BPOM Kawal Koperasi Merah Putih, Izin Produk Dipercepat hingga UMKM Didampingi

- Editor

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPOM memperkuat UMKM Koperasi Merah Putih lewat percepatan izin edar dan pendampingan. (Foto: Sbw/Sehatcantik.id)

BPOM memperkuat UMKM Koperasi Merah Putih lewat percepatan izin edar dan pendampingan. (Foto: Sbw/Sehatcantik.id)

Jakarta, Sehatcantik.id — BPOM menyiapkan serangkaian langkah untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Fokusnya bukan hanya mempercepat penerbitan izin edar, tetapi juga memastikan produk yang dipasarkan aman, bermutu, dan memenuhi standar pengawasan.

Komitmen itu disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar usai mengikuti rapat terbatas mengenai KDKMP yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.

“Salah satu bentuk dukungan kami untuk Koperasi Merah Putih adalah percepatan perizinan obat dan makanan,” kata Taruna Ikrar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peran BPOM dalam program ini mencakup pendampingan apotek dan klinik desa, pengawasan gerai penjualan obat dan pangan olahan, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage. Seluruhnya diarahkan agar produk yang beredar memenuhi aspek keamanan, mutu, serta tata kelola distribusi yang baik.

Landasan pengawasan tersebut telah diatur melalui sejumlah regulasi BPOM, termasuk ketentuan mengenai pengelolaan obat di apotek desa serta penerapan sistem jaminan keamanan dan mutu pangan olahan.

Baca Juga :  Jejak Gelap Di Balik Perseteruan Selebgram: Saling Kunci Tersangka hingga Tudingan BPOM Palsu

Di sisi pelaku usaha, BPOM memperkuat pembinaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pendampingan dilakukan melalui kunjungan langsung maupun konsultasi agar pelaku usaha mampu memenuhi standar produksi dan memperoleh izin edar.

“Melalui pendampingan ini kami harapkan UMKM mampu memenuhi persyaratan cara pembuatan produk yang baik hingga akhirnya memperoleh izin edar BPOM,” ujar Taruna Ikrar.

Sepanjang 2025, pendampingan telah dilakukan di enam daerah, yakni Banjarbaru, Surakarta, Medan, Kupang, Fakfak, dan Surabaya. Dari program tersebut, BPOM menerbitkan 19 Nomor Izin Edar (NIE) untuk produk obat bahan alam dan kosmetik. Hingga kini, terdapat 654.921 produk obat dan makanan yang telah memiliki izin edar BPOM.

BPOM juga mempercepat proses registrasi obat melalui penguatan sistem registrasi elektronik. Langkah ini diharapkan memperluas akses masyarakat, termasuk di wilayah desa, terhadap obat yang aman, bermutu, berkhasiat, dan terjangkau.

Baca Juga :  BPOM Bongkar Peredaran Obat Palsu Codrela dan Trivam Fliege

“Untuk mempercepat evaluasi registrasi obat, kami melakukan penguatan pemanfaatan sistem registrasi elektronik. Dengan demikian masyarakat, termasuk di wilayah desa, memperoleh akses terhadap obat yang aman, bermutu, berkhasiat, dan terjangkau [lebih cepat],” ujar Taruna Ikrar.

Program Koperasi Merah Putih sendiri dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa. Selain menyalurkan berbagai program pemerintah, koperasi juga diharapkan menjadi jalur pemasaran hasil produksi masyarakat sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat ekonomi desa.

Melalui percepatan layanan perizinan, pendampingan UMKM, serta pengawasan mutu produk, BPOM menegaskan kesiapannya menjadi salah satu pengawal agar produk yang dipasarkan melalui Koperasi Merah Putih tidak hanya mudah diakses, tetapi juga legal, aman, dan berkualitas. (Sbw)

Berita Terkait

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar
Majelis Hakim Kabulkan Permohonan Richard Lee, Empat Orang Jadi Penjamin
BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Rp25 Miliar di Tangerang
Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf
Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional
Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi
Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?
Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:44 WIB

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Majelis Hakim Kabulkan Permohonan Richard Lee, Empat Orang Jadi Penjamin

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:47 WIB

BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Rp25 Miliar di Tangerang

Rabu, 30 September 2026 - 01:32 WIB

Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf

Senin, 28 September 2026 - 17:54 WIB

Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional

Berita Terbaru

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengecek produk kosmetik ilegal yang disita dari fasilitas produksi di Mojokerto, Jawa Timur. (Foto: BPOM RI)

Berita

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar

Senin, 19 Okt 2026 - 17:44 WIB