CKG Tembus 59,5 Juta Peserta, Kemenkes Perluas Deteksi Dini Penyakit

- Editor

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hampir 60 juta warga telah mengikuti CKG, membuka jalan bagi deteksi dini penyakit sebelum terlambat. (Foto: Kemenkes)

Hampir 60 juta warga telah mengikuti CKG, membuka jalan bagi deteksi dini penyakit sebelum terlambat. (Foto: Kemenkes)

Jakarta, Sehatcantik.id — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus diperluas pemerintah sebagai upaya mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini. Hingga 5 Juli 2026, sebanyak 59.561.278 peserta telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dari target sekitar 130 juta orang sepanjang tahun ini.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman mengatakan, kelompok usia dewasa menjadi peserta dengan jumlah pemeriksaan terbanyak, mencapai sekitar 35,7 juta orang.

Dari sisi cakupan wilayah, Gorontalo mencatat capaian tertinggi dengan 39,8 persen dari sasaran penduduk. Sementara Papua Pegunungan menjadi daerah dengan cakupan terendah, yakni 0,6 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah faktor risiko kesehatan masih banyak ditemukan di berbagai kelompok usia. Pada bayi baru lahir, misalnya, CKG menemukan 20.946 kasus risiko penyakit jantung bawaan atau sekitar 4,3 persen.

Pada kelompok balita dan anak prasekolah, masalah gigi karies menjadi temuan dominan dengan 614.427 kasus atau 23,9 persen. Sementara pada anak usia sekolah dan remaja, sebanyak 2.994.482 orang atau 40,9 persen juga mengalami gigi karies.

Baca Juga :  Tekan Lonjakan, Kemenkes Gelar Lomba Penemuan Pasien TBC

Pada kelompok dewasa, persoalan yang paling banyak ditemukan adalah kurangnya aktivitas fisik. Sebanyak 13.133.414 orang atau 46,5 persen tercatat memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Kondisi serupa terjadi pada lansia, dengan 3.211.946 orang atau 51,5 persen mengalami kurang aktivitas fisik.

Selain menemukan faktor risiko, program CKG juga melakukan tindak lanjut terhadap masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan lebih lanjut. Sebanyak 753.884 peserta telah dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun layanan rawat jalan.

“Meski capaian CKG pada tahun 2026 hingga saat ini berjalan on track, namun pelaksanaan CKG masih menghadapi berbagai tantangan,” ujar Aji.

Menurut Kemenkes, tantangan utama dalam pelaksanaan CKG antara lain masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan, perbedaan komitmen pemerintah daerah, keterbatasan sarana dan alat kesehatan, serta kebutuhan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.

Baca Juga :  BPOM dan India Perkuat Kerja Sama Pengawasan Obat dan Produk Medis

Untuk mengejar target cakupan, pemerintah mendorong perluasan layanan CKG melalui berbagai jalur, tidak hanya di puskesmas, tetapi juga melibatkan fasilitas kesehatan primer lainnya, TNI, Polri, tempat kerja, perguruan tinggi, serta berbagai elemen masyarakat.

Kemenkes juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan melalui kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama agar kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan semakin meningkat.

“Sarana, prasarana, alat kesehatan perlu dilakukan pemenuhan secara bertahap. Kapasitas SDM yang masih perlu ditingkatkan,” kata Aji.

Melalui CKG, pemerintah berharap masyarakat semakin aktif mengetahui kondisi kesehatannya, sehingga penyakit dapat dicegah dan ditangani lebih awal sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. (Sbw)

Berita Terkait

Indonesia Kejar Nol Kematian Dengue, Teknologi Wolbachia Jadi Salah Satu Senjata
Sidang Ditunda, Pengalihan Tahanan Ditolak, Richard Lee Gagal Bertemu Anak
BPOM Terbitkan Aturan Baru Batas Cemaran Mikroba, Label Gizi, dan Kemasan Pangan
Kemenkes: Kematian dr. Siti Zahra Maghfira Tak Terkait Pelanggaran Jam Kerja atau Lingkungan Kerja
Kemenkes Bebastugaskan Sementara Dokter Internship untuk Medical Check-Up Menyeluruh
Panas! Richard Lee Ancam Doktif Bongkar Persaingan. Doktif Balas: “Bongkar Aja, Nggak Usah Nunggu!”
Hadapi Kemarau Panjang, BMKG Siapkan Operasi Hujan Buatan
Kematian Dokter Internship di Kalibata: Kemenkes Usut Tuntas, Sistem Kesehatan di Titik Kritis
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:53 WIB

Indonesia Kejar Nol Kematian Dengue, Teknologi Wolbachia Jadi Salah Satu Senjata

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:17 WIB

Sidang Ditunda, Pengalihan Tahanan Ditolak, Richard Lee Gagal Bertemu Anak

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:21 WIB

BPOM Terbitkan Aturan Baru Batas Cemaran Mikroba, Label Gizi, dan Kemasan Pangan

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:12 WIB

Kemenkes: Kematian dr. Siti Zahra Maghfira Tak Terkait Pelanggaran Jam Kerja atau Lingkungan Kerja

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:03 WIB

Kemenkes Bebastugaskan Sementara Dokter Internship untuk Medical Check-Up Menyeluruh

Berita Terbaru