Menkes Ajak Kreator Ubah Makan Sehat Jadi Tren Baru di Media Sosial

- Editor

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kreator konten diajak menjadi penggerak perubahan gaya hidup sehat melalui edukasi pola makan bergizi di media sosial. (Foto: Istimewa)

Kreator konten diajak menjadi penggerak perubahan gaya hidup sehat melalui edukasi pola makan bergizi di media sosial. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Sehatcantik.id – Pertarungan melawan penyakit tidak selalu dimulai di ruang operasi atau laboratorium. Sering kali, ia bermula dari pilihan sederhana di atas piring makan—dan kini, juga dari apa yang muncul di layar ponsel.

Karena itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak para kreator konten memanfaatkan pengaruh media sosial untuk membangun budaya makan sehat. Menurutnya, tren digital seharusnya tidak hanya melahirkan makanan viral, tetapi juga kebiasaan yang membuat masyarakat hidup lebih sehat.

“Mari kita ubah stigma masyarakat untuk membuat pola makan sehat ini menjadi sebuah tren yang memicu FOMO (Fear of Missing Out). Jangan sampai tren makanan yang tidak sehat justru diadopsi secara luas karena dampaknya buruk bagi kesehatan masyarakat di usia produktif. Tolong bantu ubah perilaku makan masyarakat Indonesia menjadi lebih seimbang,” ujar Budi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ajakan itu disampaikan saat peluncuran program Makan Dengan Makna, kolaborasi Kementerian Kesehatan dan TikTok Indonesia di Jakarta, Kamis (9/7/2026). Program tersebut bertujuan memperluas literasi gizi melalui edukasi tentang pola makan seimbang dan gaya hidup sehat.

Baca Juga :  Bocah Meninggal Dunia Penuh Cacing, KDM Bekukan Dana Desa

Budi menegaskan, perubahan perilaku menjadi kunci untuk menekan penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung, kanker, hingga gangguan ginjal yang masih mendominasi penyebab kematian di Indonesia. Menurutnya, edukasi harus hadir di ruang digital, tempat masyarakat kini menghabiskan banyak waktu.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman untuk memperkuat edukasi mengenai gizi seimbang, Isi Piringku, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Langkah itu juga didorong oleh hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang menunjukkan sekitar 96,7 persen masyarakat Indonesia berusia di atas lima tahun masih belum memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur setiap hari.

Head of Public Policy TikTok Indonesia, Noudhy Valdryno, mengatakan platform digital dapat menjadi ruang yang efektif untuk menginspirasi masyarakat menjalani pola hidup sehat.

Baca Juga :  BPOM dan Kemhan Kolaborasi di Sektor Obat dan Makanan

“Melalui Makan Dengan Makna, kami ingin memanfaatkan kekuatan penemuan (discovery) di TikTok untuk membantu masyarakat menemukan inspirasi hidup sehat yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Noudhy.

“Bersama para kreator, komunitas, Foodbank of Indonesia, dan dengan dukungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kami berharap semakin banyak masyarakat dapat menemukan cara-cara sederhana untuk memulai kebiasaan makan yang lebih sehat sekaligus semakin mengapresiasi kekayaan bahan pangan lokal Indonesia,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, TikTok juga meluncurkan program Makan Lokal yang menghadirkan sesi memasak langsung bersama para kreator dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Selain itu, TikTok menyalurkan donasi sebesar 200 ribu dolar AS melalui Foodbank of Indonesia untuk membantu penyediaan lebih dari 80 ribu porsi makanan bergizi bagi masyarakat rentan sekaligus memperluas edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang. (Sbw)

Berita Terkait

Indonesia Kejar Nol Kematian Dengue, Teknologi Wolbachia Jadi Salah Satu Senjata
Sidang Ditunda, Pengalihan Tahanan Ditolak, Richard Lee Gagal Bertemu Anak
BPOM Terbitkan Aturan Baru Batas Cemaran Mikroba, Label Gizi, dan Kemasan Pangan
Kemenkes: Kematian dr. Siti Zahra Maghfira Tak Terkait Pelanggaran Jam Kerja atau Lingkungan Kerja
Kemenkes Bebastugaskan Sementara Dokter Internship untuk Medical Check-Up Menyeluruh
Panas! Richard Lee Ancam Doktif Bongkar Persaingan. Doktif Balas: “Bongkar Aja, Nggak Usah Nunggu!”
Hadapi Kemarau Panjang, BMKG Siapkan Operasi Hujan Buatan
Kematian Dokter Internship di Kalibata: Kemenkes Usut Tuntas, Sistem Kesehatan di Titik Kritis

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:53 WIB

Indonesia Kejar Nol Kematian Dengue, Teknologi Wolbachia Jadi Salah Satu Senjata

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:17 WIB

Sidang Ditunda, Pengalihan Tahanan Ditolak, Richard Lee Gagal Bertemu Anak

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:21 WIB

BPOM Terbitkan Aturan Baru Batas Cemaran Mikroba, Label Gizi, dan Kemasan Pangan

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:12 WIB

Kemenkes: Kematian dr. Siti Zahra Maghfira Tak Terkait Pelanggaran Jam Kerja atau Lingkungan Kerja

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:03 WIB

Kemenkes Bebastugaskan Sementara Dokter Internship untuk Medical Check-Up Menyeluruh

Berita Terbaru