Indonesia Gandeng Tiongkok Kembangkan Vaksin Dengue Berbasis mRNA

- Editor

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riset Indonesia-Tiongkok membuka peluang baru menghadirkan vaksin dengue dengan teknologi kesehatan mutakhir.(Foto: Kemenkes RI)

Riset Indonesia-Tiongkok membuka peluang baru menghadirkan vaksin dengue dengan teknologi kesehatan mutakhir.(Foto: Kemenkes RI)

Jakarta, Sehatcantik.id – Perang melawan demam berdarah memasuki babak baru. Teknologi mRNA yang sebelumnya menjadi terobosan dalam menghadapi pandemi COVID-19 kini mulai diarahkan untuk melawan virus dengue.

Indonesia bersama Tiongkok mengembangkan purwarupa vaksin dengue tetravalen berbasis mRNA yang diklaim menjadi salah satu terobosan pertama di dunia untuk penyakit demam berdarah. Pengembangan vaksin ini melibatkan Universitas Indonesia (UI), Tsinghua University, dan PT Etana Biotechnologies Indonesia.

Vaksin tersebut menggunakan materi genetik virus dengue strain asli Indonesia. Jika berhasil melewati seluruh tahapan pengembangan, vaksin ini akan menjadi vaksin mRNA pertama di dunia untuk dengue sekaligus memperkuat kemandirian industri vaksin nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut pengembangan ini menjadi bukti bahwa peneliti Indonesia mampu bersaing dengan dunia dalam teknologi kesehatan terbaru.

“Kalau ini berhasil, ini akan menjadi salah satu vaksin baru yang diproduksi di Indonesia dengan teknologi paling mutakhir. Kita harus berterima kasih kepada para peneliti Indonesia yang sudah mampu setara dengan peneliti dunia,” ujar Budi.

Baca Juga :  Cegah Obesitas, Iklan Produk Tinggi Gula, Garam, dan Lemak Dibatasi

Pengembangan vaksin ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah membangun kemampuan produksi vaksin dari hulu hingga hilir. Pengalaman pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting ketika Indonesia harus bergantung pada pasokan luar negeri untuk kebutuhan medis.

Saat ini Indonesia memiliki sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang vaksin, antara lain Bio Farma, Biotis, Etana, dan JBio. Pemerintah menargetkan semakin banyak antigen imunisasi dapat diproduksi mandiri sebelum 2030.

“Target saya, sebelum tahun 2030, ke-11 antigen sisanya harus bisa kita produksi utuh dari hulu ke hilir,” tegas Menkes Budi.

Kolaborasi Indonesia-Tiongkok ini telah dirintis sejak 2023. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengatakan kerja sama tersebut dibangun dari kolaborasi riset terlebih dahulu, bukan sekadar kesepakatan administratif.

Baca Juga :  BPJS Tak Tanggung Biaya 21 Jenis Penyakit dan 5 Macam Operasi Ini

“Hampir semua vaksin manjur di dunia lahir dari riset di universitas. Model kerja sama seperti ini penting; kita tidak menandatangani MOU dulu baru bekerja, tapi justru mulai bekerja bersama secara sungguh-sungguh terlebih dahulu, baru MOU menyusul,” ungkap Stella.

Dengue dipilih sebagai salah satu prioritas karena masih menjadi masalah kesehatan besar di Indonesia. Setiap tahun tercatat sekitar 151 ribu kasus dengue dengan ratusan kematian.

Bagi pemerintah, riset tidak boleh berhenti di laboratorium atau jurnal ilmiah. Tantangan berikutnya adalah mengubah pengetahuan menjadi produk nyata yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.

“Anda mungkin bangga menulis di jurnal internasional dengan impact factor tinggi, tetapi Anda belum benar-benar berkontribusi pada kemanusiaan jika tulisan itu hanya berakhir sebagai tumpukan kertas. Ubahlah paper itu menjadi produk yang benar-benar menyelamatkan nyawa,” pungkas Budi.(Sbw)

Berita Terkait

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar
Majelis Hakim Kabulkan Permohonan Richard Lee, Empat Orang Jadi Penjamin
BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Rp25 Miliar di Tangerang
Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf
Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional
Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi
Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?
Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:44 WIB

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Majelis Hakim Kabulkan Permohonan Richard Lee, Empat Orang Jadi Penjamin

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:47 WIB

BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Rp25 Miliar di Tangerang

Rabu, 30 September 2026 - 01:32 WIB

Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf

Senin, 28 September 2026 - 17:54 WIB

Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional

Berita Terbaru

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengecek produk kosmetik ilegal yang disita dari fasilitas produksi di Mojokerto, Jawa Timur. (Foto: BPOM RI)

Berita

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar

Senin, 19 Okt 2026 - 17:44 WIB