Kemenkes Luruskan Kasus HIV Sidoarjo: Banyak Terdeteksi Bukan Berarti Penularan Naik

- Editor

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenkes memperkuat deteksi dini HIV sekaligus mengajak masyarakat menghentikan stigma terhadap ODHIV. (Foto: Kemenkes)

Kemenkes memperkuat deteksi dini HIV sekaligus mengajak masyarakat menghentikan stigma terhadap ODHIV. (Foto: Kemenkes)

Jakarta, Sehatcantik.id – Angka kasus HIV yang meningkat tidak selalu berarti penularan sedang melonjak. Kementerian Kesehatan mengingatkan publik agar melihat data secara utuh, terutama karena layanan deteksi dini kini semakin luas.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni, mengatakan bertambahnya jumlah kasus HIV yang ditemukan dari tahun ke tahun tidak bisa langsung dimaknai sebagai peningkatan penularan.

“Peningkatan jumlah kasus yang ditemukan dari tahun ke tahun berlangsung seiring dengan semakin luasnya cakupan layanan tes HIV di fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun layanan berbasis komunitas,” kata Andi dalam keterangannya, Minggu (26/7).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data situasi HIV Kabupaten Sidoarjo, sejak 2001 hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 1.183 kasus HIV kumulatif pada kelompok usia 0–24 tahun.

Baca Juga :  Sikapi Desakan Stop MBG, BPOM Tetap Dukung Program Andalan Prabowo

Menurut Kemenkes, angka tersebut merupakan akumulasi temuan selama lebih dari dua dekade. Karena itu, kenaikan jumlah kasus yang teridentifikasi perlu dibaca bersama dengan meningkatnya akses masyarakat terhadap pemeriksaan HIV.

“Semakin banyak kasus yang ditemukan justru mencerminkan efektivitas upaya deteksi dini yang dilakukan pemerintah bersama berbagai mitra,” ujar Andi.

Kemenkes menjelaskan, deteksi dini menjadi bagian penting dalam pengendalian HIV. Seseorang yang mengetahui status HIV lebih cepat dapat segera memperoleh terapi antiretroviral (ARV), sehingga kondisi kesehatan dapat dikendalikan dan risiko penularan bisa ditekan.

Untuk memastikan informasi yang beredar sesuai kondisi lapangan, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes juga melakukan supervisi program HIV di Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga :  Nikita Bela Diri, Minta Prabowo Bubarkan BPOM

Supervisi tersebut dilakukan untuk mengklarifikasi dan memverifikasi data, termasuk melalui kunjungan ke Delta Crisis Center (DCC), salah satu sumber data yang menjadi rujukan dalam pemberitaan. Tim juga mengevaluasi program pencegahan, deteksi dini, pengobatan, serta pendampingan bagi Orang dengan HIV (ODHIV).

Kemenkes turut memperkuat program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA). Di Sidoarjo, tercatat 163 ibu hamil dengan HIV selama periode 2022 hingga Juni 2026.

Melalui pemeriksaan HIV dalam layanan antenatal terpadu dan pemberian terapi ARV, risiko penularan HIV dari ibu ke bayi dapat ditekan hingga di bawah dua persen.

Pemerintah juga mengingatkan pentingnya menghapus stigma terhadap ODHIV. Sebab, stigma dapat membuat masyarakat enggan melakukan tes maupun menjalani pengobatan. (Sbw)

Berita Terkait

Panas! Richard Lee Ancam Doktif Bongkar Persaingan. Doktif Balas: “Bongkar Aja, Nggak Usah Nunggu!”
Hadapi Kemarau Panjang, BMKG Siapkan Operasi Hujan Buatan
Kematian Dokter Internship di Kalibata: Kemenkes Usut Tuntas, Sistem Kesehatan di Titik Kritis
Richard Lee Vs Doktif: Review Skincare Menjadi Pertarungan Reputasi
Kubu Richard Lee Bongkar Perbedaan Keterangan Saksi di Persidangan
Mengenal HIV: Virus Yang Bisa Dikendalikan, Bukan Alasan Untuk Mengucilkan
Alasan Ilmiah Mengapa Anda Perlu Menangis
Kapan Nutrisi Terbaik Berbalik Jadi Bumerang? Sisi Gelap Diet Tinggi Protein

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:51 WIB

Panas! Richard Lee Ancam Doktif Bongkar Persaingan. Doktif Balas: “Bongkar Aja, Nggak Usah Nunggu!”

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:55 WIB

Hadapi Kemarau Panjang, BMKG Siapkan Operasi Hujan Buatan

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:58 WIB

Kematian Dokter Internship di Kalibata: Kemenkes Usut Tuntas, Sistem Kesehatan di Titik Kritis

Senin, 27 Juli 2026 - 19:18 WIB

Richard Lee Vs Doktif: Review Skincare Menjadi Pertarungan Reputasi

Senin, 27 Juli 2026 - 17:12 WIB

Kubu Richard Lee Bongkar Perbedaan Keterangan Saksi di Persidangan

Berita Terbaru

BMKG memantau kondisi atmosfer dan menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga Jakarta tetap aman menghadapi ancaman musim kering.(Foto: Freepik)

Berita

Hadapi Kemarau Panjang, BMKG Siapkan Operasi Hujan Buatan

Selasa, 28 Jul 2026 - 18:55 WIB