Balai Besar POM Jakarta Ingatkan Warga Waspada Takjil Berwarna Mencolok

- Editor

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warna mencolok takjil jadi perhatian BBPOM DKI di Pasar Gandaria Utara demi keamanan konsumen. (Foto: BBPOM Jakarta)

Warna mencolok takjil jadi perhatian BBPOM DKI di Pasar Gandaria Utara demi keamanan konsumen. (Foto: BBPOM Jakarta)

Jakarta, Sehatcantik.id – Ramadan selalu menghadirkan pasar takjil yang penuh warna dan aroma menggoda. Namun, di balik tampilan yang menggugah selera, tidak semua makanan aman disantap. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM DKI) mengingatkan warga agar lebih cermat dalam memilih takjil, terutama yang memiliki warna terlalu mencolok.

“Jadi kalau misalkan takjilnya itu berwarna, itu pilih warnanya yang jangan mencolok,” kata Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM DKI Jakarta, Evi Citraprianti, saat memantau pasar takjil di Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).

Evi menjelaskan, warna mencolok bisa menjadi tanda adanya pewarna tekstil yang berbahaya. Selain itu, rasa dan tekstur makanan juga bisa menjadi indikator keamanan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi kalau ini kita coba rasanya, kalau kerupuk terasa getir itu berarti kemungkinan adanya penambahan boraks,” ujarnya.

Baca Juga :  BPOM Ungkap 56 Ribu Produk Pangan Tak Layak Edar Jelang Idulfitri

Sementara untuk tahu yang mengandung formalin, cirinya terlihat dari teksturnya yang keras.

“Ciri-cirinya kalau tahunya keras itu berarti kemungkinan ada penambahan formalin,” ujar Evi.

Temuan ini bukan hal sepele. Untuk itu, Pemkot Jakarta Selatan bersama BBPOM membentuk satuan tugas (satgas) pengawasan pangan yang melibatkan berbagai instansi, mulai dari Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), hingga anggota BPOM.

Satgas ini bertugas memastikan seluruh pangan olahan di wilayah Jakarta Selatan bebas dari zat berbahaya, termasuk formalin, boraks, pewarna tekstil, dan aditif berisiko lainnya.

Evi berharap masyarakat bisa mengamati warna, rasa, dan tekstur makanan sebelum membeli. Pengawasan ini juga dimaksudkan untuk memberi edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi makanan sehat, terutama saat bulan Ramadan.

Baca Juga :  Study berries plays a role in child obesity

Tips Memilih Takjil Aman

Perhatikan warna

– Pilih takjil dengan warna natural, hindari yang terlalu mencolok atau berkilau.

Cek tekstur

– Tahu yang keras, kerupuk yang terasa getir, atau minuman yang terlalu kental bisa jadi tanda adanya bahan berbahaya.

Aroma alami

– Makanan segar seharusnya memiliki aroma khas bahan alami; bau menyengat atau kimia menandakan zat tambahan.

Beli dari pedagang terpercaya – Pastikan pedagang memiliki izin usaha dan sudah diawasi petugas.

Cuci atau panaskan bila perlu – Beberapa makanan bisa dikurangi risikonya dengan dicuci bersih atau dipanaskan sebelum dikonsumsi.

Dengan pengawasan yang ketat dan penerapan tips ini, BBPOM DKI optimistis warga dapat menikmati berbuka dengan tenang, tanpa khawatir risiko kesehatan dari takjil yang dijual di pasar.(Sbw)

Berita Terkait

Operasional Koperasi Merah Putih Diresmikan, Klinik Kesehatan Mulai Bergerak
Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf
Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya
BPOM Wajibkan Minimarket Punya Pengawas Obat, Tak Harus Apoteker
Meski Anggaran Kalah dengan Pengadaan Kaos Kaki, Taruna Ikrar Tancap Gas Sidak MBG
Tuding Mualaf Settingan, Richard Lee Siap Seret Doktif
Kemenkes Siapkan RS PON, RSCM hingga RSJ Disiapkan untuk Korban Tabrakan Kereta di Bekasi
BPOM Gandeng Finalis Puteri Indonesia Perkuat Keamanan Obat dan Makanan

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 10:49 WIB

Operasional Koperasi Merah Putih Diresmikan, Klinik Kesehatan Mulai Bergerak

Senin, 11 Mei 2026 - 17:23 WIB

Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:23 WIB

Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:21 WIB

BPOM Wajibkan Minimarket Punya Pengawas Obat, Tak Harus Apoteker

Kamis, 30 April 2026 - 10:59 WIB

Meski Anggaran Kalah dengan Pengadaan Kaos Kaki, Taruna Ikrar Tancap Gas Sidak MBG

Berita Terbaru

BPOM kembali menegaskan sikap tegasnya dengan menarik produk kosmetik bermasalah dari peredaran tanpa kompromi. (Foto: BPOM RI)

Berita

Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf

Senin, 11 Mei 2026 - 17:23 WIB

BPOM mencabut izin 11 kosmetik berbahaya yang mengandung merkuri, hidrokinon, dan zat lain yang mengancam kesehatan di balik janji kulit cantik instan. (Foto: BPOM)

Berita

Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:23 WIB