Bareskrim Polri Gerebek Produsen Kosmetik Ilegal LC Beauty, Tersangka Tak Ditahan karena Hamil

- Editor

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penggerebekan pabrik kosmetik ilegal LC Beauty menguak risiko merkuri dan hidrokuinon bagi kesehatan konsumen. (Foto: Dirnarkoba Bareskrin Polri)

Penggerebekan pabrik kosmetik ilegal LC Beauty menguak risiko merkuri dan hidrokuinon bagi kesehatan konsumen. (Foto: Dirnarkoba Bareskrin Polri)

Jakarta, Sehatcantik.id – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim Polri menggerebek sebuah rumah produksi kosmetik ilegal di Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).

Penggerebekan ini menindaklanjuti temuan bahwa produk kosmetik merek LC Beauty mengandung bahan berbahaya merkuri dan hidrokuinon, yang berisiko serius bagi kesehatan konsumen.

Menurut Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sehatcantik.id, penyelidikan terhadap home industry kosmetik ilegal ini dilakukan setelah polisi menerima laporan dan melakukan pembelian terselubung produk LC Beauty pada Januari 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil uji laboratorium terhadap produk day cream, night cream, dan toner menunjukkan kandungan merkuri dan hidrokuinon, yang melanggar ketentuan kesehatan dan peredaran kosmetik di Indonesia.

Dari penyelidikan lebih lanjut, polisi menelusuri jaringan distributor dan reseller di Pasuruan, Jawa Timur, dan Depok, Jawa Barat. Pada 26 Februari 2026, pasangan suami istri berinisial RA dan AP diamankan saat hendak mengirimkan produk LC Beauty melalui jasa ekspedisi di kawasan Margonda, Depok.

Dari keterangan mereka, produk diperoleh dari ML (35), seorang perempuan yang menjadi distributor sekaligus pemilik rumah produksi di Cirebon.

Baca Juga :  BPOM Ingatkan Bahaya Mainan Kosmetik Anak Bisa Merusak Kulit

Penggerebekan di rumah produksi ML dilakukan pada 27 Februari 2026 pukul 17.00 WIB. Dari lokasi, penyidik menyita ribuan pot day cream dan night cream yang telah tercampur merkuri, ratusan botol toner yang mengandung hidrokuinon, bahan baku hidrokuinon dalam bentuk serbuk, berbagai kemasan siap kirim, serta peralatan produksi seperti mesin mixer, mesin press plastik, dan satu unit mobil operasional.

“Dari hasil pemeriksaan laboratorium, seluruh produk LC Beauty positif mengandung bahan berbahaya merkuri dan hidrokuinon,” jelas Eko.

ML mengaku telah memproduksi dan mengedarkan kosmetik ini sejak 2016. Ia sempat menghentikan produksinya pada 2019, namun kembali beroperasi sejak 2022 hingga saat ini. Seluruh bahan berbahaya, termasuk merkuri dan hidrokuinon, diperoleh dari pasar di Jakarta.

Pekerja ML juga membenarkan bahwa bahan baku tersebut didapat dari pemasok lokal yang menjual secara bebas, meski ilegal untuk digunakan dalam kosmetik.

Kasus ini menimbulkan risiko kesehatan yang serius bagi masyarakat, mengingat merkuri dapat menimbulkan keracunan sistem saraf dan ginjal, sedangkan hidrokuinon dapat menyebabkan iritasi kulit dan efek toksik jangka panjang jika digunakan tanpa pengawasan medis.

Baca Juga :  Manfaat Niacinamide untuk Wajah

Tersangka Tak Ditahan

ML dijerat Pasal 435 UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, juncto Lampiran I No. 181 UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun atau denda hingga Rp2 miliar.

Namun, penyidik memutuskan untuk tidak menahan ML, karena ia sedang hamil usia 9 minggu dan baru menjalani operasi. Pemeriksaan Pusdokkes Polri merekomendasikan tidak dilakukan penahanan dengan alasan medis, untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.

Kasus LC Beauty ini menyoroti praktik produksi kosmetik ilegal yang tersebar di sejumlah daerah, dan menjadi peringatan bagi konsumen agar selalu mengecek izin edar BPOM sebelum membeli produk kecantikan.

Penyelidikan Bareskrim juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap bahan kimia berbahaya yang dapat diperoleh secara bebas di pasar lokal, yang jika disalahgunakan dapat merugikan kesehatan publik.

Bareskrim Polri berjanji akan menindak tegas pelaku lain yang terlibat dalam jaringan distribusi dan produksi kosmetik ilegal ini, serta mendorong masyarakat untuk melaporkan praktik serupa ke pihak kepolisian agar tidak ada lagi produk berbahaya yang beredar di pasaran. (Sbw)

Berita Terkait

Dari Setetes Sarah Menuju Kedaulatan Kesehatan
Vaksin Tifoid Lokal, Jejak Baru Kemandirian Indonesia
Kosmetik Ilegal Menyerbu Ruang Digital, BPOM Sita Temuan Bernilai Rp296,5 Miliar
Usia 35 Jadi Titik Waspada, Kemenkes Soroti Lonjakan Kematian Dini di Kelompok Produktif
BPOM Tindak 14 Produk Kosmetik, Ada Merkuri dan Hidrokuinon
Deteksi Dini Jadi Senjata Baru Lawan Kanker
Lolos Sidang Etik Kedokteran, Eksepsi Richard Lee Tetap Ditolak Jaksa
BPOM Bongkar Peredaran Obat Palsu Codrela dan Trivam Fliege

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:34 WIB

Dari Setetes Sarah Menuju Kedaulatan Kesehatan

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:46 WIB

Vaksin Tifoid Lokal, Jejak Baru Kemandirian Indonesia

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:13 WIB

Kosmetik Ilegal Menyerbu Ruang Digital, BPOM Sita Temuan Bernilai Rp296,5 Miliar

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:26 WIB

Usia 35 Jadi Titik Waspada, Kemenkes Soroti Lonjakan Kematian Dini di Kelompok Produktif

Senin, 13 Juli 2026 - 19:40 WIB

BPOM Tindak 14 Produk Kosmetik, Ada Merkuri dan Hidrokuinon

Berita Terbaru

Kemenkes memperkuat industri kesehatan dalam negeri melalui investasi plasma darah dan vaksin untuk mengurangi ketergantungan impor. (Foto: Kemenkes)

Berita

Dari Setetes Sarah Menuju Kedaulatan Kesehatan

Jumat, 17 Jul 2026 - 19:34 WIB

Vaksin tifoid lokal Bio-TCV resmi diluncurkan sebagai langkah memperkuat kemandirian kesehatan Indonesia. (Foto: BPOM)

Berita

Vaksin Tifoid Lokal, Jejak Baru Kemandirian Indonesia

Kamis, 16 Jul 2026 - 16:46 WIB