BPOM Dukung Bisnis Kosmetik Jadi Raja di Negeri Sendiri

- Editor

Rabu, 14 Mei 2025 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Sehatcantik.id – Industri kosmetik bukan lagi sekadar pelengkap gaya hidup, tapi telah menjadi kebutuhan dasar lintas usia dan gender. Hal ini ditegaskan oleh Kepala BPOM Taruna Ikrar saat membuka pameran Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2025 di Hall D JIExpo Kemayoran Jakarta, (Rabu, 14/5/2025).

“Kosmetik ini menjadi kebutuhan dasar, bukan hanya untuk ibu-ibu, tetapi juga bapak-bapak. Tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Ini merupakan pangsa pasar yang besar dan potensial,” ujar Taruna Ikrar dalam sambutannya.

Indonesia, lanjut Kepala BPOM, memiliki kekayaan alam yang luar biasa mulai dari flora, fauna, hingga mineral dari gunung berapi yang berpotensi besar menjadi bahan baku kosmetik alami berkualitas tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, ia mengingatkan bahwa potensi ini tidak boleh hanya berhenti sebagai komoditas mentah yang diekspor, lalu diimpor kembali dalam bentuk produk jadi.

Baca Juga :  Makanan yang Bisa Bikin Cepat Tua, Batasi Konsumsinya

“Sumber daya alam yang begitu kaya ini harus dikelola dan dimanfaatkan menjadi produk kosmetik nasional,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, BPOM mendorong inovasi dan memberikan kemudahan dalam proses perizinan sekaligus memastikan keamanan produk di pasaran. Kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah (ccademic-business-government/ABG) juga terus dikembangkan BPOM, khususnya untuk mempercepat hilirisasi bahan baku dalam negeri menjadi produk siap pakai.

Senada dengan BPOM, Ketua Umum Perhimpunan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) Sancoyo Antarikso menekankan pentingnya sinergi di sektor ini. Menurutnya, memulai bisnis kosmetik tidak selalu membutuhkan modal besar, tetapi lebih kepada semangat kolaborasi.

“Kuncinya adalah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di bidang kosmetik,” tuturnya.

Baca Juga :  Ortodonti Itu Apa? Berikut Penjelasannya

Industri yang besar dapat membantu industri yang kecil untuk tumbuh. Tahun ini, ICI memasuki tahun ke-14 dan diikuti oleh lebih dari 120 partisipan dari dalam dan luar negeri. Acara ini berlangsung pada 14–16 Mei 2025.

Selain menghadirkan pameran bahan baku kosmetik, peserta dan pengunjung ICI dapat mengikuti puluhan seminar dan talkshow untuk memperoleh pengetahuan mendalam tentang regulasi terbaru, teknik formulasi, hingga strategi pemasaran di tengah persaingan global.

Taruna Ikrar menyampaikan harapan agar penyelenggaraan ICI 2025 dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki Indonesia. “BPOM terus berkomitmen mendukung perkembangan bisnis kosmetik Indonesia agar menjadi raja di negeri sendiri dan bahkan mampu melayani pasar dunia,” tutupnya. (HM-BPOM/Sbw)

Berita Terkait

Doktif Hadir di Sidang Richard Lee: “Saya Juru Kunci Pintu Neraka”
Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat
Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes
Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining
Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot
Ditjenpas: Tak Ada Intimidasi, Nikita Justru Duta Layanan Rutan
Indonesia Kejar Nol Kematian Dengue, Teknologi Wolbachia Jadi Salah Satu Senjata
Sidang Ditunda, Pengalihan Tahanan Ditolak, Richard Lee Gagal Bertemu Anak

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Doktif Hadir di Sidang Richard Lee: “Saya Juru Kunci Pintu Neraka”

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot

Berita Terbaru