk mencemarkan nama baik.

Nikita Tanggapi Santai

Nikita Mirzani santai menanggapi replik atau jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas pembelaan diri (pleidoi) dirinya terkait dugaan pemerasan dan TPPU terhadap Reza Gladys. Ia menilai JPU perkaranya pandai berakting.

Ia memilih menanggapi setiap tuduhan dengan tawa dan sindiran.

“Gua ngakak aja udah,” ucap Nikita Mirzani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan seperti diberitakan detikcom, Senin (20/10).

Baca Juga :  Awas, Bahaya Penyalahgunaan Tramadol Memicu Halusinasi

Aktris berusia 39 tahun itu kemudian membantah beberapa poin yang disampaikan JPU, salah satunya adalah kompetensinya dalam mengulas produk skincare yang dipermasalahkan jaksa.

“Padahal aku yang artis, tapi mereka yang jago akting,” tutur Nikita.

“Kalau orang review skincare itu kan enggak harus seorang dokter. Yang penting, dia tahu kalau bahan-bahan di dalam skincare itu berbahaya, itu enggak harus seorang dokter,” ujarnya.

Nikita menilai isi replik itu lucu dan drama yang berlebihan, salah satunya adalah tudingan menghilangkan barang bukti. Ia merasa banyak hal yang tidak berdasar dan sengaja dibuat-buat oleh JPU dalam replik tersebut.

Ia merasa jawaban JPU atas pleidoi banyak yang menyudutkannya.

“Ya memang gitu kalau replik dari jaksa kan pasti nolak-nolak, tapi ya lucu aja sih,” ucapnya. “Enggak tahu, gua juga bingung. Banyak banget yang diada-adain di repliknya.

Setelah pembacaan replik JPU, sidang Nikita Mirzani dalam perkara dugaan pemerasan dan TPPU akan lanjut dengan agenda duplik dari Nikita Mirzani yang bakal digelar pada Kamis (23/10). (Sbw)

Berita Terkait

Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf
Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya
BPOM Wajibkan Minimarket Punya Pengawas Obat, Tak Harus Apoteker
Meski Anggaran Kalah dengan Pengadaan Kaos Kaki, Taruna Ikrar Tancap Gas Sidak MBG
Tuding Mualaf Settingan, Richard Lee Siap Seret Doktif
Kemenkes Siapkan RS PON, RSCM hingga RSJ Disiapkan untuk Korban Tabrakan Kereta di Bekasi
BPOM Gandeng Finalis Puteri Indonesia Perkuat Keamanan Obat dan Makanan
BPOM Sikat Peredaran Gas Tertawa di Marketplace, Baby Whip Jadi Kedok

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 17:23 WIB

Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:23 WIB

Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:21 WIB

BPOM Wajibkan Minimarket Punya Pengawas Obat, Tak Harus Apoteker

Kamis, 30 April 2026 - 10:59 WIB

Meski Anggaran Kalah dengan Pengadaan Kaos Kaki, Taruna Ikrar Tancap Gas Sidak MBG

Rabu, 29 April 2026 - 16:39 WIB

Tuding Mualaf Settingan, Richard Lee Siap Seret Doktif

Berita Terbaru

BPOM kembali menegaskan sikap tegasnya dengan menarik produk kosmetik bermasalah dari peredaran tanpa kompromi. (Foto: BPOM RI)

Berita

Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf

Senin, 11 Mei 2026 - 17:23 WIB

BPOM mencabut izin 11 kosmetik berbahaya yang mengandung merkuri, hidrokinon, dan zat lain yang mengancam kesehatan di balik janji kulit cantik instan. (Foto: BPOM)

Berita

Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:23 WIB

Pihak dr. Richard Lee menyiapkan langkah hukum untuk melaporkan Dokter Detektif atas tuduhan soal status mualaf yang dinilai sebagai pencemaran nama baik dan fitnah. (Foto: Danu Baharuddin/Sehatcantik.id)

Berita

Tuding Mualaf Settingan, Richard Lee Siap Seret Doktif

Rabu, 29 Apr 2026 - 16:39 WIB