Meski Anggaran Kalah dengan Pengadaan Kaos Kaki, Taruna Ikrar Tancap Gas Sidak MBG

- Editor

Kamis, 30 April 2026 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taruna Ikrar menyimak penjelasan petugas dapur di fasilitas SPPG, memastikan semua langkah pengolahan makanan berjalan sesuai standar. (Foto: BPOM RI)

Taruna Ikrar menyimak penjelasan petugas dapur di fasilitas SPPG, memastikan semua langkah pengolahan makanan berjalan sesuai standar. (Foto: BPOM RI)

Jakarta, Sehatcantik.id – Selepas Subuh, Taruna Ikrar sudah bergerak. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makamam (BPOM) RI ini tidak mau hanya diam di kantor. Menunggu laporan di balik meja.

Itulah sebabnya, Kamis pagi 30 April 2026, Taruna memilih turun gunung. Langsung ke lapangan saat kuali-kuali besar di dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis mulai dipanaskan. Mengecek bahan baku. Melihat bagaimana nasi dan lauk untuk rakyat dimasak.

​Setidaknya ada lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta yang disambangi Taruna bersama tim dari BPOM.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini bukan sidak biasa. Ini soal mengawal program unggulan negara, yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Skalanya raksasa. Di Tebet saja, ada 2.858 porsi. Di Palmerah malah lebih banyak lagi: 4.100 penerima manfaat. Belasan ribu porsi per hari harus keluar dari dapur-dapur tersebut. Taruna ingin memastikan segalanya aman sejak uap pertama mengepul.

“BPOM ingin memastikan program Presiden Prabowo Subianto berjalan memenuhi standar keamanan, higiene, dan sanitasi agar makanan yang diterima masyarakat aman, bermutu, serta bergizi,” tegasnya.

Baca Juga :  Titik Balik Perang Skincare: Doktif Minta Maaf ke Heni Sagara

​Ada masalah besar sebenarnya. Anggaran BPOM boleh dibilang cekak. Sangat terbatas. Bahkan, dalam Rapat Dengar Pendapat pada 20 April lalu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyebut anggaran BPOM kalah jumlah dengan pengadaan kaos kaki di instansi lain.

Tapi, Taruna tampaknya punya prinsip. Sebab, ini soal perut jutaan anak, termasuk lansia dan ibu menyusui. Pengawasan tidak boleh ikut ikutan minim meski anggaran tak memadai.

Maka, meski kantong anggaran tipis, pendekatan di lapangan dibuat lentur.

“Meski anggaran terbatas, pendekatan pengawasan dilakukan lebih adaptif, responsif, dan berbasis risiko,” kata Taruna.

​Bagi Taruna, kuncinya ada pada kecepatan eksekusi.

“Monitoring yang baik serta tindak lanjut yang cepat akan menentukan keberhasilan program ini. Risiko insiden keamanan pangan harus dicegah sejak awal,” tamba Taruna.

​Lantas bagaimana hasil sidaknya? Tentu ada temuan. Namanya juga “penggerebekan”. Misalnya, ada catatan soal konsistensi pemakaian masker oleh petugas. Ada pula soal kebersihan alat atau soal suhu penyimpanan. Terkait administrasi pencatatan bahan baku juga menjadi catatan. Tapi, catatan itu bukan untuk menghukum.

Baca Juga :  Pelajar Sekolah Rakyat Dapat Kacamata Gratis

“BPOM hadir bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan program MBG berjalan lebih baik. Ini adalah bagian dari upaya continuous improvement yang harus kita jaga bersama,” ujar Taruna.

Tim BPOM melakukan pengecekan langsung kebersihan dan penyajian menu makanan di area layanan. (Foto: BPOM RI)

​Data dari lapangan ini tidak akan masuk laci. Taruna akan menyodorkannya ke Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi. Baginya, kunci sukses bukan sekadar makanan ada. Tapi kualitasnya harus terjaga.

“Sinergi seluruh pihak menjadi kunci. Dengan pengawasan yang kuat, kita pastikan program strategis ini benar-benar memberi manfaat tanpa menimbulkan risiko kesehatan,” jelasnya lagi.

​Negara memang sedang berhemat. Anggaran memang sedang diperas habis-habisan. Tapi bagi BPOM, urusan perlindungan publik tidak boleh mundur selangkah pun.

​”BPOM menegaskan, keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama dalam mendukung program-program strategis nasional,” pungkasnya.

​Begitulah. Kalau dapur sudah diawasi ketat sejak matahari belum muncul, rakyat bisa makan dengan tenang. Perut kenyang, hati senang, meski anggaran hanya seharga kaos kaki.

Sinergi adalah koentji. (Sbw)

Berita Terkait

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar
Majelis Hakim Kabulkan Permohonan Richard Lee, Empat Orang Jadi Penjamin
BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Rp25 Miliar di Tangerang
Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf
Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional
Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi
Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?
Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:44 WIB

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Majelis Hakim Kabulkan Permohonan Richard Lee, Empat Orang Jadi Penjamin

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:47 WIB

BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Rp25 Miliar di Tangerang

Rabu, 30 September 2026 - 01:32 WIB

Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf

Senin, 28 September 2026 - 17:54 WIB

Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional

Berita Terbaru

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengecek produk kosmetik ilegal yang disita dari fasilitas produksi di Mojokerto, Jawa Timur. (Foto: BPOM RI)

Berita

BPOM Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Rp16 Miliar

Senin, 19 Okt 2026 - 17:44 WIB