Secangkir Teh, Risiko yang Tak Terlihat bagi Tumbuh Kembang Anak

- Editor

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebiasaan kecil di meja makan bisa berdampak besar ketika menyangkut kebutuhan gizi bayi dan balita. (Foto: Frerpik)

Kebiasaan kecil di meja makan bisa berdampak besar ketika menyangkut kebutuhan gizi bayi dan balita. (Foto: Frerpik)

Jakarta, Sehatcantik.id – Ada kebiasaan kecil yang sering dianggap biasa di rumah: memberikan teh kepada anak karena dianggap sebagai minuman sehat. Padahal, bagi tubuh yang masih membangun fondasi pertumbuhan, segelas teh bisa membawa persoalan yang tidak terlihat.

Balai Besar POM Jakarta mengingatkan orang tua agar tidak sembarangan memberikan teh kepada bayi dan balita. Meski dikenal mengandung antioksidan, teh memiliki kandungan kafein dan tanin yang dapat mengganggu penyerapan zat gizi penting bagi anak.

“Tidak semua minuman yang baik untuk orang dewasa juga aman dikonsumsi anak.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BPOM menjelaskan, kafein dalam teh dapat memengaruhi kualitas tidur, konsentrasi, hingga proses tumbuh kembang apabila dikonsumsi berlebihan. Sementara tanin dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan.

Baca Juga :  BPOM Kawal Koperasi Merah Putih, Izin Produk Dipercepat hingga UMKM Didampingi

Zat besi bukan sekadar mineral biasa. Pada masa pertumbuhan, zat ini berperan penting dalam pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi dapat meningkatkan risiko anemia dan berdampak pada perkembangan anak.

Dokter spesialis anak dr. Hawin Nurdiana, M.Kes., Sp.A., mengingatkan bahwa kandungan tanin dalam teh dapat menjadi penghambat penyerapan zat besi yang dibutuhkan anak.

“Teh dapat menghambat penyerapan zat besi karena kandungan tanin di dalamnya. Padahal zat besi berperan penting dalam tumbuh kembang anak.” ujar dr. Hawin Nurdiana.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menjelaskan bahwa kandungan polifenol dan fitat dalam teh dapat mengurangi penyerapan zat besi, terutama bila dikonsumsi bersamaan dengan waktu makan. Karena itu, pemberian teh pada anak perlu mendapat perhatian khusus.

Baca Juga :  Bocah Meninggal Dunia Penuh Cacing, KDM Bekukan Dana Desa

Selain persoalan zat besi, BPOM mengingatkan teh yang diseduh terlalu pekat dapat memicu iritasi lambung sehingga menyebabkan mual atau rasa tidak nyaman pada anak. Konsumsi berlebihan juga berpotensi mengganggu penyerapan kalsium yang penting untuk pembentukan tulang dan gigi.

Risiko lain muncul ketika teh diberikan dalam bentuk teh manis. Tambahan gula memang membuat rasanya lebih mudah diterima anak, tetapi kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko gigi berlubang dan membentuk pola konsumsi gula berlebih sejak usia dini.

Pada akhirnya, persoalannya bukan hanya soal secangkir teh. Di masa pertumbuhan, setiap asupan adalah bagian dari proses panjang membangun tubuh. Sesuatu yang menjadi kebiasaan orang dewasa belum tentu menjadi pilihan terbaik bagi anak-anak. (Sbw)

Berita Terkait

Indonesia Kejar Nol Kematian Dengue, Teknologi Wolbachia Jadi Salah Satu Senjata
Sidang Ditunda, Pengalihan Tahanan Ditolak, Richard Lee Gagal Bertemu Anak
BPOM Terbitkan Aturan Baru Batas Cemaran Mikroba, Label Gizi, dan Kemasan Pangan
Kemenkes: Kematian dr. Siti Zahra Maghfira Tak Terkait Pelanggaran Jam Kerja atau Lingkungan Kerja
Kemenkes Bebastugaskan Sementara Dokter Internship untuk Medical Check-Up Menyeluruh
Panas! Richard Lee Ancam Doktif Bongkar Persaingan. Doktif Balas: “Bongkar Aja, Nggak Usah Nunggu!”
Hadapi Kemarau Panjang, BMKG Siapkan Operasi Hujan Buatan
Kematian Dokter Internship di Kalibata: Kemenkes Usut Tuntas, Sistem Kesehatan di Titik Kritis

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:53 WIB

Indonesia Kejar Nol Kematian Dengue, Teknologi Wolbachia Jadi Salah Satu Senjata

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:17 WIB

Sidang Ditunda, Pengalihan Tahanan Ditolak, Richard Lee Gagal Bertemu Anak

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:21 WIB

BPOM Terbitkan Aturan Baru Batas Cemaran Mikroba, Label Gizi, dan Kemasan Pangan

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:12 WIB

Kemenkes: Kematian dr. Siti Zahra Maghfira Tak Terkait Pelanggaran Jam Kerja atau Lingkungan Kerja

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:03 WIB

Kemenkes Bebastugaskan Sementara Dokter Internship untuk Medical Check-Up Menyeluruh

Berita Terbaru