Taruna Ikrar Pastikan Obat Bencana Masuk Lewat Skema Khusus

- Editor

Selasa, 9 Desember 2025 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga anak selamat setelah sempat tertimbun banjir longsor di Matauli, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. (Foto: Jhun Hispan Simbolon/@hispanjhun)

Tiga anak selamat setelah sempat tertimbun banjir longsor di Matauli, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. (Foto: Jhun Hispan Simbolon/@hispanjhun)

Jakarta, Sehatcantik.id – Di tengah hiruk-pikuk pemulihan bencana, ketika kebutuhan obat bergerak lebih cepat daripada birokrasi, regulasi menjadi seperti pintu darurat yang harus bisa dibuka tanpa menunggu upacara.

Kepala BPOM Taruna Ikrar, kepada Sehatcantik.id, Selasa (9/12/2025), memastikan bahwa bantuan obat dari negara lain untuk bencana ekologis di Sumatra dapat masuk melalui Special Access Scheme (SAS), mekanisme yang memungkinkan obat yang belum memiliki izin edar, bisa digunakan dalam kondisi tertentu.

Kepala BPOM Taruna Ikrar memastikan bantuan obat dari negara lain untuk bencana ekologis di Sumatra dapat masuk melalui Special Access Scheme (SAS). (Foto: sbw/sehatcantik.id)

Menurut Taruna, dalam situasi darurat, skema khusus diperbolehkan dan relevan, tanpa bertentangan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan pemerintah masih mampu menangani bencana tanpa membuka bantuan asing secara luas. Sebab, skema ini memang berlaku khusus untuk kebutuhan medis yang mendesak, bukan suplai logistik umum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua Ton Obat dari Malaysia

Saat kebutuhan medis di Aceh bergerak lebih cepat dari pemulihan infrastruktur, bantuan pertama dari luar negeri akhirnya mendarat: dua ton obat-obatan dari Malaysia, dikirim dengan pesawat kargo khusus dari Kuala Lumpur melalui Gomez Medical Services dan tim kemanusiaan Blue Sky Rescue Malaysia, Senin, 1 Desember 2025.

Baca Juga :  Tuding Mualaf Settingan, Richard Lee Siap Seret Doktif

Juru Bicara Posko Komando Kantor Gubernur Aceh, Murthalamuddin, memastikan bantuan itu sudah diserahkan ke Pemerintah Aceh dan diteruskan ke kabupaten/kota untuk dibagi ke posko-posko kesehatan di wilayah terdampak longsor dan banjir.

Di tengah antrean pasien yang makin panjang dan stok medis yang mulai menipis, obat-obatan ini datang bukan sebagai seremoni, tetapi sebagai kebutuhan mendesak, mengingat bencana tidak pernah menunggu administrasi, hanya meminta respons yang cukup cepat untuk menyelamatkan napas berikutnya.

Warga Terdampak Kekurangan Obat

Di Aceh, setelah air surut, yang tersisa bukan hanya lumpur dan reruntuhan, tetapi tubuh-tubuh yang mulai gatal, dingin, dan kekurangan obat. Seolah bencana meninggalkan ekornya lebih lama dari banjir itu sendiri.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Gerebek Produsen Kosmetik Ilegal LC Beauty, Tersangka Tak Ditahan karena Hamil

Dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo, Minggu 7 Desember 2025, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan situasinya tanpa basa-basi.

“Dalam kondisi sekarang, paling urgent adalah masalah kesehatan. Kebutuhan obat-obatan harus segera dipenuhi karena sudah mulai terjadi gatal-gatal di kalangan pengungsi, ini obat-obatan masih kurang sekali,” kata Mualem, sapaan Muzakir Manaf.

Mualem juga menyebut tenaga kesehatan belum mencukupi dan dokter koas perlu diperbantukan agar layanan tidak lumpuh. Sementara di luar tenda pengungsian, harga sembako merangkak liar dan gas tiga kilogram mendadak jadi barang langka.

Mualem mengingatkan keras para pelaku usaha agar tidak memanfaatkan keadaan. Bencana, katanya, seharusnya memperlihatkan solidaritas, bukan spekulasi. (Sbw)

Danu Baharuddin berkontribusi dalam artikel ini.

Berita Terkait

Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf
Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional
Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi
Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?
Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar
Doktif Terdesak di Sidang dr. Richard Lee: Isu Pemerasan 20 Miliar hingga Skincare 1.000 Perak
Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan
Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 01:32 WIB

Derry Sulaiman Siap Jadi Saksi Richard Lee, Tegaskan Soal Status Mualaf

Senin, 28 September 2026 - 17:54 WIB

Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional

Minggu, 27 September 2026 - 13:46 WIB

Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi

Sabtu, 26 September 2026 - 21:39 WIB

Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?

Kamis, 24 September 2026 - 19:37 WIB

Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar

Berita Terbaru

Sekitar 363 ribu anak terindikasi mengalami gejala depresi berdasarkan skrining kesehatan Kemenkes. (Foto: Pexels)

Anak

Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:46 WIB

Produk pangan olahan kemasan wajib mengantongi sertifikat halal demi syarat izin edar BPOM. (Foto: pexels)

Berita

Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:39 WIB

Saksi Janet Aprilia Stanzah memberikan keterangan dalam sidang perkara Richard Lee di Pengadilan Negeri Tangerang.(Foto: Sehatcantik.id/Sbw)

Berita

Saksi Ungkap Dugaan Teror Doktif Rp20 Miliar

Kamis, 24 Sep 2026 - 19:37 WIB