BPOM Bidik Standar Asia Tenggara, Percepatan Akses Obat Jadi Fokus Utama

- Editor

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPOM memperkuat kerja sama regional untuk mempercepat akses obat dan vaksin tanpa mengurangi standar keamanan bagi masyarakat. (Foto: Sbw/Sehatcantik.id)

BPOM memperkuat kerja sama regional untuk mempercepat akses obat dan vaksin tanpa mengurangi standar keamanan bagi masyarakat. (Foto: Sbw/Sehatcantik.id)

Jakarta, Sehatcantik.id — Akses obat dan vaksin yang cepat tidak hanya bergantung pada kemampuan industri farmasi, tetapi juga pada regulasi yang mampu bergerak mengikuti kebutuhan zaman.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus mendorong penguatan sistem regulasi farmasi nasional agar masyarakat lebih mudah memperoleh obat, vaksin, dan produk kesehatan yang aman, bermutu, serta berkhasiat.

Upaya tersebut dibawa BPOM dalam forum Four Country Regulatory Roundtable (4CRR) di National University of Singapore (NUS), 16–17 Juli 2026. Forum ini mempertemukan regulator kesehatan dari Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand untuk membahas masa depan tata kelola obat di kawasan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar memaparkan pengalaman Indonesia dalam menerapkan mekanisme regulatory reliance, yakni pemanfaatan hasil evaluasi ilmiah dari regulator terpercaya untuk mempercepat proses tanpa menghilangkan kewenangan pengambilan keputusan nasional.

“Indonesia telah mengimplementasikan mekanisme tersebut sejak 2011 dengan memanfaatkan hasil penilaian ilmiah dari otoritas regulator terpercaya, tetapi tetap melakukan evaluasi dan menetapkan keputusan akhir secara mandiri,” ujar Taruna.

Menurut BPOM, pendekatan tersebut mampu memangkas waktu proses registrasi dibanding jalur reguler. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh akses lebih cepat terhadap obat dan vaksin yang telah memenuhi standar keamanan dan mutu.

Baca Juga :  BPOM Dorong ASEAN Bangun Sistem Cepat Hadapi Krisis Pangan

Pasca-pandemi Covid-19, percepatan akses produk kesehatan menjadi perhatian global. Negara-negara di Asia Tenggara kini dituntut membangun sistem regulasi yang lebih adaptif tanpa mengorbankan aspek keselamatan publik.

Melalui penguatan kerja sama regional, BPOM menargetkan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna standar internasional, tetapi juga menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan sistem regulasi obat di Asia Tenggara. (Sbw)

Berita Terkait

Doktif Hadir di Sidang Richard Lee: “Saya Juru Kunci Pintu Neraka”
Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat
Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes
Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining
Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot
Ditjenpas: Tak Ada Intimidasi, Nikita Justru Duta Layanan Rutan
Indonesia Kejar Nol Kematian Dengue, Teknologi Wolbachia Jadi Salah Satu Senjata
Sidang Ditunda, Pengalihan Tahanan Ditolak, Richard Lee Gagal Bertemu Anak

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Doktif Hadir di Sidang Richard Lee: “Saya Juru Kunci Pintu Neraka”

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot

Berita Terbaru