El Nino Godzilla Masih Mengintai, Anak Perlu Dijaga

- Editor

Kamis, 3 September 2026 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak-anak perlu mendapat perhatian lebih saat cuaca ekstrem dan kualitas udara memburuk akibat kondisi El Nino. (Foto: Pexels)

Anak-anak perlu mendapat perhatian lebih saat cuaca ekstrem dan kualitas udara memburuk akibat kondisi El Nino. (Foto: Pexels)

Jakarta, Sehatcantik.id – El Nino “Godzilla” masih menjadi perhatian memasuki September 2026. BMKG mencatat kondisi El Nino masih berada pada kategori sangat kuat, dengan sebagian wilayah Indonesia menghadapi periode panas dan kering.

Situasi ini bukan sekadar membuat udara terasa lebih gerah. Kemarau panjang dapat memperburuk kualitas udara, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, sekaligus memengaruhi kondisi lingkungan yang berkaitan dengan kesehatan.

Kementerian Kesehatan sebelumnya mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap dampaknya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan minimnya hujan membuat proses alami pembersihan polutan di udara berkurang. Risiko tersebut dapat semakin besar ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan.

“Udara menjadi stagnan, diperparah lapisan inversi dan angin lemah. Risiko kebakaran hutan dan lahan juga meningkat, sehingga menimbulkan kabut asap yang berdampak langsung pada kesehatan,” kata Aji.

Baca Juga :  Nikita Mirzani Divonis Empat Tahun Penjara, Hal Memberatkan Tak Akui Perbuatan

Bukan hanya polusi yang perlu diwaspadai. Perubahan kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, termasuk demam berdarah dengue (DBD) dan malaria.

Kualitas air dan sanitasi yang menurun juga berpotensi memicu penyakit berbasis lingkungan seperti diare, kolera, hingga leptospirosis.

Anak Perlu Pengawasan Ekstra

Kelompok anak menjadi salah satu yang perlu mendapat perhatian lebih saat cuaca ekstrem.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengatakan perubahan cuaca drastis membuat tubuh anak harus bekerja lebih keras untuk beradaptasi. Anak pun dapat lebih cepat lelah dan rentan mengalami gangguan kesehatan.

“Secara umum, sebaiknya anak-anak berada di dalam ruangan saat cuaca ekstrem. Jangan sampai dibiarkan tanpa pengawasan karena di musim seperti ini daya tahan tubuh bisa menurun,” ujar Piprim.

Baca Juga :  Efek Micin bagi Otak, Apakah Berbahaya?

Orang tua juga disarankan menyesuaikan aktivitas anak dengan kondisi cuaca dan kualitas udara. Ketika polusi sedang tinggi, kegiatan di luar ruangan sebaiknya dikurangi.

Selain aktivitas, asupan makanan juga tidak boleh luput dari perhatian.

Piprim menekankan pentingnya pemenuhan nutrisi, terutama protein hewani, untuk membantu menjaga kondisi tubuh anak.

“Nutrisi harus diperbaiki, terutama protein hewani, supaya anak lebih fit menghadapi kondisi cuaca ekstrem seperti ini,” katanya.

Orang tua juga perlu memperhatikan tanda-tanda ketika anak mulai tidak fit, seperti mudah lelah, kurang aktif, atau muncul keluhan kesehatan.

Dengan kondisi cuaca yang masih perlu diwaspadai, perlindungan anak tidak cukup hanya dengan menghindari panas. Kualitas udara, aktivitas, asupan nutrisi, kebersihan lingkungan, dan kondisi kesehatan perlu diperhatikan secara bersamaan. (Sbw)

Berita Terkait

Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf
Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional
Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi
Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?
Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar
Doktif Terdesak di Sidang dr. Richard Lee: Isu Pemerasan 20 Miliar hingga Skincare 1.000 Perak
Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan
Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 01:32 WIB

Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf

Senin, 28 September 2026 - 17:54 WIB

Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional

Minggu, 27 September 2026 - 13:46 WIB

Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi

Sabtu, 26 September 2026 - 21:39 WIB

Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?

Kamis, 24 September 2026 - 19:37 WIB

Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar

Berita Terbaru

Sekitar 363 ribu anak terindikasi mengalami gejala depresi berdasarkan skrining kesehatan Kemenkes. (Foto: Pexels)

Anak

Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:46 WIB

Produk pangan olahan kemasan wajib mengantongi sertifikat halal demi syarat izin edar BPOM. (Foto: pexels)

Berita

Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:39 WIB

Saksi Janet Aprilia Stanzah memberikan keterangan dalam sidang perkara Richard Lee di Pengadilan Negeri Tangerang.(Foto: Sehatcantik.id/Sbw)

Berita

Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar

Kamis, 24 Sep 2026 - 19:37 WIB