Jakarta, Sehatcantik.id – Di balik angka kasus HIV yang terus menjadi perhatian, ada satu hal yang sering terlupakan: HIV bukan lagi penyakit yang identik dengan akhir kehidupan. Dengan pengobatan yang tepat, virus ini dapat dikendalikan.
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, terutama sel CD4 yang berfungsi membantu tubuh melawan infeksi.
Jika tidak mendapatkan penanganan, HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan berat sehingga tubuh lebih rentan terhadap berbagai penyakit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penularan HIV terjadi melalui darah, cairan seksual, serta dari ibu kepada anak selama kehamilan, persalinan, atau menyusui apabila tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Namun HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi makanan, menggunakan toilet bersama, maupun tinggal dalam lingkungan yang sama dengan Orang dengan HIV (ODHIV).
Kajian ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet HIV juga menegaskan bahwa terapi antiretroviral (ARV) yang efektif mampu menekan jumlah virus dalam tubuh hingga tidak terdeteksi. Kondisi tersebut berkaitan dengan risiko penularan seksual yang sangat rendah atau bahkan tidak terjadi ketika viral load tetap tersupresi.
Prinsip tersebut dikenal dengan istilah U=U (Undetectable = Untransmittable), yaitu orang dengan HIV yang menjalani terapi secara konsisten dan memiliki jumlah virus tidak terdeteksi tidak menularkan HIV melalui hubungan seksual.
“Orang yang hidup dengan HIV dan menjalani terapi antiretroviral dengan viral load tidak terdeteksi tidak memiliki risiko menularkan HIV melalui hubungan seksual,” demikian kesimpulan berbagai bukti ilmiah yang mendukung konsep U=U.
Karena itu, tantangan terbesar dalam penanganan HIV bukan hanya soal medis, tetapi juga stigma. Banyak orang masih takut melakukan tes karena khawatir dikucilkan setelah mengetahui status kesehatannya.
Dokter spesialis anak RSUP Persahabatan, dr. M. Ramdhani Yassien, MMRS, Sp.A, mengingatkan masyarakat agar tidak menjauhi orang dengan HIV.
“Yang harus kita jauhi adalah penyakitnya, bukan orangnya,” kata Ramdhani.
Dengan deteksi dini dan pengobatan teratur, orang dengan HIV tetap dapat hidup sehat, bekerja, berkeluarga, dan menjalani aktivitas seperti masyarakat lainnya. (Sbw)













