BPOM Dorong ASEAN Bangun Sistem Cepat Hadapi Krisis Pangan

- Editor

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 90?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 90?

Jakarta, Sehatcantik.id — Pangan tidak lagi berhenti di satu meja makan. Dalam rantai pasok global yang semakin terhubung, satu ancaman kecil di satu negara dapat berubah menjadi persoalan besar bagi kawasan. Karena itu, ASEAN memperkuat sistem bersama untuk menghadapi kedaruratan keamanan pangan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar simulasi penanganan darurat keamanan pangan bersama negara-negara ASEAN di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan menguji kesiapan kawasan dalam mendeteksi ancaman, bertukar informasi, menilai risiko, hingga mengambil langkah cepat ketika terjadi insiden pangan yang membahayakan masyarakat.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, keamanan pangan membutuhkan kerja sama lintas negara. Sistem yang kuat harus dibangun melalui koordinasi, kecepatan respons, dan pengambilan keputusan berbasis sains.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mari kita gunakan simulasi ini, tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas teknis, melainkan untuk mempererat kerja sama, solidaritas, dan terutama komitmen kita untuk melindungi kesehatan masyarakat di ASEAN,” ujar Taruna.

Baca Juga :  Gejala Hipertensi Naik yang Perlu Diwaspadai

Menurutnya, tantangan keamanan pangan kini semakin kompleks. Ancaman tidak hanya berasal dari bahaya biologis, tetapi juga kontaminasi kimia, faktor lingkungan, hingga pergerakan produk pangan yang semakin luas antarnegara.

“Munculnya bahaya biologis, kimia, dan lingkungan memerlukan sistem darurat keamanan pangan yang mampu melakukan deteksi cepat, berbagi informasi tepat waktu, penilaian risiko berbasis sains, dan respons regional yang terkoordinasi,” tutur Taruna Ikrar.

Melalui mekanisme Food Safety Emergency Response (FSER), negara-negara ASEAN dilatih menghadapi berbagai skenario, mulai dari munculnya penyakit akibat pangan terkontaminasi, penelusuran sumber masalah, hingga koordinasi antarotoritas.

Bagi BPOM, keamanan pangan bukan lagi sekadar urusan pengawasan produk. Keamanan pangan menjadi bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, dan kepercayaan konsumen.

Baca Juga :  BPOM Sikat Peredaran Gas Tertawa di Marketplace, Baby Whip Jadi Kedok

“Penguatan kesiapsiagaan darurat keamanan pangan merupakan investasi dalam pembangunan berkelanjutan ASEAN dan daya saing regional,” ujarnya.

Indonesia sendiri telah mendorong penguatan sistem keamanan pangan ASEAN sejak 2020 melalui berbagai program peningkatan kapasitas respons cepat terhadap insiden pangan. Upaya itu terus diperkuat melalui kerja sama regional dan dukungan mitra internasional.

Head of Strategy from UK Mission to ASEAN Harrison Massey menilai ASEAN telah menunjukkan kemajuan melalui pembentukan sistem peringatan dini dan pusat kajian risiko pangan. Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada satu negara maupun lembaga yang mampu menghadapi krisis pangan sendirian.

Di tengah dunia yang semakin terhubung, keamanan pangan menjadi tantangan bersama. Ancaman yang tak terlihat dapat bergerak melintasi batas negara, sehingga kesiapan dan kolaborasi menjadi kunci untuk melindungi masyarakat. (Sbw)

Berita Terkait

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar
Majelis Hakim Kabulkan Permohonan Richard Lee, Empat Orang Jadi Penjamin
BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Rp25 Miliar di Tangerang
Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf
Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional
Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi
Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?
Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:44 WIB

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Majelis Hakim Kabulkan Permohonan Richard Lee, Empat Orang Jadi Penjamin

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:47 WIB

BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Rp25 Miliar di Tangerang

Rabu, 30 September 2026 - 01:32 WIB

Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf

Senin, 28 September 2026 - 17:54 WIB

Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional

Berita Terbaru

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengecek produk kosmetik ilegal yang disita dari fasilitas produksi di Mojokerto, Jawa Timur. (Foto: BPOM RI)

Berita

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar

Senin, 19 Okt 2026 - 17:44 WIB