BPOM Bongkar Ancaman Pangan Tak Aman, Kerugian Ekonomi Capai Rp229 Triliun per Tahun

- Editor

Sabtu, 4 Juli 2026 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPOM mengingatkan, pangan tak aman bukan hanya mengancam kesehatan, tetapi juga bisa menguras ekonomi hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun. (Foto: Sbw/Sehatcantik.id)

BPOM mengingatkan, pangan tak aman bukan hanya mengancam kesehatan, tetapi juga bisa menguras ekonomi hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun. (Foto: Sbw/Sehatcantik.id)

Jakarta, Sehatcantik.id — Ancaman dari meja makan tidak selalu terlihat. Makanan yang tampak aman bisa menjadi sumber masalah jika proses produksi, pengolahan, hingga penyajiannya tidak memenuhi standar keamanan pangan.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengungkapkan, persoalan pangan tidak aman masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Penyakit yang dipicu konsumsi pangan tidak aman diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp229 triliun setiap tahun.

“Di Indonesia, masalah kesehatan akibat makanan menyebabkan kerugian mencapai Rp229 triliun setiap tahun. Dampaknya bukan hanya terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga ekonomi,” ujar Taruna dalam kuliah umum pelepasan mahasiswa KKN Tematik IPB University di Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Menurut Taruna, keamanan pangan tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan setelah produk beredar. Sistem perlindungan harus dibangun sejak dari sumber bahan baku, proses produksi, pengolahan, hingga kesadaran masyarakat sebagai konsumen.

Karena itu, BPOM menggandeng IPB University melalui program KKN Tematik Keamanan Pangan. Mahasiswa akan dilibatkan sebagai penggerak edukasi agar pengetahuan tentang pangan aman tidak berhenti di ruang akademik, tetapi sampai ke lingkungan masyarakat.

Baca Juga :  BPOM Dorong Penguatan Kebijakan dan Inovasi Kesehatan Triwulan III 2025

“Mahasiswa harus menjadi kader yang mampu mendukung upaya peningkatan keamanan pangan di masyarakat,” kata Taruna.

Program tersebut menjadi bagian dari KKN Tematik IPB 2026 yang melibatkan 3.679 mahasiswa. Mereka akan menjalankan pengabdian di ratusan desa dan kelurahan dengan membawa pendekatan berbasis edukasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Bagi BPOM, keamanan pangan bukan sekadar soal kualitas makanan yang tersaji di meja makan. Lebih jauh, ini adalah upaya mencegah penyakit, menjaga produktivitas masyarakat, dan mengurangi beban ekonomi akibat pangan yang tidak aman.(Sbw)

Berita Terkait

Indonesia Kejar Nol Kematian Dengue, Teknologi Wolbachia Jadi Salah Satu Senjata
Sidang Ditunda, Pengalihan Tahanan Ditolak, Richard Lee Gagal Bertemu Anak
BPOM Terbitkan Aturan Baru Batas Cemaran Mikroba, Label Gizi, dan Kemasan Pangan
Kemenkes: Kematian dr. Siti Zahra Maghfira Tak Terkait Pelanggaran Jam Kerja atau Lingkungan Kerja
Kemenkes Bebastugaskan Sementara Dokter Internship untuk Medical Check-Up Menyeluruh
Panas! Richard Lee Ancam Doktif Bongkar Persaingan. Doktif Balas: “Bongkar Aja, Nggak Usah Nunggu!”
Hadapi Kemarau Panjang, BMKG Siapkan Operasi Hujan Buatan
Kematian Dokter Internship di Kalibata: Kemenkes Usut Tuntas, Sistem Kesehatan di Titik Kritis
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:53 WIB

Indonesia Kejar Nol Kematian Dengue, Teknologi Wolbachia Jadi Salah Satu Senjata

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:17 WIB

Sidang Ditunda, Pengalihan Tahanan Ditolak, Richard Lee Gagal Bertemu Anak

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:21 WIB

BPOM Terbitkan Aturan Baru Batas Cemaran Mikroba, Label Gizi, dan Kemasan Pangan

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:12 WIB

Kemenkes: Kematian dr. Siti Zahra Maghfira Tak Terkait Pelanggaran Jam Kerja atau Lingkungan Kerja

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:03 WIB

Kemenkes Bebastugaskan Sementara Dokter Internship untuk Medical Check-Up Menyeluruh

Berita Terbaru